Kunjungan Eks Gubernur DKI Jakarta ke Rumah Sakit
Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta. Mereka datang untuk menjenguk aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.
Pada kunjungannya tersebut, Anies menyampaikan dukungan kepada keluarga Andrie. Ia hanya sempat berbincang dengan orang tua dan saudara Andrie karena korban masih dalam perawatan intensif. Menurut informasi yang diberikan oleh Anies, Andrie dalam kondisi sadar setelah menjalani operasi. Namun, dokter belum memperbolehkan siapa pun, termasuk keluarga, bertemu langsung dengan korban karena risiko infeksi yang tinggi.
“Kami berjumpa dengan ibu dan ayahnya, membesarkan hatinya, tentu mereka dalam situasi yang terpukul atas peristiwa yang dialami oleh putranya. Tadi adiknya ada di situ juga,” ujar Anies di RSCM.
Anies juga menyampaikan bahwa dukungan masyarakat terhadap korban sangat besar. “Dan kami sampaikan simpati dari masyarakat sangat luas, dan itu juga mereka rasakan, mereka merasakan dukungan dan perhatian masyarakat, dan dukungan teman-teman KontraS yang luar biasa, tadi mereka sampaikan membuat mereka merasa, dalam situasi yang berat ini terasa diringankan.”
Luka Parah Akibat Penyiraman Air Keras
Andrie Yunus menjadi sorotan setelah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat. Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah ia mengikuti rekaman siniar (podcast) yang membahas isu demokrasi dan sektor keamanan.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebutkan bahwa cairan yang diduga air keras menyebabkan luka cukup parah, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Profil dan Rekam Jejak Andrie Yunus
Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang aktif mengadvokasi isu-isu hak asasi manusia. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Dalam perannya, Andrie kerap terlibat dalam berbagai advokasi terkait pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, serta pendampingan korban kekerasan negara.
Sebelum bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada periode 2019–2022 sebagai advokat yang fokus pada advokasi hukum publik. Selama di LBH Jakarta, ia menangani berbagai perkara yang berkaitan dengan kebebasan sipil dan perlindungan hak masyarakat.
Andrie merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan penerima Beasiswa Jentera. Ia menyelesaikan pendidikannya pada 2020 dengan skripsi yang membahas peran paralegal dalam mewujudkan prinsip persamaan di hadapan hukum.
Selama aktif di KontraS, Andrie dikenal cukup vokal dalam menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan sektor keamanan. Ia juga terlibat dalam berbagai kampanye dan advokasi publik terkait reformasi sektor keamanan, termasuk mengkritisi wacana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil.
Pada 2025, Andrie sempat menjadi perhatian publik ketika bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang digelar tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Kehadiran mereka saat itu merupakan bentuk protes terhadap proses legislasi yang dinilai tidak transparan.
Selain itu, Andrie juga pernah memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi untuk menyampaikan pandangan dari perspektif masyarakat sipil.












