Prabowo Kembali Kunjungi Pengungsi Bencana Aceh

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tamiang



Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali melakukan kunjungan ke wilayah Aceh Tamiang untuk meninjau posko pengungsian korban bencana banjir dan tanah longsor. Kedatangan Presiden kali ini merupakan kunjungan ketiga yang dilakukannya dalam beberapa minggu terakhir. Ia tiba di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada hari Jumat (12/12).

Sebelumnya, Presiden mendarat di Bukit Rata, Aceh Tamiang dengan mengenakan setelan safari berwarna krem. Setibanya di lokasi, ia disambut antusias oleh warga yang telah menunggunya. Presiden pun sempat menyapa warga melalui mobil Maung Garuda MV3 berwarna putihnya.

Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju posko pengungsian korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Sukajadi. Kedatangan Presiden disambut oleh ribuan pengungsi yang berkumpul di tenda pengungsian. Presiden tampak memperhatikan kondisi rumah-rumah yang terendam lumpur dan kayu gelondongan.

Para pengungsi, termasuk ibu-ibu hingga anak-anak, berebut untuk bersalaman dan menyapa orang nomor satu di Indonesia tersebut. Lantunan selawat juga menyambut kehadiran Presiden. Ia pun menyambut baik mereka.

Tampak Presiden sempat bersimpuh di hadapan anak-anak yang sedang menunggunya di tenda pengungsian. Ia juga sempat menggendong salah seorang anak. Beberapa kali, Presiden juga mencium kening mereka yang berada di tenda pengungsian.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh beberapa pejabat penting, seperti Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka, Mensos Saifullah Yusuf, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Muallem.

Pernyataan Presiden tentang Penanganan Bencana



Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh Tamiang, salah satu wilayah paling parah terdampak saat banjir bandang dan tanah longsor dua pekan lalu. Di hadapan warga, Presiden berjanji bahwa pemerintah akan segera memperbaiki keadaan di Aceh Tamiang yang porak poranda akibat bencana.

“Terima kasih saya hari ini diterima dengan baik. Saya datang sesuai janji saya waktu itu Tamiang masih terputus, ya, kapan sudah tembus berapa hari yang lalu, seminggu yang lalu saya janji mau nengok, saya lihat keadaan, inysaallah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini,” kata Presiden, Jumat (12/12).

Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan turun membantu, dan meminta maaf jika masih ada kekurangan.

“Pemerintah akan turun membantu semuanya. Saya minta maaf kalau masih ada yang belum. Kita sedang bekerja keras. Mungkin listrik yang belum, ya? Listrik sudah mulai. Oke, ya, kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit,” ujar Presiden.

“Jadi kita atasi bersama. Saya kira itu saja. Ya, mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” lanjut Presiden.

Presiden juga meminta anak-anak untuk tabah dan bersemangat, supaya bisa segera kembali ke sekolah.

Pesan Presiden tentang Lingkungan



Presiden Prabowo Subianto meminta warga di Aceh Tamiang untuk menjaga lingkungan dan tidak sembarangan menebang pohon. Hal ini disampaikan saat Presiden mengunjungi korban bencana di posko pengungsian.

“Kita sekarang harus waspada, hati-hati. Kita harus jaga lingkungan kita, alam kita harus kita jaga. Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan,” kata Presiden, Jumat (12/12).

Presiden juga meminta pemerintah daerah menjaga dan mengawasi alam yang ada di Aceh Tamiang.

Kunjungan ke Pengungsian Bener Meriah



Di Bener Meriah, Presiden disambut para pengungsi. Mereka berebut bersalaman. Kondisi hujan tak menyurutkan Presiden untuk berjalan ke dalam tenda, lebih dekat dengan para pengungsi. Dia juga tampak tak dipayungi, hanya topi biru yang melindungi kepalanya dari air hujan.

Di sana, Presiden meyakinkan para pengungsi, pemerintah tidak berhenti menyalurkan berbagai bantuan. Ada puluhan helikopter yang beroperasi setiap hari.

Dia juga menyampaikan kabar gembira kepada para pengungsi. Semua rumah akan diganti, tapi butuh kesabaran dari warga hingga semua terwujud.

“Kita sudah ada rencana mengganti semua rumah. Tapi tentunya kita butuh kesabaran bapak ibu semua,” kata Presiden disambut riuh tepuk tangan dari para pengungsi.

Presiden meminta pengertian dari para pengungsi, untuk mewujudkan semua itu butuh waktu yang tidak sebentar. Dia sebagai presiden juga tidak bisa simsalabim dan rumah untuk warga bisa hadir.

“Saya minta maaf, presiden tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi kita akan bekerja keras untuk saudara-saudara sekalian,” ujar dia.

Kunjungan ke Takengon

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan peninjauan korban bencana banjir dan tanah longsor ke Takengon usai mengunjungi Aceh Tamiang.

Presiden bertolak dari Bukit Rata, Aceh Tamiang dengan helikopter Super Puma pada pukul 11.15 WIB. Ia kemudian mendarat di Lapangan Musara Alun Takengon pada pukul 12.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Presiden yang mengenakan setelan safari berwarna krem dan topi biru menyapa warga yang telah menunggunya di lapangan.

Kemudian ia masuk ke dalam mobil Maung Garuda MV3 berwarna putih dan melaksanakan salat jumat berjemaah terlebih dahulu di masjid sekitar. Masjid ini juga jadi tempat pengungsian korban banjir-longsor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *