Kronologi Siswa SMK Bangka Pusing dan Mual Usai Makan Burger MBG, Roti Berjamur

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Menimbulkan Kekhawatiran di SMKN 1 Sungailiat

Pada bulan suci Ramadan tahun 2026, sejumlah siswa SMK Negeri di Kabupaten Bangka mengalami pusing dan mual-mual setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi saat pendistribusian MBG di SMKN 1 Sungailiat, Bangka, pada tanggal 9 Maret 2026. Menu yang diberikan adalah burger, yang langsung disantap oleh para siswa nonmuslim yang tidak berpuasa.

Kepala SMKN 1 Sungailiat, Nina Erlina, menjelaskan bahwa jumlah siswa yang menerima MBG hanya sekitar 500-an dari total 1.059 siswa. Burger tersebut dibagikan kepada peserta didik dan langsung dimakan oleh siswa-siswi nonmuslim. Namun, tak lama setelah itu, seorang siswi kelas 10 mengalami muntah-muntah. Pihak sekolah segera menghubungi orang tua siswi tersebut, yang kemudian menjemput anaknya untuk dirawat mandiri.

Menurut Nina, saat diperiksa, burger yang dimakan oleh siswi tersebut hanya sedikit dan belum sampai setengah. Oleh karena itu, pihak sekolah tidak bisa menyimpulkan apakah muntah-muntah yang dialami siswi tersebut disebabkan oleh burger MBG atau faktor lain seperti masuk angin.

Setelah kejadian tersebut, teman-teman sekelas siswi yang muntah mulai merasa waswas dan memeriksa burger MBG yang diterima. Ternyata, ada beberapa burger yang rotinya sudah berjamur. Siswa-siswi yang belum menyantap diminta untuk mengembalikan burger tersebut. Sementara itu, roti burger yang dikonsumsi oleh siswi yang muntah dalam kondisi baik.

Beberapa jam kemudian, tiga orang siswi lain yang merupakan teman sekelas siswi yang muntah mengeluh pusing dan mual-mual. Pihak sekolah langsung membawa mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat. Setelah diberi perawatan dengan suntikan dan lain-lain, ketiga siswi tersebut sekitar setengah jam kemudian dinyatakan boleh pulang dan kembali sehat.

Selanjutnya, satu orang siswi kelas 11 juga mengeluh pusing dan masuk ke UKS. Setelah rasa pusing tidak hilang, siswi tersebut dibawa ke rumah sakit. Ternyata, siswi tersebut dirawat inap selama dua hari dan diketahui mengalami vertigo. Orang tua siswi tersebut memberi tahu pihak sekolah setelah hasil pemeriksaannya keluar.

Pihak sekolah tidak mau menyimpulkan apakah para siswi yang mengalami sakit tersebut disebabkan oleh mengonsumsi burger MBG atau tidak. Nina menjelaskan bahwa roti yang berjamur hanya ada beberapa potong dan belum dimakan. Yang sudah dimakan oleh tiga siswi dan siswi yang mengalami vertigo, tidak tahu apakah ada jamur atau tidak.

Penjelasan Pengelola Dapur MBG

Sebelumnya, pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Parit Padang, Sungailiat, Bangka, angkat bicara soal adanya siswa yang dilarikan ke rumah sakit. Wahyuni, PIC Yayasan Dapur MBG Imam Bonjol, menjelaskan bahwa SPPG Parit Padang berhenti operasional sementara sejak 11 Maret 2026 berdasarkan surat dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional. Keputusan ini diambil guna melaksanakan evaluasi menyeluruh terkait standar kualitas menu MBG.

“Saat ini, kami sedang menunggu hasil uji sampel laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM yang akan menjadi acuan utama dalam menentukan langkah operasional selanjutnya,” jelasnya.

Mengenai lima siswa yang sempat mengalami keluhan pusing dan mual, pihaknya menginformasikan bahwa seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis yang tepat. “Saat ini siswa dalam kondisi baik tanpa adanya gangguan kesehatan yang signifikan,” tambahnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan. “Mohon doa dan pengertiannya selama proses evaluasi ini berlangsung,” sambungnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *