Bisnis  

Kekayaan Dedy Mandarsyah, Ayah Lady Aurelia, Butuh Waktu Seminggu untuk Dianalisis oleh KPK

Diperlukan Waktu Seminggu untuk KPK Menganalisis Kekayaan Ayah Lady Aurelia, Dedy Mandarsyah

ciptawarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa proses analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat (BPJN Kalbar), Dedy Mandarsyah, telah berlangsung selama satu pekan. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, terkait sorotan terhadap LHKPN Dedy yang melibatkan anaknya. “Waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis adalah satu minggu,” ujar Nainggolan pada Minggu (15/12/2024).

Dalam proses tersebut, KPK sedang menelisik keabsahan LHKPN yang dilaporkan oleh penyelenggara negara tersebut. Pahala menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk memanggil Dedy jika ditemukan kejanggalan yang membutuhkan klarifikasi. Sebelumnya, KPK telah memulai analisis terhadap harta kekayaan Dedy Mandarsyah, Kepala BPJN Kalimantan Barat, yang diduga merupakan ayah dari Lady Aurelia Pramesti.

“Saat ini, Direktorat LHKPN KPK sedang melakukan analisis awal terhadap LHKPN Dedy Mandarsyah,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika pada Sabtu (14/12/2024). Perlu diketahui, nama Dedy Mandarsyah menjadi sorotan setelah seorang dokter koas di Palembang, M Lutfi, dianiaya oleh seorang pria berbaju merah di sebuah toko kue. Peristiwa ini terjadi setelah ibu dari Lady Aurelia Pramesti, Sri Meilina, bertemu dengan Luthfi untuk membahas jadwal jaga dokter koas anaknya. Namun, pertemuan tersebut berakhir ricuh ketika sopir Lady Aurelia, yang diduga sebagai ayahnya, ikut terlibat dalam perkelahian.

Setelah video kejadian tersebut viral, warganet mulai mencari informasi tentang latar belakang Lady Aurelia. Salah satu yang mencuat adalah sosok pejabat yang diduga sebagai ayahnya, yaitu Dedy Mandarsyah. Saat ini, pelaku pemukulan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Tersangka terbukti melakukan pemukulan di bagian kepala, pipi, dan leher dokter koas tersebut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa kamera pengawas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *