CIPTAWARTA.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengkritik sikap yang membingungkan dari Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya pemberantasan korupsi. Menurut Mahfud, pernyataan Prabowo yang tidak konsisten dan saling bertolak belakang.
Penilaian tersebut disampaikan Mahfud MD melalui cuitan di akun Twitter-nya, Minggu (22/12/2024). Dalam cuitannya, Mahfud menyebut bahwa Prabowo sebelumnya pernah menyatakan akan memberantas korupsi dengan tegas, namun kini justru memberi maaf kepada koruptor jika mereka mengembalikan hasil korupsinya.
“Sikap Presiden Prabowo terkait pemberantasan korupsi sangat membingungkan: 1) Dia menyatakan akan menyikat korupsi dan mengejar koruptor hingga ke Antartika; 2) Namun dia juga mengatakan bahwa koruptor akan dimaafkan jika mengembalikan uang yang dicuri; 3) Namun masih ada harapan karena dia juga berkata, ‘Tunggu setelah 6 bulan’,” tulis Mahfud MD seperti dilansir dari cuitannya.
Pernyataan Prabowo Subianto yang tegas akan menindak koruptor sebelumnya telah disampaikan saat penutupan Rapimnas Gerindra di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan akan mengejar koruptor meski mereka lari ke Antartika.
“Jika koruptor lari ke Antartika, saya akan mengirim pasukan khusus untuk mengejar mereka di sana,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Namun, dalam sebuah video lama yang diunggah di kanal resmi Gerindra TV pada Jumat, 8 Maret 2019, Prabowo juga pernah menyatakan hal yang sama di acara “Studium Generale Renaisans Indonesia” di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia. Saat itu, Prabowo masih berstatus sebagai calon presiden.
“Jika saya menerima mandat dari rakyat, saya akan mencari bukti-bukti dan mengejar koruptor, bahkan hingga ke Antartika atau padang pasir terjauh,” ujar Prabowo waktu itu.
Namun, pernyataan yang berbeda disampaikan oleh Presiden Prabowo saat bertemu dengan mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Rabu (18/12/2024). Prabowo meminta kepada koruptor untuk mengembalikan uang yang telah mereka curi dari negara. Jika koruptor mengembalikan uang tersebut, Prabowo menyebut bahwa mungkin saja mereka akan dimaafkan.
“Saya memberi kesempatan kepada para koruptor untuk bertaubat. Para koruptor atau yang merasa telah mencuri dari rakyat, jika kalian mengembalikan uang yang kalian curi, mungkin saja kami akan memaafkan kalian. Jadi, kembalikan uangnya,” ujar Prabowo seperti yang ditayangkan dalam kanal YouTube Setpres, Kamis (19/12/2024).












