Kecelakaan Mobil Pengangkut Makan Bergizi Gratis di SDN Kalibaru 01
Kecelakaan yang melibatkan mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalibaru 01, Jakarta Utara, telah menimbulkan perhatian luas dari masyarakat. Mobil tersebut kini menjadi sorotan setelah menabrak sejumlah siswa hingga terluka. Peristiwa ini mengundang berbagai tanggapan dari pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub), polisi, dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pemeriksaan Kendaraan oleh Dishub
Sebelum kejadian, Dinas Perhubungan sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mobil operasional MBG tersebut. Kasatpel Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing, Dardi Wahyudi, menjelaskan bahwa kendaraan keluaran 2023 itu telah melalui uji jalan dan pengecekan fisik. Ia menegaskan bahwa seluruh sistem pengereman berfungsi normal tanpa ada kebocoran atau kekurangan.
“Untuk kemarin kita sudah laksanakan pemeriksaan secara fisik ataupun road test terhadap kendaraan tersebut. Dari sistem pengereman, kita bisa melihat dari pedal rem, terus ke reservoir tank untuk minyak rem, tetap tidak ada kekurangan,” ujar Dardi.
Ia juga memastikan bahwa rem depan cakram maupun rem belakang tromol bekerja dengan baik. Tidak ditemukan kebocoran pada selang-selang hidrolik rem, baik yang membagi depan kanan-kiri maupun belakang kanan-kiri. Kondisi kendaraan untuk sistem pengeremannya dinilai bagus.
Pengakuan Sopir dan Rekaman CCTV
Meskipun demikian, tersangka Adi Irawan sempat mengaku bahwa mobilnya seperti bergerak sendiri sesaat sebelum kecelakaan. Rekaman CCTV juga menunjukkan bahwa mobil sempat berhenti di depan gerbang sekolah sebelum tiba-tiba melaju lebih cepat ke arah para siswa yang sedang mengikuti kegiatan literasi pagi.
Adi berdalih bahwa rem mobilnya tidak berfungsi saat ia hendak memarkirkan kendaraan. “Nah, di situ kan saya biasanya nunggu di bawah turunan tuh. Abis itu enggak tahu kenapa mobilnya kegas dikit-dikit tuh. Waktu saya injak rem tidak dapat. Baru dapat pas sudah di situ (di halaman sekolah),” ucap Adi dalam video viral yang beredar.
Namun, temuan Dishub dan hasil penyidikan polisi menunjukkan tidak ada masalah teknis pada kendaraan. Polisi menegaskan kecelakaan terjadi murni akibat human error lantaran Adi mengemudi dalam kondisi kurang tidur.
Penyebab Kecelakaan
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengungkap bahwa Adi baru tidur sekitar pukul 04.00 WIB dan sudah mengemudi kembali sejak 05.30 WIB. “Pada saat mengendarai kendaraan, tersangka dalam kondisi yang tidak layak. Minim istirahat membuatnya tidak fokus, sehingga berakibat fatal terhadap kejadian di SDN 01,” kata Erick.
Tes urine dan alkohol terhadap Adi juga menunjukkan hasil negatif. Berdasarkan gelar perkara 1 x 24 jam setelah kejadian, Adi resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka berat.
Korban dan Perawatan
Mobil MBG tersebut sebelumnya menabrak gerbang sekolah sebelum melaju ke lapangan tempat para siswa duduk bersila untuk mengikuti kegiatan literasi, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. Sebanyak 21 siswa dan satu guru terluka, dengan 12 korban masih menjalani perawatan di RSUD Cilincing dan RSUD Koja.
Perbaikan Mekanisme oleh BGN
Setelah kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperketat mekanisme penggantian sopir cadangan imbas insiden mobil pengirim paket makan bergizi gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01. Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa kasus ini menjadi insight baru bagi BGN dan KaSPPG dalam memilih sopir cadangan yang kualifikasinya sama.
BGN juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait kelanjutan program MBG di sekolah tersebut. “Karena ini sangat terkait dengan trauma yang terjadi, jangan sampai kemudian kita paksakan dan anak-anak kita punya trauma,” ujar dia.
Investigasi Internal dan Komunikasi dengan Keluarga Korban
BGN akan melakukan investigasi internal bersama kepolisian untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyebut komunikasi dengan keluarga korban akan dilakukan secara terbuka dan berkesinambungan.
Terkait sopir pengganti, BGN memastikan mitranya tersebut tidak akan dipakai lagi jika bukan dari BGN resmi. “Kami berkomitmen memperbaiki seluruh aspek terkait SOP, termasuk mekanisme penggantian sopir dan pengecekan kendaraan, serta memastikan standar keamanan layanan MBG diterapkan maksimal,” pungkas Hida.
Daftar Korban
Berdasarkan data yang dihimpun tim Palang Merah Indonesia (PMI) di RSUD Cilincing, terdapat total 20 korban dalam insiden ini. Sebanyak 15 korban yang merupakan siswa SDN Kalibaru 01 mengalami luka ringan dan dirawat di RSUD Cilincing. Sementara, empat siswa dan satu guru yang mengalami luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Koja untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.












