Pernikahan Sesama Jenis di Malang yang Berujung Perselisihan
Pernikahan sesama jenis yang terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, kini menjadi perhatian publik setelah berbagai pengakuan dan laporan saling muncul dari kedua pihak. Kedua belah pihak kini saling melaporkan ke pihak berwajib dengan dugaan tindakan yang berbeda.
Intan Anggraeni alias Vela (28) melaporkan Rey (36) atas dugaan pemalsuan identitas ke Polresta Malang Kota. Laporan tersebut viral setelah Intan mengaku ditipu oleh Rey, yang berpura-pura sebagai laki-laki untuk menikahinya. Menurut Intan, ia tidak menyadari bahwa Rey adalah seorang perempuan hingga malam pertama. Mereka telah melangsungkan pernikahan siri pada Jumat (3/4/2026).
Tidak disangka, kasus ini berbuntut panjang. Setelah dilaporkan atas dugaan pemalsuan identitas, Rey juga balik melaporkan Intan atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan.
Pengakuan Intan
Intan mengaku mengenal Rey saat bekerja di sebuah kafe di Kota Batu pada awal Februari 2026. Perkenalan itu berubah menjadi hubungan asmara. Keduanya resmi berpacaran pada hari Valentine, 14 Februari 2026.
Selama menjalin hubungan, Intan sering mengunjungi rumah orang tua angkat Rey di Kota Batu, begitu juga sebaliknya. Rey mengaku berasal dari Jakarta dan orang tuanya adalah anggota DPRD Makassar. Ia juga mengatakan memiliki nama lengkap Erfastino Reynaldi Malawat.
Intan mengaku tidak pernah curiga karena gaya bicara dan postur tubuh Rey sangat mirip dengan laki-laki. Saat diajak menikah, Rey menjanjikan mobil mewah, rumah, dan pernikahan mewah di hotel bintang lima di Kota Malang. Bahkan, bintang tamu seperti NDX AKA dan Judika serta gaun yang dirancang oleh Ivan Gunawan disebut akan hadir dalam acara tersebut.
Namun, rencana tersebut berubah total ketika Rey meminta Intan untuk menikah lebih awal karena ada keluarganya yang meninggal dunia. Akhirnya, keduanya melangsungkan pernikahan siri di rumah Intan pada Jumat (3/4/2026). Tidak ada pihak keluarga Rey yang hadir, sehingga Intan mulai curiga.
Rey juga meminta Intan meminjam uang tetangganya Rp 1,5 juta, hanya Rp 100 ribu digunakan untuk mahar pernikahan. Saat malam pertama tiba, Intan baru mengetahui bahwa Rey adalah perempuan. Ia merasa syok dan hanya bisa menangis semalaman.
Pengakuan Rey
Rey memberikan pengakuan yang berbeda dari sang “istri”. Ia mengaku kecewa karena berita yang beredar tidak sesuai realita. Menurutnya, Intan dan keluarganya sudah mengetahui bahwa dirinya bukan laki-laki tulen.
Rey mengaku bahwa sebelum pernikahan, ia berniat membatalkannya karena ingin melakukan operasi ganti kelamin terlebih dahulu. Namun, Intan dan keluarganya bersikukuh untuk menikah. Rey menyebut Intan sampai mengancam akan bunuh diri jika tidak dinikahi olehnya.
Ia juga membantah kabar bahwa dirinya diusir pada malam pertama. Menurut Rey, mereka hanya berbicara biasa. Ia juga membantah dugaan pemalsuan dokumen dan mengklaim identitasnya asli.
Dugaan Motif Ekonomi
Rey menduga adanya motif ekonomi di balik hubungannya dengan Intan. Ia mengaku sering membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk menutup utang-utangnya. Ia menyebut nominal yang telah diberikan mencapai Rp 200 juta.
Laporan Balik
Buntut pernikahan sesama jenis di Malang, Rey kini melaporkan balik Intan atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan. Ia membuat laporan ke Polres Batu pada Rabu (8/4/2026) malam. Rey mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Intan telah melaporkannya. Ia baru mengetahui hal itu pada Rabu (8/4/2026) sore dari temannya dan telah viral.
Penjelasan Polisi
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan adanya laporan yang masuk dari Intan. Laporan itu terkait dugaan pemalsuan identitas dalam pernikahan sesama jenis di Malang. Saat ini, kasus sedang didalami lebih lanjut, termasuk mendalami identitas terlapor.
Kini, kedua belah pihak telah saling melaporkan di dua wilayah hukum berbeda. Intan melaporkan dugaan pemalsuan identitas atau penipuan di Polresta Malang Kota, sedangkan Rey melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan di Polres Batu.
