Jenis-Jenis Audio Wearable Nirkabel yang Populer di Pasaran
Audio wearable nirkabel kini hadir dalam berbagai bentuk dan fungsi, mulai dari TWS (True Wireless Stereo), open-ear, over-ear, on-ear, hingga bone conduction. Setiap jenis memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda. Pemilihan perangkat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas pengguna agar memberikan pengalaman terbaik.
Berikut ini adalah lima jenis audio wearable nirkabel yang populer di pasar, beserta kelebihan, kekurangan, serta rekomendasi kegiatan yang cocok untuk masing-masing jenis:
1. In-Ear True Wireless Stereo (TWS)
In-ear True Wireless Stereo (TWS) merupakan jenis audio wearable yang paling populer saat ini. Bentuknya kecil dan ringkas, sehingga praktis dan mudah dibawa ke mana-mana. Perangkat ini terdiri dari dua earbuds terpisah yang dimasukkan ke dalam liang telinga untuk menghadirkan pengalaman mendengar audio yang lebih maksimal dengan minim gangguan dari luar.
Seiring perkembangan teknologi, sejumlah model TWS kini sudah dilengkapi berbagai fitur pendukung seperti Active Noise Cancelling (ANC), mikrofon ganda untuk panggilan suara, serta daya tahan baterai yang dibantu oleh charging case.
Contoh TWS yang cukup populer antara lain Samsung Galaxy Buds Core, JBL Wave Buds, Anker Soundcore R50i, Xiaomi Redmi Buds 3 Lite, dan masih banyak lagi.
Kelebihan:
– Ringkas dan portabel
– Fitur relatif lengkap
Kekurangan:
– Mudah hilang
– Daya tahan baterai relatif lebih pendek
Cocok untuk:
– Penggunaan harian
– Commuting
– Olahraga ringan
2. Open-Ear Wireless
Open-ear merupakan jenis audio wearable yang tidak dimasukkan ke dalam liang telinga. Perangkat ini biasanya ditempatkan di dekat telinga dan menyalurkan suara lewat udara (air conduction). Karena telinga tidak tertutup, pengguna tentunya akan tetap bisa mendengar suara di sekitar, seperti kendaraan atau percakapan orang lain. Hal ini membuat open-ear banyak dipilih untuk aktivitas luar ruangan.
Contoh perangkat open-ear yang ada di pasar antara lain Shokz OpenFit, Huawei FreeClip 2, Anker Soundcore AeroFit 2, hingga QCY Crossky C50.
Kelebihan:
– Telinga tetap terbuka
– Lebih aman untuk outdoor
– Nyaman dipakai lama
Kekurangan:
– Efek suara bass biasanya terbatas
– Suara bisa bocor ke sekitar
Cocok untuk:
– Lari
– Bersepeda
– Aktivitas outdoor
3. Over-Ear Wireless
Over-ear merupakan perangkat wearable dengan bantalan besar yang menutupi seluruh telinga. Jenis ini dikenal menawarkan kualitas audio paling imersif dibanding tipe lain. Sebagian besar headphone over-ear modern sudah dilengkapi Active Noise Cancelling (ANC), driver besar, serta baterai yang bisa bertahan puluhan jam.
Contoh over-ear wireless yang populer antara lain Sony WH-1000XM5, Bose QuietComfort Ultra, QCY H3 Pro, Apple AirPods Max, Philips TAH2300, dan lain sebagainya.
Kelebihan:
– Kualitas suara paling maksimal
– Nyaman untuk pemakaian lama
Kekurangan:
– Ukuran besar
– Kurang praktis dibawa
Cocok untuk:
– Traveling
– Kerja fokus
– Menonton film
– Gaming
4. On-Ear Wireless
Audio wearable jenis on-ear memiliki bantalan yang menempel langsung di daun telinga, namun tidak menutupi seluruh telinga seperti over-ear. Ukuran on-ear lebih ringkas dibanding over-ear, tetapi kualitas suaranya umumnya lebih baik dibanding TWS karena menggunakan driver yang lebih besar.
Beberapa contoh on-ear wireless di pasaran meliputi JBL Tune 510BT, Sony WH-CH520, Philips TAH2000, Beats Solo3 Wireless, dkk.
Kelebihan:
– Kualitas suara lebih solid dari TWS
– Baterai lebih awet
Kekurangan:
– Isolasi suara terbatas
– Bisa menekan telinga jika lama dipakai
Cocok untuk:
– Kerja santai
– Mendengarkan musik di rumah atau kantor
5. Bone Conduction
Bone conduction adalah audio wearable yang bekerja dengan getaran tulang, bukan lewat liang telinga. Perangkat ini ditempel di tulang pipi atau sekitar telinga, sehingga telinga tetap terbuka sepenuhnya. Teknologi ini banyak dipilih oleh pengguna yang mengutamakan keselamatan, terutama saat berolahraga di jalan raya.
Contoh bone conduction di pasaran antara lain Shokz OpenRun, OnPoint Open Ear, Philips A6606, AfterShokz Aeropex, dan lain-lain.
Kelebihan:
– Aman
– Tetap mendengar lingkungan sekitar
Kekurangan:
– Kualitas suara dan bass terbatas
Cocok untuk:
– Lari
– Bersepeda
– Aktivitas luar ruang dengan traffic












