Penghormatan Terakhir untuk Armada F-16 Denmark
Pada 18 Januari 2026, Angkatan Udara Kerajaan Denmark secara resmi memensiunkan armada pesawat tempur F-16 setelah digunakan selama 46 tahun. Pesawat yang pertama kali diterima pada 1980 ini telah menjadi bagian penting dari keamanan nasional negara tersebut. Dalam upacara perpisahan yang digelar di Hangar 3 Pangkalan Udara Skrydstrup, empat F-16 melakukan penerbangan terakhir sebelum mendarat untuk terakhir kalinya. Para pilot, teknisi, serta personel yang pernah bertugas bersama F-16 turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini.
Sejarah F-16: Pesawat Tempur yang Berubah Drastis
F-16, atau Fighting Falcon, awalnya dirancang pada awal 1970-an oleh General Dynamics. Kelompok yang dikenal sebagai Lightweight Fighter Mafia ingin menciptakan pesawat yang lebih ringan, lincah, dan mudah dikendalikan dibanding jet tempur generasi sebelumnya. Hasilnya adalah F-16, sebuah pesawat dengan kecepatan tinggi dan kemampuan manuver tajam.
Seiring waktu, F-16 dikembangkan untuk berbagai misi, mulai dari pertempuran udara hingga serangan bom. Pesawat ini membuktikan kemampuannya dalam operasi militer seperti Perang Teluk 1991. Hingga kini, lebih dari 4.500 unit F-16 telah diproduksi dan digunakan di berbagai negara.
Penggantian dengan F-35A Lightning II
Denmark kini mengganti seluruh armada F-16 dengan jet tempur generasi kelima F-35A Lightning II. F-35 pertama kali tiba di Denmark pada 2023. Pada 1 April 2025, F-35 resmi mengambil alih tugas Siaga Reaksi Cepat (Quick Reaction Alert) NATO dari F-16. Kementerian Pertahanan Denmark membeli total 43 unit F-35, terdiri dari 27 pesawat yang dipesan pada 2016 dan tambahan 16 unit pada 2025. Dengan peralihan penuh ini, Denmark menjadi angkatan udara ketiga di dunia, setelah Norwegia dan Belanda, yang seluruh armada tempurnya terdiri dari pesawat generasi kelima F-35A.
Proses penggantian memakan waktu cukup lama akibat keterlambatan produksi global F-35. F-35 sendiri memiliki tiga varian: F-35A yang bisa lepas landas dan mendarat konvensional, F-35B yang lepas landas pendek dan pendaratan vertikal, serta F-35C yang biasanya dioperasikan dari kapal induk.
Ke Mana F-16 Denmark?
Sebagian besar F-16 Denmark akan dialihkan ke negara lain karena masih dalam kondisi layak pakai berkat perawatan dan modernisasi rutin. Sebanyak 19 unit akan disumbangkan ke Ukraina sesuai komitmen Denmark pada 2023. Pesawat pertama telah tiba di Ukraina pada Agustus 2024. Denmark juga membantu pelatihan pilot serta mendukung biaya pemeliharaan dan operasional. Angkatan Udara Ukraina menggunakan F-16 untuk mempertahankan wilayah dari drone dan rudal Rusia, serta mendukung serangan presisi udara jarak dekat.
Selain itu, 24 unit F-16 dijual ke Argentina, yang sejak 2015 tidak lagi memiliki jet tempur supersonik setelah memensiunkan Mirage buatan Prancis. Paket penjualan mencakup pelatihan, suku cadang, dan simulator guna memastikan kesiapan operasional. Enam pesawat pertama telah dikirim pada Desember, dengan pengiriman lanjutan dijadwalkan bertahap hingga 2028.
F-16: Jet Tempur yang Paling Banyak Digunakan di Dunia
Di antara berbagai jenis jet yang beroperasi saat ini, F-16 Fighting Falcon tercatat sebagai yang paling banyak dipakai di seluruh dunia. Pertama kali terbang pada 1974, F-16 masih digunakan lebih dari 25 angkatan udara di dunia. Angkatan Udara AS mengoperasikan 708 unit, sementara negara lain seperti Mesir, Yunani, Israel, Taiwan, Turki, dan Korea Selatan masing-masing memiliki lebih dari 100 unit.
Seiring pensiunnya F-16 lama, versi baru yang ditingkatkan terus diproduksi. Menurut Lockheed Martin, lini produksi F-16 bahkan sempat kewalahan karena tingginya permintaan. Banyak varian F-16 diproduksi, dengan peningkatan pada mesin, radar, avionik, dan sistem persenjataan, sehingga pesawat yang lahir di era 1970-an ini tetap relevan dan mumpuni hingga kini.
Pesawat F-16 juga telah menjadi salah satu pesawat tempur utama Angkatan Udara Indonesia sejak tahun 1989. Indonesia memiliki 23 unit aktif jet tempur F-16C/D, jumlah ini merupakan yang terbanyak dibandingkan tipe pesawat tempur lain, setara dengan jumlah pesawat kargo C-130 Hercules.












