Warga Terjebak Penipuan, Wali Kota Jaktim Pastikan Bukan Petugas Dukcapil

Kasus Penipuan Mengatasnamakan Dukcapil DKI Jakarta

Seorang lansia berinisial PS, yang pernah tinggal di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, menjadi korban penipuan yang mengaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta. Penipu menelpon korban dengan kedok proses layanan administrasi kependudukan. Bahkan, korban juga dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Petugas Sudin Dukcapil Jakarta Timur.

Menanggapi kasus ini, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, langsung turun tangan untuk memeriksa nama dua orang yang mengaku sebagai ASN dari Disdukcapil DKI. Hasil penelusuran Munjirin menunjukkan bahwa tidak ada petugas Dukcapil di wilayahnya bernama Daniel Syahputra dan Benny Heryanto.

“Sudin Dukcapil Jakarta Timur tidak pernah menelpon warga untuk melakukan pelayanan via telpon atau video call,” ujar Munjirin kepada Warta Kota, Jumat (21/11/2025). Ia menambahkan bahwa pihak Sudin Dukcapil telah melakukan sosialisasi antisipasi penipuan melalui beberapa media sosial. Edukasi ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa petugas Sudin Dukcapil tidak pernah melakukan pelayanan via telepon.

“Kami imbau warga agar tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil melalui sambungan telepon,” tambahnya.

Tips Menghindari Penipuan

Sebagai orang nomor satu di Jakarta Timur, Munjirin memberikan beberapa tips untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan petugas Dukcapil DKI maupun Sudin. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Jangan panik dan jangan ikuti instruksi

    Ketika ditelepon oleh orang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil, jangan panik dan jangan mengikuti instruksinya.

    Jangan pernah mau disuruh share screen via telepon.

  • Hindari memberikan data pribadi

    Jangan pernah memberikan data pribadi maupun kode OTP (On Time Password) ke penipu.

  • Putuskan sambungan telepon

    Munjirin menyarankan agar korban segera memutus sambungan telepon penipu demi menjaga keamanan data pribadi dan lainnya.

  • Laporkan ke polisi

    Jika ada yang melakukan penipuan, segera laporkan ke polisi.

  • Cek media sosial resmi Dukcapil

    Terakhir, masyarakat dapat memeriksa media sosial resmi Dukcapil Jakarta Timur untuk mendapatkan informasi terpercaya.

Kronologi Penipuan yang Dialami Korban

Sebelumnya, PS menjadi korban penipuan setelah ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur. Pria tersebut ditelepon oleh seseorang bernama Daniel Syahputra yang mengenakan seragam cokelat dan peci hitam. Selain itu, PS juga ditelepon via WhatsApp oleh pria lain yang menggunakan kemeja batik Korpri bernama Benny Heryanto.

Awalnya, korban sedang mengurus pindah domisili dari Kecamatan Makasar, Jakarta Timur ke Tangerang Kota. Setelah selesai mengurus, tiba-tiba ada orang yang menghubungi dengan mengaku sebagai petugas Dukcapil Jakarta Timur. Tanpa curiga, korban yang berusia 68 tahun itu mengikuti arahan dari pelaku untuk mengirimkan data diri, termasuk ID perbankan.

Pelaku sempat mengatakan bahwa ada data diri korban yang belum lengkap dan dibantu untuk prosesnya melalui online. Setelah itu, ia baru menyadari ada email yang masuk terkait transfer uang sebesar Rp 231.000 ke rekening atas nama Edi Jhon.

Pernyataan dari Dinas Dukcapil DKI

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Data, Informasi dan Pengawasan Dinas Dukcapil DKI, Angga, memastikan bahwa dua pria yang menghubungi warga berinisial PS bukanlah pegawai Dukcapil. “Kami pastikan bukan pegawai Dukcapil dan kami menduga itu adalah modus penipuan,” ujar Angga, Kamis (20/11/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *