Bukan Konflik, Alasan Uskup Bogor Mundur dan Tolak Jadi Kardinal

Pengunduran Diri Uskup Bogor: Awal Baru dalam Sejarah Keuskupan

Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai uskup setelah memutuskan untuk mengundurkan diri. Keputusan ini diumumkan secara terbuka oleh Keuskupan Bogor melalui laman resmi mereka pada Senin (19/1/2026). Dalam pernyataan resminya, Keuskupan Bogor menegaskan bahwa pengunduran diri Mgr Paskalis bukanlah akhir dari pelayanan, melainkan fase peralihan rohani yang menjadi awal baru bagi Gereja setempat.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut, Vatikan telah menunjuk Uskup Purwokerto, Mgr Christophorus Tri Harsono, untuk menjalankan tugas sebagai administrator apostolik sede vacante et ad nutum Sanctae Sedis di Keuskupan Bogor. Umat diharapkan tetap mendoakan dan mendukung proses transisi kepemimpinan ini agar pelayanan pastoral tetap berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

“Sebuah transisi rohani yang membuka bab baru dalam sejarah Keuskupan Bogor,” tulis Keuskupan Bogor di laman resminya.

Sempat Menolak Pengangkatan Kardinal

Sebelum mengundurkan diri, Mgr Paskalis sempat menjadi sorotan setelah secara pribadi menolak pengangkatan dirinya sebagai kardinal. Penolakan itu disampaikan langsung kepada Paus Fransiskus, meskipun namanya telah diumumkan secara resmi dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada 6 Oktober 2024.

Konsistori yang sedianya mengukuhkan Mgr Paskalis sebagai kardinal keempat asal Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember 2024, bertepatan dengan Pesta Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Bandung, Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, meminta umat untuk menghormati pilihan Mgr Paskalis. “Kita hargai keputusan Mgr Paskalis. Pasti ia tahu yang terbaik bagi dirinya, keuskupannya, dan Gereja. Kita doakan,” ujarnya dikutip dari Kompas.id, Rabu (23/10/2024).

Pengunduran Diri sebagai Langkah Iman

Mgr Paskalis menegaskan bahwa pengunduran diri yang diambilnya merupakan wujud ketaatan penuh kepada Takhta Suci serta bagian dari penyerahan total pada kehendak Tuhan. Ia menyatakan menerima keputusan tersebut dengan ketenangan dan kedamaian batin. “Saya menerima ini dengan sukacita batin,” ujar Mgr Paskalis sebagaimana dikutip dari laman resmi Keuskupan Bogor.

Dalam pesan perpisahan yang disampaikannya kepada umat, Mgr Paskalis mengutip ayat Kitab Suci dari 2 Timotius 4:7: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Pesan tersebut menegaskan bahwa pengunduran diri ini tidak didorong oleh konflik ataupun persoalan internal, melainkan sebagai langkah spiritual yang diambil dalam ketaatan iman.

Profil Mgr Paskalis Bruno Syukur

Jauh sebelum menjadi uskup, Mgr Paskalis Bruno Syukur memulai perjalanan rohaninya dengan melakukan profesi kekal pada 22 Januari 1989. Ia kemudian menerima tahbisan imamat pada 2 Februari 1991 di Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas, Jawa Barat.

Setelah ditahbiskan, ia mengawali pelayanan sebagai Pastor Pembantu di Paroki Moanemani, Keuskupan Jayapura, hingga 1993. Mgr Paskalis sempat melanjutkan studi spiritualitas Fransiskan di Universitas Kepausan Antonianum, Roma, Italia, dari 1993 hingga 1996. Setelah kembali ke Indonesia, ia ditugaskan sebagai magister novis untuk frater calon OFM di Novisiat OFM Depok, Jawa Barat, sekaligus bertugas di Paroki Santo Herkulanus, Depok Jaya.

Dilansir dari laman Keuskupan Bogor, ia juga menjadi imam pendamping komunitas OFM dan anggota Dewan Provinsi OFM Indonesia serta Dewan Penasihat Keuskupan Agung Jakarta di masa Mgr Kardinal Julius Darmaatmadja dan Mgr Ignatius Suharyo. Pada saat itu, Kardinal Julius masih menjadi Uskup Agung Jakarta, sementara Mgr Ignatius Suharyo mengemban tugas sebagai Uskup Agung Koajutor.

Pada 2001, Mgr Paskalis terpilih sebagai Provinsial OFM. Tugas ini terus ia jalankan hingga 2007. Pada 2009, ia diangkat sebagai Definitor General OFM untuk wilayah Asia dan Oseania, meliputi India, Pakistan, Jepang, Australia-Selandia Baru, serta Indonesia. Sebagai Definitor General OFM, Mgr Paskalis bertugas di Generalat OFM Roma, Italia.

Paus Fransiskus kemudian menunjuk Mgr Paskalis sebagai Uskup Bogor pada 21 November 2013. Ia menggantikan Mgr Cosmas Michael Angkur yang memasuki masa pensiun. Mgr Paskalis ditahbiskan menjadi Uskup Bogor pada 22 Februari 2014 di Sentul International Convention Center. Sebagai uskup baru, ia menggunakan moto “Magnificat anima mea dominum” atau “Jiwaku memuliakan Tuhan,” sebagai refleksi perjalanan hidupnya dan penghormatan kepada Bunda Maria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *