Harga Plastik Melonjak, Pedagang Cirebon Terpuruk Akibat DKUKMPP

Dampak Kenaikan Harga Plastik pada Pedagang di Kota Cirebon

Kenaikan harga plastik yang terjadi di Kota Cirebon memberikan dampak signifikan terhadap para pedagang. Biaya kemasan yang meningkat membuat margin keuntungan mereka semakin menyusut, sehingga banyak dari mereka harus melakukan berbagai upaya untuk tetap bertahan dalam situasi ini.

Menurut data dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, kenaikan harga plastik menjadi beban tambahan bagi para pedagang. Meskipun plastik bukan komponen utama dalam usaha mereka, biaya kemasan yang terus naik menggerus keuntungan secara perlahan. Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa kondisi ini sudah banyak dikeluhkan oleh para pedagang di lapangan.

“Kalau nanya ke beberapa pedagang, boleh dibilang cukup berpengaruh karena mengurangi margin keuntungan,” ujar Iing saat diwawancarai.

Upaya Pedagang Mengurangi Penggunaan Plastik

Untuk mengatasi masalah ini, banyak pedagang mulai membatasi penggunaan plastik. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggabungkan barang belanjaan agar tidak perlu menggunakan banyak kantong plastik. Misalnya, beli cabai dan bawang bisa digabungkan dalam satu kantong plastik.

Selain itu, pedagang juga mulai mengurangi penggunaan plastik berlapis, terutama pada kemasan minyak curah. Dulu, minyak curah biasanya dikemas dalam dua lapis plastik, namun sekarang hanya satu lapis saja untuk menghemat biaya.

Iing menilai bahwa fenomena ini secara tidak langsung menjadi bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik. Meski demikian, ia mengakui bahwa perubahan tersebut belum sepenuhnya signifikan. Beberapa pedagang mulai beralih ke bahan ramah lingkungan seperti daun pisang, namun penggunaannya masih terbatas.

Di sisi lain, DKUKMPP juga mencatat adanya pelaku UMKM yang memproduksi kemasan organik, meski jumlahnya belum banyak. Iing berharap kesadaran ini akan berkembang dan menjadi bagian dari kampanye mengurangi penggunaan plastik.

Dampak pada Omzet dan Daya Beli Masyarakat

Dampak kenaikan harga plastik terasa nyata, terutama bagi pedagang kecil. Seperti yang dialami Aeni (60), pedagang es di kawasan Pasar Pagi Kota Cirebon. Ia mengaku biaya produksi terus membengkak akibat naiknya harga bahan pendukung, termasuk plastik.

“Aku naikin harga jual es sebesar Rp 1.000 per bungkus. Tapi keputusan itu justru memicu keluhan dari pembeli,” ujarnya.

Omzet Aeni turun drastis, dari sebelumnya bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 250 ribu per hari, kini sulit mencapai Rp 100 ribu. Ia mengaku sekarang lebih sepi dibanding sebelumnya, bahkan dalam sehari sering kesulitan mendapatkan pembeli.

Karena protes dari konsumen, Aeni akhirnya memilih kembali ke harga semula meski harus menerima penurunan keuntungan. “Ya udahlah, terpaksa ibu sikat,” katanya.

Tanggapan Konsumen terhadap Kenaikan Harga

Dari sisi konsumen, kenaikan harga plastik juga menimbulkan keterkejutan. Banyak pembeli yang tidak menyadari bahwa lonjakan harga plastik ikut memengaruhi harga jual produk.

Salah satu pembeli, Husen Sadara (32), mengaku kaget saat mengetahui adanya kenaikan harga. “Kalau ada kenaikan sampai Rp 1.000 atau Rp 2.000 ya kaget juga. Karena biasanya beli cuma Rp 5.000,” ujarnya.

Husen menilai, konsumen umumnya tidak memperhitungkan kenaikan biaya bahan baku yang dialami pedagang. Faktor kenyamanan juga memengaruhi pilihan, terutama dalam penggunaan kemasan. “Kalau pakai cup kan enak, bisa dibawa kayak gelas. Kalau plastik biasanya lebih murah,” jelas dia.

Situasi Saat Ini dan Harapan Masa Depan

Hingga kini, harga berbagai jenis plastik dilaporkan terus merangkak naik, bahkan mencapai lebih dari 100 persen, khususnya untuk kantong kresek dan kemasan minuman. Kenaikan ini diduga dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku impor di tengah konflik global.

Di tengah situasi tersebut, para pedagang hanya bisa bertahan, meski harus rela keuntungan menipis dan omzet terus menurun. Namun, harapan besar masih tersimpan bahwa kesadaran akan pentingnya pengurangan penggunaan plastik akan terus berkembang, baik dari kalangan pedagang maupun konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *