Warga kehilangan Rp 50 juta setelah beli 500 karton susu untuk MBG, sopir truk hilang setelah uang ditransfer

Penipuan Jual Beli Susu untuk Menu MBG di Kabupaten Pamekasan

Kasus penipuan jual beli susu dengan modus khusus untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dugaan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu seperti sopir truk dan oknum sales semakin menguat setelah beberapa korban melaporkan pengalaman serupa.

Korban Tertipu Rp 50 Juta

Salah satu korban, inisial ST, mengaku tertipu sebesar Rp 50 juta saat membeli 500 karton susu sekolah melalui platform media sosial. Menurutnya, penjual yang ia kenal di Facebook mengetahui bahwa susu sudah sampai di depan rumahnya. Ia kemudian diminta untuk segera melakukan transfer uang sebesar Rp 50 juta.

Namun, setelah uang ditransfer, sopir truk yang mengangkut susu tiba-tiba muncul dan menyatakan bahwa tidak ada pembayaran kepada pemilik susu sesuai rekening yang diberikan. Hal ini membuat ST curiga akan adanya kesepakatan antara penjual online, sopir truk, dan pemilik susu.

Sopir Truk Berperilaku Aneh

Sopir truk tersebut awalnya meninggalkan mobil di depan rumah korban, namun setelah uang dibayarkan, ia tiba-tiba datang kembali dan ingin membawa pergi truk serta susu. ST mencurigai bahwa hal ini dilakukan secara sengaja untuk memancing korban agar mentransfer uang terlebih dahulu.

Ia juga menyebutkan bahwa penjual online memberikan nomor rekening seorang perempuan, yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku. Setelah pembayaran dilakukan, penjual pura-pura tidak mengenal orang yang menjual di media sosial.

Kerja Sama Antara Pelaku

Zakaria (37), seorang pebisnis lainnya, juga mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya komplotan pelaku. Menurutnya, dalam beberapa kasus serupa di Pamekasan, modus penipuan sama persis. Termasuk peran penjual, sopir, dan pemilik susu yang terlibat dalam kejahatan ini.

Dalam beberapa kejadian, pelaku sengaja memberikan rekening palsu dan meminta pembeli mentransfer uang sebelum barang diturunkan dari truk. Setelah uang dibayar, sopir pura-pura belum menerima pemberitahuan dan membawa kembali susu yang belum diturunkan.

Modus Penipuan yang Sama

Zakaria mengungkapkan bahwa dirinya telah menemui tiga kasus serupa, dua di antaranya tidak berhasil karena pembeli tidak mentransfer uang sebelum susu diturunkan. Namun, kasus yang dialami ST menjadi bukti kuat bahwa ada komplotan yang sengaja mengatur proses ini.

Menurutnya, modus penipuan ini sangat rapi dan terstruktur. Mulai dari foto produk yang disebar, pengiriman susu via truk, hingga peran sopir yang datang ke lokasi pembeli, semuanya mirip. Ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki strategi yang matang dan terencana.

Dugaan Keterlibatan Oknum Sales

Moh Erfan (40), seorang pebisnis susu MBG, menyampaikan kecurigaannya bahwa ada keterlibatan oknum sales dari salah satu perusahaan. Menurutnya, banyak kejanggalan dalam modus penipuan ini yang menunjukkan keterlibatan pihak internal.

Erfan menjelaskan bahwa penjual online sangat detail dalam memberikan informasi tentang pengiriman susu MBG ke Pamekasan. Bahkan, mereka mengetahui jadwal pengiriman, harga produk, dan nama-nama produk secara akurat. Hal ini membuatnya yakin bahwa ada oknum sales yang berada di balik kasus ini.

Modus Penipuan yang Sama

Modus penipuan ini terlihat sangat rapi. Sopir truk selalu meminta pembeli mentransfer uang sebelum barang diturunkan. Di saat bersamaan, pelaku penipuan menelepon dan mendesak korban untuk segera mentransfer uang. Jika tidak, sopir pura-pura akan segera pindah ke tempat lain.

Setelah uang ditransfer, sopir langsung menelepon temannya dan pura-pura menanyakan apakah uang sudah ditransfer. Sementara itu, rekening yang diberikan ke korban tidak sama dengan rekening yang diperlihatkan oleh sopir truk.

Erfan masih terus menyelidiki keterlibatan oknum sales. Ia juga memantau truk-truk yang sering beroperasi di wilayah Pamekasan. Jika ada modus penipuan yang sama lagi, ia akan melaporkannya ke polisi.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *