Ciptawarta.com JAKARTA – Komisi IV DPR menyoroti belasan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada struktur Operation Management Office (OMO) Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Menurutnya, penunjukan figur yang terafiliasi partai urusan politik di badan itu berpotensi memunculkan konflik kepentingan.
“Penempatan individu yang dimaksud memiliki afiliasi urusan politik pada jabatan-jabatan strategis dalam sektor lingkungan menyebabkan perasaan khawatir akan kemungkinan konflik kepentingan,” kata Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan ketika dihubungi, Hari Sabtu (8/3/2025).
Ia mengatakan, FOLU Net Sink 2030 merupakan inisiatif nasional yang tersebut harus dikelola secara profesional juga independen, bukanlah sebaliknya dikelola oleh kelompok tertentu.
“Oleh akibat itu, evaluasi terhadap komposisi pasukan perlu dijalankan untuk melakukan konfirmasi bahwa langkah yang digunakan diambil murni untuk kepentingan bangsa juga lingkungan,” terang Johan.
Di sisi lain, Johan memohon agar proses rekrutmen anggota kelompok FOLU Net Sink 2030 harus dijalankan secara transparan.
Dia pun mengajukan permohonan agar proses rekrutmen didasari berhadapan dengan kompetensi yang dimaksud sesuai dengan tujuan program, yakni pengurangan emisi gas rumah kaca dalam sektor kehutanan kemudian pemakaian lahan.












