Menteri Sosial Saifullah Yusuf: Pasca Lebaran 2026, Momentum untuk Kembali Bekerja dengan Disiplin dan Semangat Baru
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan pernyataan penting dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menekankan bahwa pasca Lebaran menjadi momen penting untuk kembali bekerja dengan semangat dan disiplin baru, serta memiliki orientasi yang lebih kuat pada pelayanan kepada masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat yang dilaksanakan secara hybrid di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh seluruh pimpinan dari masing-masing direktorat. Gus Ipul menegaskan bahwa berbagai program dan layanan yang diberikan harus tepat sasaran, cepat, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Setelah Lebaran ini harus menjadi awal percepatan kerja yang lebih disiplin, lebih bersih, dan lebih berdampak. Semua program, data, pengawasan, dan layanan harus bermuara pada satu tujuan, yakni melindungi, menguatkan, dan memuliakan masyarakat,” ujarnya.
Tidak Ada Ego Sektor, Satu Irama untuk Program Prioritas
Gus Ipul juga menekankan pentingnya kerja sama lintas unit dalam tubuh Kemensos. Ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada ego sektoral dalam bekerja. Seluruh unit harus bekerja dalam satu irama yang sama untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Satu orkestrasi yang terhubung satu dengan yang lain. Coba para direktur, sering-sering ngobrol, tidak hanya secara formal, tapi pokoknya yang tugasnya tampak bersinggungan, saya minta benar-benar duduk bersama cari solusi, cari koordinasi, cari cara untuk mengintegrasikan program. Tolong konkretkan dan tolong ini jadi satu policy yang nanti berdampak nyata di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
Selain konsolidasi internal, Gus Ipul juga menyampaikan bahwa Kemensos harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen. Ia mendorong agar disiapkan solusi transisi yang layak, aman, dan bermutu bagi daerah yang belum memiliki gedung sekolah permanen dengan memanfaatkan aset atau fasilitas yang tersedia.
“Kemudian, perlu percepatan evaluasi pemerataan SDM Sekolah Rakyat secara jujur, mana yang sudah cukup, mana yang masih kurang guru, mana yang kurang wali asuh, wali asrama, tenaga administrasi dan tenaga pendukung lainnya,” jelasnya.
Rehabilitasi Sosial dengan Pendekatan Manusia
Terkait rehabilitasi sosial (rehsos), Gus Ipul meminta Direktorat Jenderal Rehsos memberikan layanan kepada lansia, penyandang disabilitas, anak, korban napza, dan kelompok rentan lainnya dengan pendekatan manusiawi, berbasis keluarga, dan berbasis komunitas.
Dia menekankan, standar layanan, etika pendampingan, dan mutu intervensi harus dijaga agar upaya memulihkan harkat, fungsi sosial, dan harapan hidup kelompok rentan dapat benar-benar terasa.
Sentra-sentra di beberapa provinsi merupakan ujung tombak layanan Kemensos. Ia pun meminta agar seluruh sentra tidak hanya menjadi tempat pelayanan administratif, melainkan harus menjadi pusat layanan terpadu yang aktif, responsif, dan solutif.
“Sentra harus menjadi simpul yang menghubungkan perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan, dan pelayanan kedaruratan. Perlu penegasan kembali peran setiap sentra sesuai kebutuhan wilayah dan kelompok sasaran,” ungkap Gus Ipul.
Pengelolaan Sentra yang Aktif dan Responsif
Gus Ipul menjelaskan bahwa pengelolaan sentra harus bergerak dari pola pasif menjadi pola jemput bola. Ia ingin agar sentra mampu membaca persoalan sosial di wilayah kerja masing-masing, membangun jejaring, dan menghadirkan intervensi yang tepat.
“Perlu penguatan kolaborasi dengan pemda, pilar-pilar sosial, komunitas, dan lembaga, masyarakat. Ukuran keberhasilan bukan hanya penyerapan anggaran, tapi perubahan nyata dalam kehidupan penerima manfaat,” tegas dia.
Bansos yang Tepat Sasaran dan Transparan
Adapun terkait perlindungan dan jaminan sosial, Gus Ipul menyampaikan bahwa bansos harus makin tepat sasaran, tepat waktu, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Dia meminta agar aduan yang disampaikan oleh masyarakat harus ditangani secara cepat, sederhana, dan solutif.
“Perlindungan sosial harus menjadi bantalan masyarakat rentan sekaligus dihubungkan dengan pemberdayaan dan jalan menuju kemandirian atau graduasi. Pendamping sosial PPPK, Tagama, karang taruna, pekerja sosial, dan seluruh pilar sosial harus terus diperkuat kapasitas dan kolaborasinya,” ujar Gus Ipul.
Penguatan Program Pemberdayaan Sosial
Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya penguatan program pemberdayaan sosial. Sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bansos, tetapi harus bangkit menuju kemandirian.
“Pemberdayaan harus dibangun bersama pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai mitra. Target graduasi harus jelas,” kata dia.
Pemutakhiran DTSEN dan Budaya Berbasis Data
Gus Ipul juga meminta agar pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyaluran bansos harus dikawal secara serius melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dia bahkan menekankan soal budaya berbasis data. Menurutnya, semua unit bekerja berdasarkan data, bukan asumsi.
Penguatan Inspektorat Jenderal
Terakhir, Gus Ipul menegaskan pentingnya penguatan Inspektorat Jenderal (Itjen) dalam mengawal dan mengawasi. Sehingga program kerja Kemensos dapat berjalan dengan benar sejak awal, tepat aturan, tepat sasaran, dan minim risiko.
“Pengawasan harus lebih dini, lebih cermat, dan lebih menyentuh titik-titik rawan dalam pelaksanaan program, terutama yang berkaitan dengan bansos, pengelolaan sentra, Sekolah Rakyat, dan pemanfaatan anggaran. Irjen perlu memperkuat fungsi pencegahan, pendampingan, audit, monitoring, dan peringatan dini, bukan hanya penindakan setelah masalah terjadi,” ujar Gus Ipul.
Lebih lanjut, dia menambahkan, seluruh unit kerja harus terbuka terhadap pengawasan. Sebab, menurutnya, pengawasan yang sehat adalah bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik.
“Penguatan Irjen penting agar tidak ada ruang bagi kelalaian, pemborosan, penyimpangan, atau lemahnya pengendalian internal dalam program yang menyangkut rakyat kecil,” pungkasnya.












