Pengakuan Rey Mengenai Hubungan dengan IA
Setelah dituduh melakukan penipuan terhadap perempuan berinisial IA (28) di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rey akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengungkapkan bahwa hubungan yang mereka jalin bukanlah kebohongan seperti yang diberitakan. Rey, yang dikenal dengan nama panggilan Yupi Rere, menegaskan bahwa IA sudah tahu identitasnya sejak awal.
“Ya kecewa pasti, karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu,” ujar Rey saat memberikan pernyataan kepada awak media.
Rey menyatakan bahwa hubungan mereka tidak dimulai dari kebohongan. IA, yang juga dikenal sebagai Vela, sudah mengetahui jati dirinya sejak awal perkenalan. Bahkan, ia menjelaskan bahwa IA sering berkunjung ke rumahnya dan teman-temannya juga mengetahui tentang hubungan tersebut.
Trauma dan Perhatian yang Diberikan
Menurut Rey, hubungan mereka semakin dekat setelah IA mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. Ia mencoba untuk memperlakukan IA dengan baik tanpa meminta apa pun.
“Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa,” ujarnya.
Rey juga mengungkap bahwa keputusan untuk menikah bukan sepenuhnya datang dari dirinya. Ia bahkan pernah mengajak IA untuk mengakhiri hubungan tersebut. Namun, situasi memburuk setelah ada ancaman akan bunuh diri dan ibunya sampai pingsan.
Bantuan Finansial dan Uang yang Diberikan
Rey menilai bahwa ada faktor ekonomi di balik hubungan tersebut. Ia mengklaim telah membantu kebutuhan finansial IA, termasuk melunasi beberapa utangnya.
“Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya,” ujarnya.
Ia memperkirakan total bantuan yang telah diberikan kepada Vela mencapai sekitar Rp200 juta. Rey juga mengaku sempat menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk melihat respons dari situasi tersebut.
Penyangkalan atas Tuduhan Pemalsuan Dokumen
Terhadap tuduhan pemalsuan dokumen, Rey dengan tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa identitas yang digunakannya merupakan identitas asli.
“Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Identitas yang saya kasih itu asli,” ujarnya.
Rey juga menyangkal adanya tindakan intimidasi maupun ancaman terhadap IA. Ia mengaku tidak pernah mengancam atau mengintimidasi dia.
Keterangan Intan Anggraeni
Di sisi lain, Intan Anggraeni menyampaikan keterangan yang berbeda. Ia mengaku menjadi korban penipuan setelah dijanjikan kehidupan layaknya dongeng. Dalam pengakuannya, Rey disebut menjanjikan pernikahan mewah di hotel berbintang dengan menghadirkan artis ternama seperti Judika dan NDX AKA, serta busana dari desainer terkenal.
“Rencana akan nikah resmi dan resepsi di Hotel Mercure. Saya juga dijanjikan akan dibelikan mobil Lamborghini dan rumah,” kata Intan.
Namun, di balik janji kemewahan tersebut, Intan justru mengaku diminta meminjam uang sebesar Rp1,5 juta dari tetangganya untuk membiayai pernikahan siri mereka yang berlangsung pada 3 April 2026.
“Saya disuruh pinjam uang ke tetangga, ya saya pinjam. Terus maharnya juga pakai uang itu Rp 100.000,” tuturnya pilu.
Penanganan oleh Polresta Malang Kota
Saat ini, kasus dugaan penggunaan identitas palsu dan penipuan tersebut sedang ditangani oleh Polresta Malang Kota. Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, membenarkan bahwa laporan terkait kasus ini telah diterima oleh pihak kepolisian.
“Kami sudah menerima laporan pengaduan terkait kasus ini,” ujar Ipda Lukman pada Kamis (9/4/2026).
Polisi masih melakukan pendalaman untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam sengketa asmara yang berujung pada laporan hukum ini.












