Daftar Pemimpin MUI Sepanjang Masa

Perjalanan Sejarah Kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melalui berbagai perjalanan kepemimpinan yang penuh makna dan pengaruh besar dalam kehidupan keagamaan nasional. Dari masa awal hingga sekarang, MUI telah dipimpin oleh tokoh-tokoh ulama yang tidak hanya memegang jabatan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pemikiran Islam di Indonesia.

Prof. Dr. Hamka (1977–1981)

Prof. Dr. Hamka dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah keislaman Indonesia. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Ia lahir di Maninjau, Sumatra Barat, pada 17 Februari 1908. Meskipun tidak menyelesaikan pendidikan formal, Hamka memiliki semangat belajar tinggi dengan berguru langsung kepada para ulama dan tokoh pergerakan.

Hamka dikenal sebagai penulis, budayawan, dan tokoh politik. Pada tahun 1975, ia menjadi Ketua Umum MUI yang pertama, mengawali perannya dalam kehidupan keagamaan nasional. Ia meninggal pada 24 Juli 1981, meninggalkan jejak pemikiran yang kuat dalam pendidikan, sastra, dan wacana Islam di Indonesia.

KH. Syukri Ghozali (1981–1983)

KH. Syukri Ghozali adalah tokoh Nahdlatul Ulama yang dipercaya memimpin MUI setelah kepemimpinan Hamka. Ia lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 6 Desember 1906. Ia menjabat sebagai Ketua Umum MUI dari tahun 1981 hingga 1983. Meski masa jabatannya singkat, pengabdiannya tetap dikenang dalam sejarah perjalanan MUI.

KH. Hasan Basri (1984–1998)

KH. Hasan Basri merupakan ulama Muhammadiyah yang memegang tampuk kepemimpinan MUI selama lebih dari satu dekade. Ia lahir pada 20 Agustus 1920 di Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Ia tercatat sebagai Ketua Umum MUI terlama, menjabat selama tiga periode. Ia wafat pada 8 November 1998, meninggalkan warisan kepemimpinan yang teguh dan moderat.

Prof. KH. Ali Yafie (1998–2000)

Prof. KH. Ali Yafie adalah intelektual muslim yang produktif dalam menulis karya-karya penting di bidang fikih. Ia lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 1 September 1926. Setelah wafatnya KH. Hasan Basri, ia memimpin MUI dari 1998 hingga 2000. Ia wafat pada 25 Februari 2023, meninggalkan warisan pemikiran yang besar dalam pengembangan fikih sosial di Indonesia.

KH. M. Sahal Mahfudz (2000–2014)

KH. M. Sahal Mahfudz adalah ulama Nahdlatul Ulama yang memimpin MUI selama dua periode, yaitu dari 2000 hingga 2014. Ia dikenal sebagai pembaru pemikiran tradisional di lingkungan NU. Ia lahir pada 17 Desember 1937 di Pati, Jawa Tengah. Ia wafat pada 24 Januari 2014, meninggalkan warisan dalam pengembangan fikih sosial dan pendidikan pesantren.

Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin (2014–2015)

Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang aktif dalam berbagai forum internasional. Ia lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 31 Agustus 1958. Ia memimpin MUI dari 2014 hingga 2015. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam diplomasi lintas agama dan moderasi beragama.

Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (2015–2020)

Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin adalah tokoh terkemuka NU yang memimpin MUI dari 2015 hingga 2020. Ia lahir di Tangerang, Banten, pada 11 Maret 1943. Ia juga aktif dalam dunia politik, termasuk menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada periode 2019–2024.

KH. Miftachul Akhyar (2020–2022)

KH. Miftachul Akhyar memimpin MUI dari 2020 hingga 2022. Ia lahir pada 30 Juni 1953. Ia mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum MUI setelah terpilih sebagai Rais Aam PBNU. Ia tetap aktif dalam organisasi NU dan mengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya.

Kiai Anwar Iskandar (2022–2025)

Setelah KH. Miftachul Akhyar mengundurkan diri, jabatan Ketua Umum MUI sempat kosong selama lebih dari setahun. Pada 15 Agustus 2023, MUI menetapkan KH. Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum yang baru. Ia lahir pada 24 April 1950 di Banyuwangi, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai ulama yang aktif dalam dakwah dan pembinaan masyarakat. Ia juga pernah terlibat dalam dunia politik, termasuk menjadi anggota MPR dan memimpin partai-partai politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *