Harta Kekayaan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya yang Ditangkap KPK
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Dalam laporan LHKPN KPK, Ardito memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 12.857.356.389. Berikut rincian harta kekayaannya:
Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
(Tanggal Penyampaian/Jenis Laporan – Tahun: 10 April 2025/Khusus – Awal Menjabat)
Nama: Ardito Wijaya
Lembaga: Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah
Unit Kerja: Pimpinan Tertinggi
Sub Unit Kerja: Kepala Lembaga
Jabatan: Bupati
NHK: 759784
Pelaporan LHKPN 10 April 2025
I. Data Harta
A. Tanah dan Bangunan
– Tanah dan Bangunan seluas 4.581 m² di Kab./Kota Lampung Tengah, hasil sendiri: Rp 2.000.000.000
– Tanah dan Bangunan seluas 2.500 m² di Kab./Kota Lampung Tengah, hasil sendiri: Rp 250.000.000
– Tanah dan Bangunan seluas 340 m² di Kab./Kota Lampung Tengah, hasil sendiri: Rp 2.285.000.000
– Tanah dan Bangunan seluas 250 m² di Kab./Kota Lampung Tengah, hasil sendiri: Rp 2.500.000.000
– Tanah dan Bangunan seluas 4.661 m² di Kab./Kota Lampung Tengah, hasil sendiri: Rp 5.000.000.000
Total: Rp 12.035.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
– Mobil Toyota Fortuner 2.4 VRZ 4×2 A/T (2017), hasil sendiri: Rp 357.000.000
– Mobil Honda CR-V 1.5 TC Prestige CVT CKD (2018), hasil sendiri: Rp 345.000.000
– Motor Suzuki UY 125 S AT (2011), hasil sendiri: Rp 3.000.000
Total: Rp 705.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
– Total: Rp 0
D. Surat Berharga
– Total: Rp 0
E. Kas dan Setara Kas
– Total: Rp 117.356.389
F. Harta Lainnya
– Total: Rp 0
Sub Total
– Total: Rp 12.857.356.389
II. Hutang
- Total: Rp 0
III. Total Harta Kekayaan (I-II)
- Total: Rp 12.857.356.389
Profil Bupati Ardito Wijaya
Ardito Wijaya lahir pada tanggal 23 Januari 1980 di Lampung Tengah. Sebagai putra asli daerah, ia tumbuh dan berkembang di lingkungan yang membentuk karakter serta dedikasinya terhadap masyarakat.
Pendidikan formalnya dimulai dari SD K Bandar Jaya dari tahun 1987 hingga 1992. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMPN 3 Terbanggi Besar dari 1993 hingga lulus pada 1995. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan di SMAN 1 Terbanggi Besar hingga lulus pada 1998.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ardito melanjutkan studi di Universitas Trisakti, Jakarta, dalam bidang kedokteran. Ia berhasil meraih gelar dokter (dr.) setelah menempuh pendidikan selama sepuluh tahun dari 1998 hingga 2008.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ardito bekerja sebagai dokter muda di berbagai puskesmas. Pada 2010, ia memulai pengabdian pertamanya di Puskesmas Seputih Surabaya, Lampung Tengah. Selama setahun penuh, ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai dokter umum tetapi juga menghadapi tantangan di lapangan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pedesaan.
Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah terpencil serta pentingnya akses pelayanan yang merata. Setelah itu, ia melanjutkan karier di Puskesmas Rumbia hingga 2012, di mana ia kembali terjun langsung ke masyarakat sambil membantu penanganan berbagai kasus kesehatan.
Pengalaman panjangnya di bidang kesehatan menjadi modal berharga saat Ardito memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Pada 2021, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah, mendampingi Musa Ahmad sebagai Bupati. Ia menjalani posisi tersebut hingga periode 2026.
Sebagai Wakil Bupati, Ardito terus membawa semangat pelayanan dan visi kesehatan masyarakat inklusif. Ia menerapkan prinsip-prinsip yang ia pelajari selama bertahun-tahun sebagai seorang dokter.
Di Pilkada 2024, Ardito Wijaya dan Komang Koheri maju sebagai pasangan calon Bupati Lampung Tengah. Mereka unggul dalam perolehan suara.












