Media asing soroti Prabowo sebagai penengah konflik Iran, hubungan dengan AS jadi perhatian

Tawaran Mediasi Prabowo Subianto dalam Konflik Iran: Dampak dan Kontroversi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel. Tawaran ini mendapat perhatian dari media internasional seperti Al Jazeera, yang menyebut langkah tersebut sebagai upaya diplomasi yang mencolok.

Tawaran mediasi muncul setelah serangan militer yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Indonesia menyatakan siap untuk mendorong dialog dan diplomasi guna meredakan konflik. Bahkan, Prabowo disebut siap melakukan perjalanan ke Teheran jika kedua pihak yang bertikai menyetujui upaya mediasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui media sosial menyampaikan pernyataan:
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi.”
“Jika disetujui oleh kedua pihak, Presiden Indonesia siap melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi.”

Reaksi dari Pengamat dan Tokoh

Pernyataan ini memicu perdebatan di dalam negeri. Banyak pihak menyoroti hubungan dekat Prabowo dengan pemerintahan Donald Trump. Dino Patti Djalal, mantan wakil menteri luar negeri dan mantan duta besar Indonesia untuk AS, mengungkapkan ketidakpuasan terhadap tawaran ini.

“Saya bingung mengapa ide ini tidak dikaji terlebih dahulu sebelum dipublikasikan. Itu sangat tidak realistis,” ujar Dino Patti Djalal.

Ian Wilson, dosen politik di Universitas Murdoch, Australia, menambahkan bahwa tawaran mediasi ini bisa membuat warga Indonesia khawatir tentang kedekatan Prabowo dengan Trump. “Di dalam negeri, orang-orang cenderung menafsirkan ini sebagai bentuk dukungan lebih lanjut kepada Trump dan karenanya kepada Netanyahu,” katanya.

Kontroversi Dewan Perdamaian Trump

Beberapa bulan terakhir, Prabowo juga mendapat sorotan karena menawarkan 8.000 pasukan Indonesia ke Gaza sebagai bagian dari Dewan Perdamaian Trump, yang juga melibatkan Israel. Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.

Banyak pihak menilai keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump melemahkan posisi independen negara di luar negeri. Sarbini Abdul Murad, direktur Indonesia untuk Perdamaian dan Kemanusiaan, menilai pernyataan Kementerian Luar Negeri tentang serangan itu sangat disayangkan karena terlalu naif.

“Kematian Ali Khamenei tidak mendapat tanggapan. Indonesia berada di persimpangan jalan dalam kebijakan luar negerinya.”

Pandangan dari Warga dan Aktivis

Peneliti Made Supriatma menyebut mayoritas warga Indonesia tetap mendukung Palestina, tapi banyak juga bersimpati kepada Iran karena sentimen anti-Amerika dan anti-Israel. Beberapa warga tidak mengetahui protes anti-pemerintah terbaru di Iran.

Namun, serangan terhadap warga sipil, termasuk pemboman sekolah perempuan di Minab yang menewaskan 165 orang, memicu simpati publik terhadap Iran.

Tanggapan dari Duta Besar Iran

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menghargai tawaran mediasi Prabowo, tapi mengatakan belum ada langkah nyata karena negosiasi dengan AS kemungkinan sia-sia.

“Kami percaya bahwa saat ini, tidak ada negosiasi dan diskusi dengan pemerintah Amerika yang akan bermanfaat, karena mereka tidak terikat dan tidak mematuhi hasil apa pun.”

Evaluasi Peran Indonesia

Dengan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap AS dan peran Prabowo di Dewan Perdamaian Trump, presiden mengadakan pertemuan dengan mantan presiden, wakil presiden, dan pemimpin politik untuk menilai dampak konflik Iran.

Hassan Wirajuda, mantan Menteri Luar Negeri, mengatakan Prabowo siap mengevaluasi peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump setelah serangan AS-Israel terhadap Iran.

“Prabowo siap mengevaluasi peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump setelah serangan AS-Israel terhadap Iran.”

Made Supriatma menambahkan, presiden terlihat terpojok karena kebijakan luar negeri yang pro-Amerika dan toleran terhadap Israel tidak populer di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *