Berbagai faktor dapat memengaruhi kadar gula darah seseorang, termasuk makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, stres, obat-obatan, dan kondisi kesehatan lainnya seperti penyakit tiroid dan penyakit hati.
Jakarta – Kadar gula darah puasa adalah salah satu indikator penting kesehatan, khususnya dalam kaitannya dengan diabetes dan kondisi metabolik lainnya yang harus diwaspadai. Memahami berapa kadar gula darah yang dianggap normal dapat membantu Anda menjaga kesehatan dan menghindari komplikasi yang serius.
Gula darah atau glukosa darah adalah jumlah glukosa yang terdapat dalam darah. Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh dan diperoleh dari makanan yang kita konsumsi, terutama karbohidrat. Dilansir dari Redaksi Ciptawarta.com, Selasa (6/8/2024), insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, berperan penting dalam membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah.
Gula Darah Puasa yang Bagus Berapa? Ini Kisaran Normalnya
Rentang Normal Gula Darah
Sementara itu, kadar gula darah yang dianggap normal dapat bervariasi tergantung pada waktu pengukuran dan kondisi seseorang. Berikut adalah panduan umum untuk kadar gula darah normal:
1. Puasa (8 Jam Tidak Makan)
– Normal: 70-99 mg/dL (3.9-5.5 mmol/L)
– Pra-diabetes: 100-125 mg/dL (5.6-6.9 mmol/L)
– Diabetes: ≥126 mg/dL (≥7.0 mmol/L)
2. 2 Jam setelah Makan
– Normal: <140 mgdl (<7.8 mmoll)
– Pra-diabetes: 140-199 mg/dL (7.8-11.0 mmol/L)
– Diabetes: ≥200 mg/dL (≥11.1 mmol/L)
3. Pengukuran Acak (Kapan Saja Tanpa Memperhatikan Waktu Makan)
– Normal: <200 mgdl (<11.1 mmoll)
– Diabetes: ≥200 mg/dL (≥11.1 mmol/L) bersama dengan gejala diabetes
Pengukuran Hemoglobin A1c (HbA1c)
Selain pengukuran gula darah harian, HbA1c adalah tes darah yang mengukur rata-rata kadar glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir. Ini memberikan gambaran yang lebih panjang tentang kontrol gula darah seseorang. Nilai normal HbA1c adalah:
1. Normal: <5.7%
2. Pra-diabetes: 5.7-6.4%
3. Diabetes: ≥6.5%
Faktor yang Memengaruhi Kadar Gula Darah
Berbagai faktor dapat memengaruhi kadar gula darah seseorang, termasuk makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, stres, obat-obatan, dan kondisi kesehatan lainnya seperti penyakit tiroid dan penyakit hati.











