CIPTAWARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat sepanjang perdagangan dengan pergerakan yang diperkirakan berada di kisaran 7.780-7.833. Pengamat pasar modal dan Founder WH Project, William Hartanto, mengatakan bahwa level 7.800 masih tersentuh saja dan belum berhasil ditembus, yang berarti IHSG sedang mengalami kondisi menguat terbatas.
“Meskipun ada potensi untuk breakout, namun para investor dapat mulai mempertimbangkan untuk membeli saham-saham 2nd liner jika saham-saham big caps sudah jenuh beli,” tulis William dalam analisisnya, Jumat (13/9/2024).
Pada perdagangan kemarin, IHSG mencetak rekor baru dengan net buy asing sebesar 1.04 triliun dan nilai transaksi mencapai 14T. “Euforia pasar masih cukup kuat, terutama pada saham-saham 2nd liner yang menjadi fokus akumulasi asing,” ujar William.
Dari sisi teknikal, IHSG masih berada dalam kondisi strong uptrend setelah berhasil menembus level 7.700 dan saat ini sedang menguji level 7.800 yang akan menjadi support baru. Terbentuk pula demand zone pada kisaran 7.669-7.726.
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saham secara teknikal yang dapat dipertimbangkan oleh para investor;
JPFA, speculative buy, support 1.525, resistance 1.640.
Pergerakan saham ini sedang melemah, namun masih berpotensi menjadi demand zone jika mampu mempertahankan level 1.525 sebagai support.
HRUM, speculative buy, support 1295, resistance 1.390.
Pergerakan harga saham ini membentuk pola head & shoulders namun berhasil rebound di atas level 1.295 yang menjadi neckline.
ULTJ, buy, support 1.790, resistance 1.860.
Pergerakan harga saham ini membentuk pola double bottom dengan neckline pada level 1.860 (pola belum terkonfirmasi).
PNLF, buy, support 404, resistance 484.
Pergerakan harga saham ini membentuk pola falling wedge dengan neckline pada level 404 (pola sudah terkonfirmasi).












