Pemira UI 2026: Teror yang Mengancam Kepemimpinan Baru BEM UI
Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) periode 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, mengaku menerima ancaman teror pembunuhan kurang dari 24 jam setelah Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) UI selesai digelar. Ancaman ini datang dalam bentuk pesan WhatsApp, peretasan akun keluarga, hingga paket COD yang berisi barang bernuansa intimidatif.
Kronologi Teror terhadap Pimpinan Baru BEM UI
Ancaman pertama kali diterima oleh Yatalathof pada Rabu (14/1/2026), sehari setelah Pemira UI yang digelar pada Selasa malam. Pelaku mengirim pesan berisi ancaman pembunuhan sekaligus meminta dirinya untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua BEM UI 2026. Tidak hanya itu, pelaku juga mencoba meretas akun WhatsApp milik Yatalathof dan beberapa anggota keluarganya.
“Terus kemudian dari kakakku sendiri juga kena (retas), langsung mengirim ke berbagai grup, kurang lebih isinya terkait ancaman dan foto-foto propaganda untuk mundur, ancam pembunuhan,” kata Yatalathof, Minggu (18/1/2026).
Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih, juga mengalami teror serupa. Ia menerima kiriman paket misterius dengan sistem cash on delivery (COD). Paket tersebut berisi berbagai barang bernuansa intimidatif seperti gunting taman, kursi roda, kain kafan, senjata tajam, hingga topeng horor, dengan total nilai tagihan mencapai Rp1,8 juta.
Selain itu, pelaku juga menyebarkan foto-foto propaganda, ilustrasi horor, serta video ancaman ke berbagai grup WhatsApp, mulai dari grup keluarga, lingkungan RT/RW, hingga rekan kerja orang tua korban. Video tersebut menampilkan visual ancaman pembunuhan dengan menjadikan foto korban sebagai target.
Respons dari Pihak Kampus
Merasa terancam, Yatalathof dan Fathimah melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus (UPT PLK) UI. Pihak kampus memberikan pengamanan berupa pengawalan saat aktivitas tertentu serta koordinasi lintas unit, termasuk dengan dekanat dan bidang kemahasiswaan.
“Kalau dari kita tuh sebenarnya justru bingung, ini kenapa. Ini kan jelas merugikan kita,” ujar Fathimah.
“Kami juga enggak bisa menebak-nebak ini dari siapa,” sambungnya.
Fathimah menilai, teror pembunuhan dalam dinamika Pemira UI merupakan hal yang baru pertama kali terjadi dan sangat meresahkan.
Teror Juga Menimpa Project Officer Pemira UI 2025
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, teror tidak hanya dialami oleh pimpinan BEM UI terpilih. Project Officer (PO) Pemira UI 2025, Muhammad Nur Ihsan, juga mengaku menerima teror siber dan fisik sehari setelah Grand Closing Pemira UI.
Melalui akun Instagram @nuriihsann, Ihsan membeberkan pesan ancaman yang menuduhnya tidak netral dan menuntutnya memenangkan pasangan calon tertentu. Ihsan juga mengaku menerima teror berupa kiriman kardus berisi tulisan ancaman yang diletakkan di depan kosannya, serta mengalami intimidasi fisik saat dihentikan oleh orang tak dikenal di lingkungan UI pada Selasa (13/1/2026) dini hari.
Ia bahkan mengaku sempat ditodong senjata oleh pelaku yang mengendarai motor tanpa pelat nomor.
Kandidat Pemira UI Angkat Suara
Sementara itu, salah satu kandidat lain dalam Pemira UI juga menyerukan agar seluruh pihak tetap menahan diri dan tidak saling menuduh. Ia menduga teror berasal dari pihak eksternal yang ingin memecah belah Ikatan Mahasiswa UI (IKM UI).
Sabiq selaku paslon 01 pada Pemira BEM UI 206 turut menyampaikan pernyataannya terkait rangkaian teror yang belakangan terjadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @muhmdshabi1, pada Kamis (15/1). Menurutnya, seluruh ancaman tersebut diduga berasal dari oknum non-IKM UI atau pihak eksternal yang memiliki kepentingan untuk memecah belah Ikatan Mahasiswa (IKM) UI.
“Saya sangat menyayangkan para pihak yang termakan dan terbawa arus dalam kondisi ini. Sangat disayangkan jika ada upaya-upaya untuk menunjuk saya sebagai aktor dalam segala bentuk kecaman dan ancaman yang terjadi,” ujar Sabiq dalam video reels tersebut.
Lebih lanjut, Sabiq menegaskan kembali bahwa terdapat juga beberapa rekan dekatnya yang mengalami teror, bahkan disebut sempat disergap oleh oknum non-IKM UI.
Penutup
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan laporan teror yang dialami para pihak dalam Pemira UI 2026.












