KGSB Berpartisipasi dalam Program Sosial yang Menekankan Inklusi
Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) turut serta dalam sebuah program sosial yang bertujuan untuk menyoroti pentingnya inklusi bagi teman-teman penyandang disabilitas. Acara ini diinisiasi oleh Satkaara Communications sebagai bagian dari program kepedulian sosial tahunan mereka, Satkaara Berbagi 2026, dengan tema “Berbagi Tanpa Batas”.
KGSB bekerja sama dengan berbagai mitra komunitas dan korporasi seperti Satkaara Academy Community (SAC), PT IDX Solusi Teknologi Informasi (IDXSTI), dan Teppanku dari PT Patriosa Boga Grup untuk mendukung program ini. Acara tersebut diadakan di Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Cimanggis, Depok, pada hari Sabtu (11/4/2026). Para pihak terkait hadir bersama para penyandang disabilitas untuk bermain dan berbagi pengalaman yang bermakna.
Salah satu momen utama dalam acara ini adalah sesi hand stamp painting, di mana teman-teman disabilitas dan relawan menciptakan karya kolektif melalui cap tangan berwarna-warni. Cap tangan ini menjadi simbol kebersamaan, keberanian, dan harapan. Setiap individu diajak untuk meninggalkan “jejak” yang merepresentasikan keberadaan, keberanian, dan keunikan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan ruang aman bagi teman-teman disabilitas untuk mengekspresikan diri secara bebas dan bermakna.
Anggota KGSB, Novi, menyampaikan rasa senangnya atas partisipasi dalam program positif ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya tentang berbagi kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan kegembiraan dan kasih sayang yang menjadi kebutuhan psikologis para penghuni panti. Dalam kegiatan ini, para peserta mencoba menghibur dan membersamai mereka lewat berbagai permainan, yang merupakan makna sesungguhnya dari berbagi tanpa batas.
Inisiator program Satkaara Berbagi, Ruth Andriani, menegaskan bahwa program ini menjadi tanda kebangkitan kepedulian terhadap para penyandang disabilitas. Baginya, setiap individu di muka bumi patut diapresiasi dan diberikan keleluasaan dalam berekspresi, dihargai dan dirayakan tanpa membeda-bedakan. “Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi, tetapi tentang membangun koneksi yang setara dan bermakna,” ujarnya.
Dalam acara ini, para mitra tidak hanya menyalurkan bantuan berupa sembako, peralatan elektronik, kebutuhan harian, serta dukungan uang tunai, tetapi juga hadir langsung untuk berbagi waktu dan menghibur para penghuni panti. Namun, lebih dari sekadar bantuan material, kegiatan ini menekankan nilai kebersamaan sebagai inti utama. Hal ini tercermin dalam sesi hand stamp painting, di mana teman-teman disabilitas dan relawan bersama-sama meninggalkan jejak tangan sebagai simbol kehadiran, kesetaraan, dan harapan.
Kepala Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Kristanti, mengapresiasi kehadiran Satkaara Berbagi bersama para mitra. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga perhatian dan kebersamaan yang sangat berarti. Ia menjelaskan bahwa sekitar 25 anak di wisma merupakan penyandang disabilitas ganda, sebagian telah berusia dewasa namun dengan perkembangan mental seperti anak-anak, dan banyak yang tidak lagi memiliki keluarga. Mereka tidak hanya membutuhkan perawatan, tetapi juga penerimaan dan kasih sayang, sehingga kegiatan seperti ini memberikan semangat baru, baik bagi anak-anak maupun para pendamping.
Direktur PT IDX Solusi Teknologi Informasi (IDXSTI), Asep Permata Suryana, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia mengucapkan terima kasih kepada para pengurus Wisma Tuna Ganda Palsigunung atas dedikasi luar biasa dalam merawat dan mendampingi saudara-saudara kita. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Satkaara yang telah menghadirkan momen ini. “Kami diingatkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan,” ujarnya.












