Proses Lelang Pengelola Kebun Binatang Bandung
Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan target pengelolaan Kebun Binatang Bandung melalui proses lelang. Pemilihan pengelola resmi dilakukan pada 5 Mei 2026, dan rencananya tahapan lelang akan segera diumumkan. Hal ini disampaikan oleh anggota tim ahli pendamping pemerintah Kota Bandung, Astri Rosalin, yang mengatakan bahwa mereka ingin segera menemukan mitra pengelola yang dapat segera beroperasi.
“Setelah melihat kondisinya di lapangan, Kebun Binatang Bandung masih layak untuk segera dioperasikan,” ujarnya saat ditemui Tempo usai pertemuan dengan para calon pengelola di sebuah hotel, Senin 13 April 2026.
Kondisi Kebun Binatang Bandung
Menurut Astri, kondisi Kebun Binatang Bandung dinilai masih memadai, sehingga tidak diperlukan banyak renovasi besar-besaran. Ia menekankan pentingnya segera mengaktifkan kembali kebun binatang tersebut agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Tim ahli juga menyarankan agar jangan sampai terjadi kerugian akibat dana operasional yang cukup besar.
“Jika ada pendapatan dari mitra pengelola, kita bisa menghindari kerugian negara akibat aset yang tidak optimal,” tambahnya.
Astri menjelaskan bahwa meskipun Kebun Binatang Bandung tidak beroperasi, tetap menjadi beban anggaran pemerintah karena dana pemeliharaan harus terus dikeluarkan. Sementara itu, anggota tim ahli lainnya, Bima Ajipratama, menyebutkan risiko kerugian jika kebun binatang ditutup mencapai maksimal Rp 1,5 miliar per bulan. Biaya tersebut digunakan untuk pakan hewan, obat-obatan, dan gaji karyawan yang tidak bisa dirumahkan karena harus merawat satwa.
Pendapatan dan Pengunjung
Sebelumnya, Kebun Binatang Bandung menerima pendapatan dari tiket masuk sekitar Rp 50 ribu per orang. Rata-rata pendapatan per bulan mencapai sekitar Rp 2 miliar. Namun, menurut Bima, pengelola kebun binatang harus mengurus aset yang tidak dimiliki, sehingga memiliki tantangan tersendiri dibanding bisnis lainnya.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bandung, Agus Slamet Firdaus, mengatakan bahwa pengunjung biasanya meningkat saat musim liburan seperti hari raya, tahun baru, dan libur sekolah. Selain melihat satwa, pengunjung juga sering melakukan aktivitas makan bersama keluarga di ruang terbuka kebun binatang.
“Sekali dibuka, rata-rata 20 ribu orang datang per hari,” ujarnya.
Persiapan Proses Lelang
Pemerintah Kota Bandung sedang menyiapkan proses lelang pengelola Kebun Binatang Bandung. Skema kerja sama yang ditawarkan tidak hanya fokus pada konservasi satwa, tetapi juga mencakup pengelolaan kawasan ruang terbuka hijau yang terintegrasi, serta pembangunan dan pengelolaan fasilitas edukasi dan sarana rekreasi bagi masyarakat.
Kebun Binatang Bandung ditutup sejak 5 April 2026 setelah Kementerian Kehutanan mencabut izin pengelolaan yang dimiliki Yayasan Margasatwa Tamansari pada 3 April. Menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudiyatmoko, pencabutan izin Lembaga Konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari merupakan langkah penyelamatan satwa.
“Negara tidak boleh membiarkan satwa menjadi korban dari persoalan administratif. Pencabutan izin ini kami lakukan untuk memastikan satwa di Kebun Binatang Bandung terlindungi dan tidak terlantar,” katanya lewat keterangan tertulis 5 Februari 2026.
