Misi Mobil Klinik FDP di Pidie Jaya dan Bireuen Selesai dengan Ziarah ke Makam Habib Bugak
Relawan Medis Forum Dakwah Perbatasan (FDP) menyelesaikan misi “Mobil Klinik” tahap dua pascabanjir di Pidie Jaya dan Bireuen dengan melakukan ziarah ke makam Habib Bugak, Minggu (28/12/2025). Ziarah ini menjadi bagian penting dari proses penutupan misi yang telah berlangsung selama dua hari. Selama masa tersebut, tim medis memberikan layanan kesehatan gratis kepada 555 warga terdampak banjir.
Layanan Kesehatan yang Diberikan
Selama dua hari, para relawan medis menyediakan berbagai layanan kesehatan, termasuk pengobatan gratis, layanan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan dasar. Di tengah kondisi darurat pascabanjir, mereka bekerja di lokasi pengungsian yang penuh lumpur dan keterbatasan fasilitas. Tim yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat yang terkena dampak bencana.
Ziarah ke makam Habib Bugak menjadi ruang untuk muhasabah dan refleksi. Para relawan menggunakan kesempatan ini untuk meneguhkan nilai keikhlasan dan pengabdian. Bagi mereka, ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi juga cara untuk mengingatkan diri bahwa pengabdian sejati tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga kekuatan batin dan semangat spiritual.
Latar Belakang Habib Bugak
Habib Bugak Aceh adalah nama yang dikenal dalam sejarah Aceh. Ia adalah Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi, seorang ulama dan saudagar dari Makkah yang pernah tinggal di Aceh pada abad ke-18. Ia dikenal karena mewakafkan tanah dan bangunan di Makkah, yang kini menjadi aset wakaf Baitul Asyi, untuk membantu jamaah haji asal Aceh. Nilai-nilai yang ia anut, seperti keberanian, keikhlasan, dan pengabdian, menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk para relawan FDP.
Dalam tradisi Aceh, Habib Bugak dikenang sebagai sosok yang memadukan ilmu, dakwah, dan aksi nyata. Ia hadir di tengah umat, memahami penderitaan mereka, dan menjadikan agama sebagai sumber daya pembebasan, bukan sekadar ritual, tetapi energi sosial.
Refleksi dan Evaluasi
Ketua FDP dr Nurkhalis mengatakan bahwa pengabdian kemanusiaan membutuhkan lebih dari sekadar ilmu kedokteran. Ia menekankan bahwa keikhlasan, kesabaran, dan keberanian sangat penting dalam bekerja di tengah penderitaan. Ziarah ini menjadi cara untuk merawat niat dan meneguhkan kembali makna khidmat.
Salah satu relawan, Tgk Furqan, menyampaikan kesan positif atas perjalanan kali ini. Menurutnya, misi kemanusian ini merupakan perjalanan kedua bersama tim FDP yang penuh dengan kekompakan. Ia merasa tenang dan mendapatkan energi baru setelah sampai di makam Habib Bugak.
Komitmen untuk Terus Berjuang
Setelah misi selesai, para relawan kembali ke daerah masing-masing. Namun, nilai-nilai yang mereka bawa dari Bugak akan tetap hidup sebagai komitmen moral untuk terus hadir di wilayah-wilayah rentan dan di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Ziarah ke makam Habib Bugak menjadi penutup yang sarat makna. Kerja kemanusiaan adalah ibadah panjang yang tidak berakhir ketika kegiatan berakhir, tetapi terus berlanjut dalam sikap, niat, dan keberpihakan pada sesama.
Menurut Nurkhalis, ini bukan misi Mobil Klinik yang terakhir. Semangat yang dibawa dari Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bireuen akan terus digunakan untuk melayani warga korban banjir di wilayah lain. Insya Allah, Mobil Klinik ke tiga akan diadakan kembali setelah evaluasi dari Bireuen.
