Profil Arif Satria, Rektor IPB yang Dilantik Jadi Kepala BRIN

Profil Arif Satria, Kepala BRIN yang Berpengalaman di Dunia Akademik

Arif Satria resmi dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Ia menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat oleh Laksana Tri Handoko. Selain Arif, Amarulla Oktavian juga dilantik sebagai Wakil Kepala BRIN. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Arif Satria lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 17 September 1971. Sebagai seorang akademisi ternama di Indonesia, ia telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan tinggi. Karier akademiknya dimulai pada 1997 sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik.

Sejak tahun 2017 hingga saat ini, Arif Satria menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia memimpin IPB selama dua periode, yaitu 2017–2022 dan kembali terpilih untuk periode 2023–2028. Selain itu, ia juga pernah dipercaya menjadi salah satu anggota Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Presiden ke-7 Joko Widodo tahun lalu.

Perjalanan akademik Arif Satria dimulai dari IPB University melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) tahun 1990. Ia menyelesaikan studi sarjana di Program Studi Penyuluhan Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB pada 1995. Gelar magister diraihnya dari Program Sosiologi Pedesaan IPB pada 1999, dan gelar doktor diperoleh dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006. Selain itu, ia juga pernah menjalani program visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.

Tugas dan Tanggung Jawab BRIN

BRIN adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dalam menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi. Selain itu, BRIN juga bertanggung jawab atas penyelenggaraan ketenaganukliran dan penyelenggaraan keantariksaan yang terintegrasi.

Dalam pelantikannya, Arif Satria dan Amarulla Oktavian mengucapkan sumpah jabatan dengan tegas. Mereka berjanji akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti mereka kepada bangsa dan negara. Mereka juga berkomitmen untuk menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Acara pelantikan dihadiri oleh Wakil Menteri hingga Kepala Badan yang dilantik. Setelah sumpah jabatan, acara ditutup dengan penandatanganan berita acara, pengumandangan lagu Indonesia Raya, serta ucapan selamat dari Presiden Prabowo dan Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir.

Peran Arif Satria di Masa Depan

Sebagai Kepala BRIN, Arif Satria diharapkan mampu memimpin lembaga riset nasional dengan visi yang jelas dan strategi yang tepat. Dengan latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman kepemimpinan di IPB, ia memiliki potensi besar untuk membawa BRIN menuju kinerja yang lebih baik dan inovasi yang lebih berkualitas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *