Ciptawarta.com JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, serta Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mendapat penilaian paling buruk berdasarkan hasil survei temuan riset Indonesia Social Insight (IDSIGHT). Penilaian negatif dari umum untuk Satryo mencapai 78,8 %.
Hanya 6,0 % yang mana menilai positif serta 15,2 % netral. “Dari 55 nama menteri/kepala badan yang tersebut masuk pada penilaian, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, kemudian Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mendapat penilaian paling buruk,” kata Direktur Komunikasi IDSIGHT Johan Santosa, hari terakhir pekan (7/2/2025).
Dia mengungkapkan, di proses transisi pemecahan lalu pembentukan kementerian baru, nama Satryo Soemantri Brodjonegoro menyedot perhatian rakyat ketika terjadi demonstrasi aparatur sipil negara (ASN) kementerian menudingnya sebagai figur pemimpin yang arogan lalu semena-mena mengakhiri bawahan.
Pada ketika bersamaan kalangan dosen berstatus ASN menuntut janji pemerintah untuk mencairkan tunjangan kinerja (tukin) yang dimaksud sudah ada tertahan selama bertahun-tahun. “Rentetan kesulitan yang disebutkan memberikan penilaian buruk yang tersebut paling tinggi dari umum (78,8%),” kata Johan.
Di urutan kedua dengan penilaian terburuk adalah Budi Arie Setiadi. Maraknya judi online menjadi keresahan rakyat selama beberapa tahun terakhir, hingga aparat kepolisian melakukan bersih-bersih dengan menangkap banyak pegawai Kementerian Komunikasi serta Informatika (sekarang Komdigi) yang digunakan membiarkan situs-situ judi online (judol) tidaklah terblokir.
Meskipun sudah ada bukan lagi menjabat dan juga berganti tempat di tempat Kementerian Koperasi, tetapi figur Budi Arie Setiadi dinilai bertanggung jawab menghadapi peredaran judol. “Posisinya sebagai ketua umum volunteer Projo menambah tingginya penilaian buruk (71,6%) dari kalangan yang mana sejak awal memang sebenarnya kontra terhadap garis kebijakan pemerintah Jokowi,” ujar Johan.
Adapun nama-nama lain yang mendapat penilaian buruk antara lain Menteri HAM Natalius Pigai (68,5%), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (65,2%), Menteri Desa juga Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (57,8%), kemudian Menteri Perumahan juga Permukiman Maruarar Sirait (55,2%).












