Kapten Inf Zulmi dan Sertu Ikhwan Gugur Usai Israel Ancam Serang Hizbullah dari Darat dan Udara

Insiden Maut di Lebanon: Dua Personel TNI Gugur Akibat Ledakan

Pada Senin (30/3/2026), sebuah ledakan terjadi di dekat Desa Bani Hayyan, Lebanon Selatan, yang menewaskan dua personel TNI dari UNIFIL. Insiden ini terjadi dalam konteks meningkatnya serangan militer Israel terhadap Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran. Ledakan tersebut juga melukai dua prajurit TNI lainnya.

Penyebab Ledakan Masih Dalam Penyelidikan

United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal usul ledakan yang menewaskan dua prajurit TNI. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada informasi pasti tentang sumber serangan proyektil yang menyebabkan kematian para prajurit.

Menurut laporan BBC, ledakan terjadi tidak lama setelah militer Israel mengumumkan rencana untuk meningkatkan serangan darat dan udara terhadap Hizbullah. Sementara itu, Hizbullah telah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 1.200 orang telah tewas dalam serangan berkelanjutan Israel di seluruh Lebanon, sementara lebih dari 1,2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa invasi darat Israel memicu konfrontasi yang semakin intensif dan kekerasan mematikan di Lebanon Selatan.

Dalam insiden lain, seorang tentara Lebanon tewas dalam serangan Israel terhadap pos pemeriksaan militer di selatan pada Senin (30/3/2026). Menurut Obaida Hitto dari Al Jazeera, 48 jam terakhir ditandai dengan beberapa insiden yang melibatkan UNIFIL dan militer Lebanon.

Identitas Korban

Berdasarkan laporan sementara yang diterima Tribunnews, dua prajurit TNI yang gugur di Bani Hayyan adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana. Sedangkan dua prajurit TNI lainnya yang luka-luka adalah Kapten Inf Sulthan dari Yonif 320 dan Praka Deni dari AU Lanud Atang Sanjaya.

Insiden ini terjadi saat para prajurit TNI sedang melakukan penjemputan jenazah Praka Farizal Romadhon, yang sebelumnya gugur akibat ledakan saat saling serang antara militer Israel dan Hizbullah pada Minggu (29/3/2026). Dengan demikian, sudah tiga personel TNI gugur, dan lima prajurit TNI lainnya luka-luka di Lebanon dalam waktu dua hari terakhir.

Kronologi Kejadian

Laporan kronologi sementara menyebutkan bahwa Indonesian Task Force Bravo (TFB) dengan 2 Ran melakukan escort/pengawalan kepada Spanyol, CSSU (Combat Support Service Unit) dengan total rangkaian kendaraan sejumlah 6 unit. Rombongan membawa peti jenazah kosong untuk menjemput jenazah Praka Farizal Romadhon.

Saat kendaraan lapis baja melintas di Bani Hayyan, tiba-tiba terjadi ledakan pada kendaraan (Ran) 1 hingga rusak parah. Penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan.

Danki B Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ikhwan meninggal di lokasi kejadian. Dua korban tersebut tertinggal karena intensitas serangan sangat tinggi di TKP. Sementara dua prajurit yang terluka, yakni Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni, sempat dilarikan ke Sector East HQ pada pukul 12.00 waktu setempat.

Jenazah Praka Farizal Dalam Proses Pemulangan

Sebelumnya, seorang penjaga perdamaian TNI bernama Praka Farizal Romadhon gugur pada Minggu (29/3/2026) malam akibat ledakan di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Jenazahnya saat ini dalam proses pemulangan ke Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa ada 3 korban luka selain 1 korban meninggal akibat serangan artileri ke Lebanon pada Minggu (29/3/2026). Tiga korban yang mengalami luka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

Personel UNIFIL dari Indonesia yang Gugur dan Terluka

  • Gugur:
  • Praka Farizal Romadhon: prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda.
  • Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar: dari Sat Grup 2 Kopassus.
  • Sertu Ikhwan: dari Kesdam IX Udayana.

  • Terluka:

  • Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan: terkena ledakan saat saling serang antara militer Israel dan Hizbullah di dekat Adchit Al Qusayr.
  • Kapten Inf Sulthan: dari Yonif 320.
  • Praka Deni: anggota AU Lanud Atang Sanjaya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *