Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan di Pasar Takjil Kota Malang
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat pengawasan keamanan pangan, khususnya di pasar-pasar takjil yang mulai marak di berbagai wilayah saat bulan Ramadhan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual sesuai dengan standar kesehatan dan higienis.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kota Malang, drg M Zamroni, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara lintas sektor, melibatkan Puskesmas serta tenaga sanitarian di tingkat bawah. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari potensi risiko kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak layak.
“Saat Ramadhan banyak berdiri pasar takjil. Sebagai konsumen, masyarakat perlu memperhatikan aspek kesehatan,” ujarnya. “Karena itu kami lakukan pengecekan di berbagai titik.”
Pemeriksaan dilakukan sejak 18 Februari hingga 1 Maret 2026 di 19 pasar takjil. Selama periode tersebut, petugas telah memeriksa ratusan jenis makanan. Berikut adalah beberapa hasil pemeriksaan:
- Pemeriksaan bakteri Escherichia Coli (E.Coli): Sebanyak 101 sampel diperiksa, dan ditemukan 10 sampel mengandung bakteri E.coli yang tidak memenuhi persyaratan atau sekitar 9,9 persen.
- Uji kandungan boraks: 73 sampel diperiksa, dan hasilnya negatif.
- Pemeriksaan formalin: 72 sampel diperiksa, dan hasilnya juga negatif.
- Uji rodhamin B: 69 sampel diperiksa, dan ditemukan 4 sampel positif.
- Pemeriksaan metanil yellow: 25 sampel diperiksa, dan hasilnya negatif.
Zamroni menjelaskan bahwa E.coli bisa menyebabkan keracunan, namun jenis E.coli 0157 yang dapat menyebabkan diare berdarah tidak ditemukan dalam sampel yang diperiksa. Rodhamin B, yang merupakan zat pewarna sintetis yang seharusnya digunakan untuk tekstil, bukan pangan, berpotensi memicu kanker, merusak ginjal, serta mengganggu sistem pernapasan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
“Biasanya bisa dicurigai dari warna yang sangat mencolok atau tidak wajar. Kalau baunya aneh, itu juga patut diwaspadai,” katanya. Selain warna dan bau, bentuk makanan yang terlalu menarik namun tidak lazim juga perlu dicermati.
Dalam proses pengawasan, petugas bahkan melakukan uji organoleptik dengan mencicipi sampel secara langsung sebelum diuji laboratorium. Terhadap pedagang yang produknya dinyatakan tidak memenuhi syarat, Dinkes Kota Malang melakukan pendekatan persuasif berupa edukasi keamanan pangan serta meminta penggantian bahan dengan yang lebih aman.
“Kami sampaikan ke penjual, lalu kami edukasi. Setelah itu akan kami periksa ulang untuk memastikan edukasi berjalan,” tegas Zamroni.
Pengawasan ini akan terus berlangsung hingga berakhirnya aktivitas pasar takjil selama Ramadhan. Selain pengawasan lapangan, Dinkes Kota Malang juga melakukan pembinaan kepada para penjaja makanan, termasuk pelaku usaha restoran dan dapur SPPG. Mereka dilatih sebagai penjamah makanan agar memahami standar higiene dan sanitasi.
“Kami akan terus edukasi masyarakat agar mampu memilah dan memilih makanan yang sehat. Keamanan pangan ini tanggung jawab bersama,” pungkas Zamroni.
Tips Konsumen dalam Memilih Makanan Takjil
Rahmawati, warga Pandanwangi yang pernah beli jajanan takjil di Jalan Sulfat, menceritakan bahwa ia sangat berhati-hati memilih makanan di pasar. Ia tidak membeli makanan yang warnanya mencolok.
“Memang yang saya tahu sejauh ini kalau warnanya mencolok itu patut diwaspadai,” ujar Rahmawati. Untuk memastikan keamanan, Rahmawati seringnya membeli makanan yang dikukus ataupun dibakar. Pilihannya banyak di pasar takjil, yang dikukus bisa berupa ubi jalar, sedangkan yang dibakar bisa ayam atau ikan.
“Tapi kalau gorengan seperti pisang goreng, singkong goreng, saya pikir sudah wajar dan patut dibeli juga,” imbuhnya. Sebagai konsumen, Rahmawati juga ingin mendapatkan edukasi mengenali makanan tidak sehat dari bentuk atau aromanya. Sejauh ini, ia tidak pernah mendapatkan edukasi seperti itu melalui sosialisasi baik di tingkat RT maupun kelurahan.
“Sejauh ini baca-baca sendiri di internet, kalau sosialisasi langsung belum pernah,” ujar Rahmawati.












