Sarasehan Kebangsaan Mengupas Kepemimpinan Soeharto
Universitas Trilogi Jakarta bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan sarasehan kebangsaan yang membahas kepemimpinan Presiden RI ke-2, Soeharto. Acara ini bertujuan untuk memperkuat semangat dan kontribusi terbaik bagi bangsa melalui refleksi mengenai masa pemerintahan Soeharto.
Pembicara dan Peserta
Sarasehan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Prof Haryono Suyono, pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), dan TB. Massa Djafar, akademisi dari Universitas Nasional, Jakarta. Selain itu, hadir pula Ahmad Ridha Sabana, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, serta Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho dan Sugiono, Ketua Yayasan Damandiri.
Pengalaman dan Pandangan
Prof Haryono Suyono, yang pernah menjadi kepala BKKBN di era Soeharto, menceritakan pengalamannya sebagai salah satu orang terdekat dalam mendampingi kepemimpinan Pak Harto. Ia menekankan bahwa visi dan misi pembangunan Soeharto tidak hanya berpijak pada jangka pendek, menengah, dan panjang, tetapi juga memberikan dasar untuk generasi penerus bangsa.
TB. Massa Djafar menjelaskan bahwa Soeharto adalah salah satu pemimpin besar bangsa yang tidak lepas dari sejarah negara. Harapannya adalah pengalaman konstruktif dari masa pemerintahan Soeharto dapat dijadikan modal untuk pembangunan bangsa.
Prestasi dan Kontribusi
Kepala YPPIJ Arissetyanto Nugroho menyatakan bahwa Soeharto adalah tokoh istimewa, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia internasional. Perjuangan dan keberhasilan kepemimpinannya telah membawa nama harum negara dan bangsa. Sejarah mencatat keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan, pangan, pendidikan, keagamaan, stabilitas wilayah, perdamaian dunia, dan aksi-aksi kemanusiaan di banyak negara lain.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Soeharto, kehadiran Republik Indonesia telah menjangkau belahan dunia lain, meskipun teknologi informasi belum semaju saat ini. Oleh karena itu, penghargaan internasional telah disematkan kepada pemerintah Republik Indonesia.
Evaluasi dan Refleksi
Berdasarkan riset lembaga survei setelah Soeharto berhenti pada tahun 1998, ternyata keberhasilan pelaksanaan pembangunan mendapat peringkat tertinggi dibandingkan masa-masa setelahnya. Visi Trilogi Pembangunan berupa Stabilitas Nasional, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pemerataan Pembangunan berhasil membawa kejayaan Indonesia. Oleh karena itu, MPR RI mengukuhkan Bapak Pembangunan pada tahun 1985.
Menurut Arissetyanto Nugroho, munculnya kalimat “Enak Zamanku” di media sosial merupakan wujud rasa rindu masyarakat pada kepemimpinan Pak Harto. Meskipun ada berbagai kekurangannya, ia menilai bahwa kita harus meneladani legacy yang telah dicapai selama pemerintahan Soeharto.
Sinergi dan Kolaborasi
Kepala ANRI Mego Pinandito menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan Universitas Trilogi dan dukungan sivitas akademika dalam terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antara ANRI dan perguruan tinggi seperti ini dapat terus menerus dan berkesinambungan untuk memperkuat upaya merawat memori kolektif bangsa.
Sarasehan ini juga ingin memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana kepemimpinan Soeharto membentuk perjalanan bangsa, khususnya dalam menjaga stabilitas politik serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
Manfaat dan Dampak
Sarasehan ini sangat bermanfaat untuk membuka wawasan, terutama bagi kalangan akademik dan generasi muda yang tidak pernah mengalami masa pemerintahan Soeharto. Sebagai insan akademik, kita harus mengambil praktik-praktik baik dari kepemimpinan setiap presiden Republik Indonesia, agar ke depan kita selalu bisa menjadikan referensi praktik baik tersebut untuk menjadikan bangsa ini lebih maju.
Pameran Foto dan Perlengkapan Pribadi
Sarasehan ini dimeriahkan dengan pameran foto aktivitas Presiden RI ke-2 Soeharto. Turut dipamerkan juga berbagai perlengkapan pribadi Soeharto, seperti motor, rompi, dan senjata yang pernah digunakannya.
Acara ini diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, siswa, dan beberapa perwakilan lembaga/organisasi.












