Profil Praka Farizal Rhomadhon
Praka Farizal Rhomadhon menjadi sorotan publik setelah gugur dalam menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Almarhum meninggal setelah terkena proyektil yang menghantam posisi kontingen Indonesia dalam tugas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI, dan seluruh bangsa Indonesia.
Sebagai seorang prajurit muda, Praka Farizal dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara. Ia hampir menyelesaikan masa penugasannya sebelum insiden tragis tersebut terjadi. Selain sebagai anggota TNI, ia juga merupakan seorang suami dan ayah dari satu anak. Berikut adalah profil lengkap Praka Farizal Rhomadhon.
Latar Belakang dan Karier Militer
Praka Farizal Rhomadhon berasal dari Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, yang berada di bawah Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, dan bermarkas di Bireuen, Aceh. Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Teuku Mustafa Kamal, membenarkan kabar gugurnya prajurit tersebut saat bertugas di Lebanon. Menurut keterangan yang disampaikan, Praka Farizal merupakan anggota satuan Yonif 113/Jaya Sakti yang sedang tergabung dalam satuan tugas di luar negeri dan hampir menyelesaikan masa penugasannya.
Ia lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998. Meski berasal dari Pulau Jawa, ia bertugas di satuan yang berada di Aceh. Sosoknya dikenal sebagai prajurit muda dengan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara. Semangat pengabdian itu pula yang membawanya dipercaya mengemban misi internasional sebagai penjaga perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebelum ditugaskan ke luar negeri, ia sempat menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima. Jabatan tersebut merupakan posisi operasional yang bertugas menjaga disiplin dan tata tertib di lingkungan Kompi Markas Satuan Yonif 113/Jaya Sakti.
Penghargaan dan Dedikasi
Almarhum juga tercatat pernah menerima sejumlah tanda kehormatan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya. Ia diketahui menerima Satyalancana Dharma Nusa (SL Dharma Nusa) dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Penghargaan tersebut menjadi simbol loyalitas, disiplin, dan pengabdian tanpa cacat selama menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.
Tugas dalam Misi Perdamaian Dunia di Lebanon
Pada April 2025, ia ditugaskan dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Praka Farizal menjadi anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL, yang merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
UNIFIL sendiri merupakan pasukan penjaga perdamaian yang dibentuk oleh PBB untuk ditempatkan di wilayah Lebanon. Pasukan ini didirikan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 425 dan 426 pada 19 Maret 1978. Tujuan pembentukan UNIFIL adalah untuk memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu pemerintah Lebanon mengembalikan kendali efektif di wilayahnya.
Gugurnya Praka Farizal di Lebanon
Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur pada Minggu (29/3/2026) setelah terkena proyektil yang menghantam salah satu pos kontingen Indonesia. Menurut informasi yang disampaikan, proyektil tersebut meledak di dekat Desa Adchit al Qusayr di Lebanon selatan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menyebut Farizal gugur saat bertugas di Kota Adshit al-Qusya.
Insiden itu terjadi di tengah memanasnya konflik di wilayah tersebut. Meski sempat disebut berkaitan dengan serangan militer Israel, hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana artileri berasal. TNI menyebut insiden berlangsung di tengah saling serang artileri dan proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL untuk memastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut.
Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda menyebut Praka Farizal sudah hampir setahun bertugas di Lebanon dan dijadwalkan segera kembali ke Indonesia. Dengan kata lain, misi yang dijalankannya hampir berakhir sebelum insiden tragis tersebut merenggut nyawanya.
Sosok Suami dan Ayah dari Satu Anak
Di balik seragam dan tugas negara, Praka Farizal Rhomadhon merupakan kepala keluarga. Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang putri bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang lahir pada 6 Mei 2024.
Keluarga kecil mereka selama ini tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/Jaya Sakti di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kepergian Praka Farizal meninggalkan duka mendalam bagi istri dan anaknya yang masih kecil. Profil Praka Farizal Rhomadhon pun kini dikenang sebagai bagian dari pengorbanan terbaik seorang prajurit untuk bangsa dan perdamaian dunia.












