Ciptawarta.com JAKARTA – Badan Pengawas pemilihan (Bawaslu) memohonkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera merampungkan proses tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Sebab sebagai lembaga pengawasan, Bawaslu butuh persiapan sebelum penyelenggaraan PSU.
“Tahapannya dimulai kapan lalu bagaimana? Proses-proses yang mana dilaksanakan oleh teman-teman KPU sampai sejauh mana? Karena Kami, Bawaslu akan mengikuti pola tahapan yang dimaksud digariskan oleh teman-teman KPU. Kami tidak ada dapat menghasilkan tahapan,” kata ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Hari Senin (3/3/2025).
Apalagi, kata Bagja, pelaksanaannya sangat rawan akan terjadinya urusan politik uang.
“Kemudian kami menyampaikan juga untuk KPU harus dipercepat, untuk apa? Pertama adalah ini bulan Ramadan, tentu hal-hal yang dimaksud berkaitan dengan kebijakan pemerintah uang serta kawan-kawan, kemungkinan itu ada berpotensi dilakukan, yang kami harap itu tidak ada terjadi,” ujarnya.
Di sisi lain, Bagja juga menyampaikan terkait anggaran penyelenggaraan PSU ini. Dia menyampaikan jikalau anggaran sudah ada jelas, untuk memitigasi pelanggaran urusan politik uang ketika pencalonan pihaknya akan mengaktifkan petugas pengawasan badan ad-hoc.
“Jadi, kami berharap proses tahapannya jelas juga cepat lalu juga anggaran adhoc ada sehingga kemudian Panwas adhoc bisa saja bergerak lagi,” tuturnya.
Walaupun belum ada kejelasan tentang anggaran tersebut, Bagja mengaku beliau telah terjadi memerintahkan jajaran di area wilayah untuk melakukan proses patroli mendekati pelaksanaan PSU ini.
“Kemudian, kami menyampaikan untuk teman provinsi serta Kabupaten/kota untuk berkoordinasi kembali dengan unsur-unsur sentra Gakkumdu, sebab polisi kemudian jaksa jikalau berkaitan dengan pidana urusan politik uang itu berkaitan dengan sentra Gakkumdu yang tersebut melibatkan polisi lalu jaksa,” pungkasnya.












