Iran jatuhkan dua pesawat militer dan satu helikopter AS



Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada hari Jumat mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-35 milik Amerika Serikat di wilayah tengah Iran. Informasi ini disampaikan oleh media setempat, sementara nasib pilot pesawat tersebut masih belum diketahui setelah pesawat tersebut hancur. Pernyataan ini dilaporkan oleh kantor berita Tasnim, yang mengutip pernyataan IRGC.

Beberapa jam setelah kejadian tersebut, media Iran melalui Anadolu melaporkan bahwa sebuah helikopter AS yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan pilot jet tempur AS yang jatuh terkena proyektil. Menurut laporan kantor berita semi-resmi Mehr, helikopter tersebut ikut serta dalam operasi pencarian pilot jet tempur AS yang diduga ditembak jatuh oleh Iran sebelumnya. Meskipun demikian, kantor berita tersebut hanya menerbitkan gambar yang diduga sebagai helikopter yang jatuh tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang korban atau kondisi insiden tersebut.

Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah diberi informasi mengenai jet tempur AS—kemungkinan F-15—yang ditembak jatuh di atas Iran. Berdasarkan laporan CBS News, satu anggota kru dari pesawat tersebut berhasil diselamatkan oleh pasukan AS.

Pernyataan IRGC menandai kali kedua Iran mengaku telah menembak jatuh jet tempur F-35 AS sejak eskalasi konflik pada 28 Februari. Pada 19 Maret, Iran juga mengumumkan bahwa mereka telah menembak jatuh F-35, tetapi klaim tersebut ditolak oleh AS. Selain itu, pada Kamis, Iran juga mengklaim telah menjatuhkan jet tempur F-16 milik Israel.

Pesawat Tempur Kedua

Secara terpisah, pesawat tempur Angkatan Udara AS kedua jatuh di Timur Tengah pada Jumat, menurut seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas situasi militer yang sensitif. Tidak jelas apakah pesawat tersebut jatuh atau ditembak jatuh, dan apakah Iran terlibat dalam kejadian tersebut. Status awak dan lokasi jatuhnya pesawat belum diketahui secara pasti.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa pesawat kedua jatuh dan pilot tunggal pesawat A-10 Warthog berhasil diselamatkan dengan selamat. Pesawat serang A-10 jatuh di dekat Selat Hormuz sekitar waktu yang sama ketika sebuah pesawat F-15E Angkatan Udara ditembak jatuh di atas Iran, menurut laporan para pejabat.

Insiden ini menandai peningkatan besar dalam konflik tersebut hanya dua hari setelah Trump seperti dilansir France24 mengatakan dalam pidato nasional bahwa AS telah “mengalahkan dan benar-benar menghancurkan Iran” dan “akan menyelesaikan pekerjaan itu, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat”.

Tidak ada detail resmi yang dirilis. Jumlah awak di dalam pesawat dan keberadaan awak lainnya masih belum diketahui secara pasti. Awalnya, penyebab jatuhnya pesawat tersebut masih belum jelas. Namun, dalam sebuah email dari Pentagon yang diperoleh Associated Press, militer AS mengatakan telah menerima pemberitahuan tentang “sebuah pesawat yang ditembak jatuh” di Timur Tengah, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Konflik yang Berkembang

Insiden-insiden tersebut terjadi ketika Iran menembaki target di seluruh Timur Tengah pada Jumat, terus menekan Israel dan negara-negara tetangga Arab Teluk, meskipun AS dan Israel bersikeras bahwa kemampuan militer Iran hampir hancur. Serangan Iran terhadap infrastruktur energi Teluk dan cengkeramannya yang kuat di Selat Hormuz, yang dilalui seperlima minyak dan gas alam dunia pada masa damai, telah mengguncang pasar saham, menyebabkan harga minyak meroket, dan mengancam akan menaikkan biaya banyak barang kebutuhan pokok, termasuk makanan.

Sebelum kabar penyelamatan tersebut, rekaman media sosial menunjukkan drone, pesawat, dan helikopter Amerika terbang di atas wilayah pegunungan. Sebuah saluran TV yang berafiliasi dengan televisi pemerintah Iran sebelumnya mengatakan pada Jumat bahwa setidaknya satu pilot melompat keluar dari jet tempur. Seorang pembawa acara telah mendesak penduduk untuk menyerahkan setiap “pilot musuh” kepada polisi dan menjanjikan hadiah.

Ini adalah pertama kalinya AS kehilangan pesawat di wilayah Iran selama konflik dan dapat menandai tingkat tekanan baru yang diberikan pada militer AS. Kawasan tersebut telah siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei. Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel bersama Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *