Sosok Misterius Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku

Penyelidikan Serangan Keras terhadap Anggota KontraS

Sebuah peristiwa mengerikan yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kini sedang menjadi fokus penyelidikan pihak berwajib. Insiden ini terjadi di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, dan diduga dilakukan oleh dua orang pelaku yang masih dalam pencarian.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi pada malam hari, tepatnya pada Kamis (12/3/2026). Andrie Yunus baru saja selesai mengikuti sebuah acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu, ia meninggalkan lokasi dan berjalan menuju arah Salemba. Tak lama setelahnya, insiden mengerikan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Rekaman CCTV Mengungkap Aksi Pelaku

Pihak kepolisian telah melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan mengumpulkan bukti digital, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari hasil awal, terlihat bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang yang menggunakan sepeda motor. Mereka bahkan sempat memutar balik kendaraannya sebelum menyiramkan cairan mematikan ke korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. “Informasi awal ada dua orang ya yang patut diduga, tapi ini masih kami dalami. Kami sekarang mengedepankan pemulihan dulu kepada korban,” ujarnya.

Pendekatan Ilmiah dalam Penyelidikan

Penyelidikan terhadap kasus ini dilakukan dengan pendekatan ilmiah (scientific crime investigation). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kasus ini, sehingga penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa proses analisis bukti digital sedang berjalan intensif. “Artinya, pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu, penyidik juga telah memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi. Menurut Johnny, saat ini terdapat dua saksi yang sudah diperiksa. “Mungkin nanti akan dia berkembang, karena ini masih awal, masih awal,” tambahnya.

Kondisi Korban dan Perawatan Medis

Hingga saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Luka bakar yang dialaminya cukup parah, mencapai 24 persen. Luka tersebut menyebar di area vital seperti tangan, wajah, dada, dan mata, yang membutuhkan penanganan medis ekstra.

Polisi telah meminta visum awal untuk melengkapi berkas penyelidikan. Atas kejahatan ini, para pelaku akan dijerat dengan sangkaan penganiayaan berat sesuai Pasal 467 ayat (2) dan/atau Pasal 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Pihak kepolisian masih terus memetakan titik-titik rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. “Ya pasti itu akan disisir, itu sudah merupakan suatu teknik yang dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Tapi kan tidak perlu harus kami sampaikan secara detail ya,” ujar Kombes Budi Hermanto.

Dia juga menegaskan bahwa polisi akan terus berupaya untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini, korban telah ditangani oleh pihak rumah sakit, dan penyidik juga terus mendalami saksi-saksi yang ada.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *