Viral, Netizen Marah Denda Parkir Rp10 Ribu, Respati Akan Tindak Tegas Jukir Nakal

Keluhan Tarif Parkir di Solo Viral, Wali Kota Langsung Tindak Lanjuti

Beberapa waktu terakhir, keluhan warga mengenai tarif parkir yang tidak sesuai aturan viral di media sosial. Hal ini terjadi di kawasan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, di mana tarif parkir yang awalnya hanya Rp3.000 tiba-tiba naik menjadi Rp10.000 hingga Rp15.000. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan dari masyarakat, terutama para pengguna jasa parkir.

Salah satu pengunggah keluhan tersebut adalah akun Instagram @Surakartakita, yang membagikan pengalamannya pada Rabu (15/4/2026). Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyebutkan bahwa karcis parkir yang ia terima awalnya berisi nominal Rp3.000, namun kemudian diubah oleh jukir menjadi Rp10.000. Bahkan, menurut pengunggah, jukir sempat meminta uang parkir hingga Rp15.000.

“Model apa parkir Rp3.000 jadi Rp10.000, tadinya minta Rp15.000. Kebangetan ini, yang tanggung jawab siapa? @soloinfo aku enggak tahu harus menandai siapa? Memang setorannya ke mana sih parkir semahal ini? Kita makan beli mi ayam es teh saja segitu. Kok ini amal parkir saja segini? UMR Solo saja cuma Rp2,5 juta, parkir segini,” tulis pengunggah dalam unggahannya.

Unggahan tersebut juga mendapat respons dari Wali Kota Solo, Respati Ardi. Ia menanyakan lokasi kejadian dan langsung menindaklanjuti keluhan tersebut. Saat ditemui di Balai Kota Solo, Respati menegaskan bahwa pihaknya telah bertindak cepat dengan menarik Kartu Tanda Anggota (KTA) jukir yang terlibat serta memberikan surat peringatan (SP 1) kepada pengelola parkir.

Ancaman Sanksi Tegas Jika Terulang

Respati juga menegaskan bahwa jika kejadian serupa terulang, pihaknya akan memutus kontrak pengelola parkir di sekitar kawasan ISI Solo. “Jukirnya saya tarik KTA, pengelola saya kasih SP 1. Kalau berulang, kita putus (izin pengelolaan parkir),” tegasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap praktik pungutan liar (pungli) yang tidak sesuai aturan. “Kalau sampai ada pungli tidak sesuai aturan dan menagihnya berkali-kali lipat akan kita tindak tegas, kita potong,” lanjutnya.

Insiden Berkali-Kali Terjadi di Solo

Respati mengakui bahwa insiden tarif parkir yang tidak sesuai aturan memang sering terjadi di Solo. Ia mengungkapkan rasa geramnya terhadap hal ini. Oleh karena itu, ia berencana untuk segera melakukan evaluasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo.

“Ini makanya, Dishub ini akan saya revisi supaya masyarakat tidak terganggu dengan jukir-jukir liar ini, jukir-jukir yang harganya ngepruk dan lain-lain. Kali ini saya sudah lelah dan akan saya seriuskan,” ujar Respati.

Ia menekankan bahwa kesadaran masing-masing pihak dan sanksi tegas menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah ini. “Kuncinya cuma satu, kesadaran masing-masing bersama. Yang kedua sanksi tegas,” tambahnya.

Dampak Negatif bagi Kota Solo

Menurut Respati, insiden seperti ini sangat merugikan banyak pihak, terutama bagi Kota Solo. Hal ini bisa membuat wisatawan maupun masyarakat luar kota enggan datang ke kota ini. “Pasti, ini akan merugikan. Para wisatawan tidak akan mau kembali lagi ke sini, ini merugikan masyarakat luas,” kata dia.

Untuk itu, ia meminta masyarakat ikut menjadi pengawas dalam menjaga kedisiplinan jukir. “Makanya dari itu kami juga mengajak masyarakat untuk fungsi kontrol, laporkan jika ada jukir-jukir nakal di Kota Solo,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *