Jejak dan Kekayaan Ayahwa, Bupati Aceh Utara Sindir Prabowo dan Gibran: Pusat Tidak Melihat

Bupati Aceh Utara yang Berani Mengkritik Pemerintah Pusat

Nama Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil alias Ayahwa, mendadak menjadi sorotan publik setelah menyampaikan kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rapat resmi bersama DPR RI dan Satgas Pemulihan Pasca Bencana. Kritik ini disampaikan di tengah situasi bencana banjir yang melanda wilayahnya.

Dalam rapat tersebut, Ayahwa menyoroti sikap pemerintah pusat yang dinilainya “seperti tutup mata” terhadap penderitaan masyarakat Aceh Utara. Ia menyebutkan bahwa wilayahnya luput dari perhatian karena minimnya akses komunikasi hingga tidak bisa viral di media sosial.

Pernyataan tajam Ayahwa langsung menarik perhatian publik, terlebih ia menyampaikan bahwa wilayahnya tidak bisa diviralkan karena akses komunikasi terputus total. Di awal bencana, ia hanya bisa melihat rumah, tempat ibadah, hingga warganya hanyut disapu banjir.

Perjalanan Karier Bupati Ayahwa

Ayahwa lahir di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, pada 12 Juni 1979 silam. Ia kini telah berusia 46 tahun. Ayahwa menghabiskan masa kecil di tanah kelahirannya. Dirinya menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri 15 Matang Serdang Tanah Jambo Aye (1986-1992). Lalu lanjut di SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye (1992-1995).

Ayahwa kemudian memperdalam ilmu agama di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum Tanah Merah Kabupaten Bireuen (2001-2004). Sedangkan di tingkat perguruan tinggi, dirinya memilih merantau ke Jawa. Ia berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti (STIM) Bekasi (2006-2010). Pada 2022, ia kembali ke Bireuen, Aceh dengan berkuliah di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI). Ayahwa lulus pada 2024 dengan titel Magister Manajemen.

Dari Komandan GAM Hingga Menjadi Bupati

Sejak masih muda, Ayahwa sudah ikut berperan aktif di organisasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Keluar masuk hutan dalam perang gerilya menjadi makanan sehari-harinya. Karena sepak terjangnya, Ayahwa kemudian dipercaya sebagai Komandan Operasi Daerah IV Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 1996.

Singkat cerita, GAM sepakat berdamai dengan pemerintahan Indonesia diwujudkan melalui Kesepakatan Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Finlandia. Setelah damai, seluruh aktivitas militer Ayahwa bersama GAM ditinggalkan. Dia pun beralih dalam “perjuangan” politik dan menjadi anggota DPRD Aceh Utara tahun 2009.

Maju di Pilkada 2024

Ayahwa kemudian memutuskan maju di Pilkada 2024 dengan menggandeng Tarmizi. Keduanya diujung PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, NasDem, PKS, PAN, Demokrat, PSI, PPP, Partai Nanggroe Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, dan Partai Sira. Ayahwa-Tarmizi melawan kotak kosong.

Pada akhirnya, keduanya menang dengan perolehan suara 357.738 suara atau 97 persen. Keduanya resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara terpilih periode 2025-2030 setelah dilantik dan diambil sumpah oleh Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf (Mualem) dalam ruang Sidang Paripurna DPRK Aceh Utara, yang dipimpin ketua ketua DPRK Arafat Ali, Senin (17/2/2025).

Rincian Harta Kekayaan Bupati Ayahwa

Berdasarkan laporan LHKPN KPK, Ayahwa mencatatkan harta per 31 Desember 2023. Dalam kurun waktu 2022 ke 2024, harta kekayaan Ayahwa baik hingga total Rp 5 miliar.

Berikut rincian kekayaan Ayahwa:
* Tanah dan Bangunan: Rp. 2.828.000.000
* Tanah Dan Bangunan Seluas 691.25 M2/691.25 M2 Di Kab / Kota Aceh Utara, Hasil Sendiri: Rp. 530.000.000
* Tanah Dan Bangunan Seluas 5 M2/5 M2 Di Kab / Kota Aceh Utara, Hibah Tanpa Akta: Rp. 1.550.000.000
* Tanah Dan Bangunan Seluas 1000 M2/260 M2 Di Kab / Kota Aceh Utara, Hibah Tanpa Akta: Rp. 550.000.000
* Tanah Dan Bangunan Seluas 26.75 M2/115.9 M2 Di Kab / Kota Aceh Utara, Hasil Sendiri: Rp. 198.000.000
* Alat Transportasi Dan Mesin: Rp. 2.045.000.009
* Lainnya, Hitachi Zx210m(Forest) Tahun 2004, Hasil Sendiri: Rp. 250.000.000
* Mobil, Toyota Fortuner Tahun 2012, Hasil Sendiri: Rp. 220.000.000
* Mobil, Honda Brio Rs Tahun 2019, Hasil Sendiri: Rp. 150.000.000
* Mobil, Honda CRV Tahun 2012, Hasil Sendiri: Rp. 150.000.000
* Mobil, Honda H/RV Tahun 2021, Hasil Sendiri: Rp. 275.000.009
* Mobil, Lexus Rx200t Tahun 2017, Hasil Sendiri: Rp. 1.000.000.000
* Harga Bergerak Lainnya: Rp. 11.000.000
* Surat Berharga: Rp. —-
* Kas Dan Setara Kas: Rp. 400.000.000
* Harta Lainnya: Rp. —-
* Sub Total: Rp. 5.284.000.009
* Utang: Rp. —-
* Total Harta Kekayaan: Rp. 5.284.000.009


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *