Penyebab IMS Tidak Selalu Berkaitan dengan Perselingkuhan
Jika kamu atau pasanganmu tiba-tiba didiagnosis terkena infeksi menular seksual (IMS), mungkin kamu merasa kaget dan khawatir. Namun, apakah hal ini berarti pasanganmu pasti berselingkuh? Jawabannya adalah tidak. Faktanya, ada banyak alasan mengapa seseorang bisa tertular IMS tanpa melakukan aktivitas seksual yang tidak sah.
1. Infeksi yang Sudah Ada Sebelumnya
Salah satu alasan mengapa pasanganmu tiba-tiba terkena IMS adalah kemungkinan bahwa ia sudah tertular sebelum menjalin hubungan dengan kamu. Banyak IMS tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya, sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa menyadarinya. Misalnya, jika pasanganmu menunjukkan hasil tes positif klamidia dan kamu menunjukkan hasil tes negatif, kemungkinan besar ia pernah terinfeksi sebelumnya dan tidak menyadari kondisinya. Dalam situasi seperti ini, penting untuk segera mencari pengobatan agar infeksi tidak semakin parah.
2. Infeksi Asimtomatik
Banyak IMS tidak menunjukkan gejala sama sekali. Bahkan, ketika gejala muncul, mereka sering kali sangat ringan sehingga bisa diabaikan atau disalahartikan sebagai kondisi lain seperti pilek atau flu. Beberapa contoh IMS yang sering tidak menunjukkan gejala meliputi:
- Klamidia
- Gonore
- Human papillomavirus (HPV)
- Herpes
- HIV
Meskipun tidak ada gejala, orang tersebut tetap bisa menularkan infeksi. Jadi, jika pasanganmu didiagnosis dengan IMS, kamu juga sebaiknya segera melakukan tes karena kamu mungkin juga mengalami infeksi asimtomatik.
3. Kegagalan Pengobatan
Pengobatan untuk IMS terkadang bisa gagal. Ini biasanya terjadi karena pengobatan tidak sepenuhnya selesai, akibatnya infeksi awal tidak sembuh. Terkadang, meskipun pengobatan sudah diterapkan secara tepat, infeksi tidak sepenuhnya hilang karena beberapa alasan. Pengobatan juga dapat gagal karena resistansi antibiotik. Resistansi antibiotik makin umum terjadi pada IMS bakteri seperti gonore, yang telah mengembangkan peningkatan resistansi terhadap pengobatan antibiotik yang paling umum. Hal ini membuat infeksi lebih sulit diobati.
4. IMS Tidak Selalu Menular Melalui Aktivitas Seksual
Ada juga kemungkinan bahwa kamu atau pasanganmu tertular IMS secara non-seksual. Pada kasus yang jarang, IMS dapat ditularkan melalui cara-cara berikut ini:
- Toilet: Trikomoniasis dapat ditularkan dari dudukan toilet yang basah. Menggunakan toilet luar ruangan dapat meningkatkan risiko, karena membuatmu lebih dekat dengan urine dan tinja orang lain.
- Kamar mandi bersama: Parasit dapat menyebar melalui air mandi yang digunakan oleh banyak orang.
- Kolam renang umum: Parasit dapat menyebar jika air di kolam tidak dibersihkan.
- Pakaian atau handuk: Parasit dapat menyebar jika kamu berbagi pakaian atau handuk basah dengan orang lain.
5. Skrining IMS yang Tidak Lengkap
Terdapat lebih dari 20 IMS berbeda yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit, yang masing-masing didiagnosis dengan cara yang berbeda. Beberapa diagnosis dilakukan dengan sampel darah atau urine, sementara yang lain melibatkan usapan luka atau sekresi genital, anal, atau oral. Jika kamu diskrining melalui tes oral, ada kemungkinan bakteri yang ada di area genital tidak terdiagnosis. Lalu, saat melakukan seks oral, kamu menularkan bakteri tersebut ke pasanganmu. Kemudian, saat dilakukan tes, ternyata hasilnya menunjukkan bahwa pasanganmu positif memiliki IMS.
6. Tes Negatif Palsu

Hasil negatif palsu terjadi saat tes menunjukkan negatif IMS, padahal sebenarnya positif IMS. Ini dapat terjadi karena tes yang salah, misalnya saat tes dilakukan terlalu cepat dengan waktu penularan. Sebagian besar tes bergantung pada pendeteksian protein imun, yang disebut antibodi, yang diproduksi sebagai respons terhadap infeksi. Selama masa inkubasi, tubuh memerlukan waktu untuk memproduksi cukup antibodi untuk mencapai kadar yang dapat dideteksi dalam tes darah. Jika melakukan tes selama masa inkubasi, kamu mungkin mendapatkan hasil negatif palsu. Meskipun begitu, saat melakukan hubungan seksual, kamu bisa menularkan infeksi ke pasanganmu. Kemudian, beberapa bulan kemudian saat pasanganmu melakukan tes, hasil tes menunjukkan dirinya positif terkena IMS.
7. Penyembuhan Tidak Disengaja
Jika kamu atau pasanganmu mengonsumsi antibiotik untuk infeksi tertentu, antibiotik tersebut juga dapat mengobati IMS yang tidak dikenali. Misalnya, kamu dan pasanganmu sebenarnya sama-sama terinfeksi klamidia. Namun, suatu ketika pasanganmu terkena radang tenggorokan dan mengonsumsi antibiotik untuk mengobatinya. Nah, antibiotik ini dapat mengobati radang tenggorokan sekaligus klamidia yang dialami pasanganmu. Di sisi lain, karena kamu tidak pernah mengonsumsi antibiotik, klamidia yang kamu alami tetap ada dan makin parah. Lalu, saat melakukan skrining kesehatan, ternyata kamu mendapatkan hasil tes positif sementara pasanganmu negatif.
Jadi, jika kamu atau pasanganmu terkena IMS, jangan buru-buru saling menuduh satu sama lain berselingkuh. Cobalah tetap berpikiran positif dan segera cari bantuan medis. Pengobatan dini akan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Jika ada yang membuatmu ragu-ragu, tanyakan kepada dokter, nantinya dokter akan menjelaskan bagaimana penyakit tersebut bisa menyebar.












