PDI Perjuangan Mengutuk Serangan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menyampaikan pernyataan sikap atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, partai berlambang banteng moncong putih ini mengecam keras serangan terhadap personel penjaga perdamaian PBB dan meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik lebih kuat dalam memperjuangkan perlindungan pasukan internasional.
Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat bernomor 337/EX/DPP/III/2026 yang ditandatangani oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto pada Senin (30/3/2026). Dalam pernyataannya, PDI Perjuangan menyatakan kecaman terhadap setiap tindakan yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. “Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional,” tulis pernyataan tersebut.
Partai tersebut juga mendorong pemerintah Indonesia untuk memimpin negara-negara pengirim pasukan atau Troop Contributing Countries agar memperkuat sistem perlindungan personel PBB. Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya evaluasi terhadap Rules of Engagement agar lebih melindungi prajurit yang bertugas di wilayah konflik.
Selain itu, PDI Perjuangan mendukung penuh investigasi independen yang dilakukan UNIFIL secara transparan agar hasilnya dapat diketahui publik dan dilaporkan kepada Dewan Keamanan PBB. Partai juga menyerukan agar pemerintah memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, serta dukungan pendidikan bagi keluarga almarhum.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut telah memberikan instruksi kepada seluruh kader partai untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum. “Ibu Megawati Soekarnoputri telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum,” tulis pernyataan tersebut.
Sebagai bentuk solidaritas, keluarga besar partai akan memberikan bantuan langsung kepada keluarga korban. Termasuk pemberian santunan rumah ataupun ke depan beasiswa bagi anaknya yang saat ini baru berusia 2 tahun. Partai juga mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersama-sama menuntut keadilan dan memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit TNI yang masih bertugas di Lebanon.
“Semoga almarhum Praka Farizal Rhomadhon mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tandas pernyataan tersebut.
Insiden Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon
Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon pada Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka di wilayah dekat Kota Adchit al Qusayr, Lebanon selatan, yang berdekatan dengan perbatasan Israel.
Tiga prajurit yang mengalami luka adalah Praka Rico Pramudia dengan luka berat, Praka Bayu Prakoso luka ringan, dan Praka Arif Kurniawan luka ringan. Saat ini ketiganya telah mendapatkan penanganan medis. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam penugasan tersebut.
“Dalam penanganan, dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).
Jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di markas East Sector Headquarters sambil menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia Beirut.












