Bisnis  

Dari dapur ke hampers Lebaran, Ramadan tingkatkan omzet Dian Ratnawati

Perjalanan Sukses Usaha Rumahan Dian Ratnawati Selama Ramadan

Di tengah kegiatan rutinitas sehari-hari, dapur rumah Dian Ratnawati (42) di Majalengka selalu dipenuhi aroma kue yang menggugah selera. Di sana, berbagai jenis kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju disiapkan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat drastis selama bulan Ramadan.

Dian Ratnawati, pemilik Dian Cookies dan Bakery, telah menjalani usaha ini selama lima tahun terakhir. Awalnya, ia hanya membuat kue basah seperti sus, risol, dan jajanan pasar yang dititipkan ke warung-warung sekitar rumah. Namun, dari usaha kecil itu, permintaan kue kering mulai meningkat. Pada 2023, Dian akhirnya membuka toko kecil sekaligus tempat stok produk di rumahnya.

Penjualan Kue Kering Meningkat Drastis

Selama Ramadan, penjualan kue kering Dian mengalami lonjakan hingga sekitar 50 persen dibanding tahun lalu. Untuk menghadapi pesanan yang semakin banyak, Dian menambah tenaga kerja menjadi lima orang agar produksi bisa selesai tepat waktu.

Kue-kue yang diproduksi Dian meliputi berbagai jenis, seperti nori cheese, pizza cookies, palm cheese, dan kue kacang. Semua kue tersebut dibuat di dapur rumahnya bersama beberapa pekerja. Harga kue yang dijual relatif terjangkau, berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per toples. Meski beberapa bahan baku mengalami kenaikan, Dian tetap menjaga harga agar tidak memberatkan pelanggan.

Paket Hampers yang Menarik Minat Pelanggan

Selain dijual per toples, Dian juga menyediakan paket hampers Lebaran yang kini semakin diminati pelanggan. Hampers tersebut berisi satu hingga empat toples kue dengan kemasan mika atau tas anyaman. Harga hampers bervariasi, mulai dari Rp95 ribu untuk paket sederhana hingga Rp345 ribu untuk paket empat toples.

Banyak pelanggan membeli hampers untuk keluarga, tetapi tidak sedikit yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Beberapa pemesanan mencapai 1000 toples. “Kadang ada yang pesan sampai 20 toples. Ada juga yang sampai 50 piece karena mereka reseller,” ujar Dian.

Promosi Sederhana di Media Sosial

Pelanggan Dian sebagian besar berasal dari Majalengka. Namun, pesanan juga datang dari luar daerah seperti Bandung dan Bekasi, biasanya melalui promosi sederhana yang dilakukan di media sosial. “Promosinya paling di Instagram sama Facebook saja,” katanya.

Meskipun terlihat sederhana, Ramadan selalu menjadi masa panen bagi usaha kecil Dian. Dari produksi yang berjalan hampir setiap hari sepanjang bulan puasa, ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta.

Keberhasilan yang Berdampak pada Keluarga

Bagi Dian, angka tersebut bukan sekadar hasil usaha. Dari dapur rumah itulah ia menopang kehidupan keluarga, sekaligus membiayai pendidikan anak perempuannya yang kini kuliah di Universitas Islam Bandung (Unisba).

Di bulan Ramadan, ketika banyak orang menunggu manisnya kue Lebaran di meja tamu, bagi Dian Ratnawati manis itu hadir lebih dulu dari dapur kecil di rumahnya, tempat harapan, kerja keras, dan doa bercampur menjadi satu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *