Manfaat dan Bahaya Minum Teh Selama Masa Kehamilan
Konsumsi teh selama masa kehamilan menjadi salah satu kegiatan yang cukup populer. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dari berbagai negara menggunakan suplemen herbal, termasuk teh, untuk meredakan berbagai keluhan selama kehamilan, seperti mual, sakit perut, kembung, dan lainnya.
Teh memiliki berbagai jenis, mulai dari teh herbal hingga nonherbal. Selain membantu mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan, minum teh secara teratur juga diketahui memberikan manfaat signifikan bagi tubuh ibu hamil. Namun, penting untuk memperhatikan jenis teh yang dikonsumsi, terutama jika mengandung kafein, karena janin sangat sensitif terhadap kandungan tersebut.
Hubungan Teh dengan Perkembangan Kognitif Anak
Studi terbaru yang dilakukan oleh Anhui Medical University menemukan bahwa ibu hamil yang rutin mengonsumsi teh selama masa kehamilan memiliki keterkaitan terhadap tingkat kognitif serta keterampilan motorik anak. Studi ini melibatkan 1.423 pasangan ibu dan anak dari Chinese National Birth Cohort (CNBC) dan menunjukkan hasil bahwa konsumsi teh secara teratur sepanjang masa kehamilan dapat meningkatkan fungsi kognitif serta motorik anak yang lebih baik, terutama saat trimester kedua atau ketiga kehamilan, dibandingkan dengan konsumsi teh hanya pada satu trimester saja.
Jenis Teh yang Dapat Dikonsumsi Selama Kehamilan

Meskipun konsumsi teh memiliki manfaat signifikan, Mama tetap perlu membatasi jumlah konsumsi teh, terutama yang mengandung kafein. Studi oleh Anhui Medical University menemukan bahwa konsumsi teh dengan kadar kafein rendah hingga sedang tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif atau perilaku anak. Namun, konsumsi teh dengan kadar kafein terlalu tinggi dapat menimbulkan risiko tertentu selama kehamilan karena tubuh mama dan janin menjadi lebih sensitif terhadap kandungan kafein.
Sebagai panduan, European Food Safety Authority (EFSA) merekomendasikan batasan bagi perempuan hamil dalam mengonsumsi teh yang mengandung kafein, yaitu tidak melebihi 200 mg per hari. Berikut adalah beberapa jenis teh yang dapat dikonsumsi selama kehamilan:
-
Teh peppermint
Teh peppermint termasuk salah satu jenis teh yang aman dikonsumsi selama kehamilan. Teh ini memiliki efek samping minimal dan memberikan manfaat seperti membantu mengatasi mual, meredakan gejala pencernaan, serta menenangkan perut. -
Teh hijau
Teh hijau merupakan salah satu jenis teh nonherbal yang dapat dikonsumsi dengan batasan jumlah. Satu cangkir teh hijau berukuran 250 ml mengandung 30 mg kafein. Oleh karena itu, Mama tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Perlu diwaspadai juga saat membeli teh hijau di kedai kopi, karena sering kali ukuran cangkir melebihi 600 ml sehingga kandungan kafeinnya melebihi batas aman. -
Teh hitam
Mirip dengan teh hijau, pembuatan teh hitam juga berasal dari tanaman yang sama, sehingga memiliki batasan konsumsi yang serupa. Satu cangkir teh hitam dengan ukuran 250 ml mengandung 50 mg kafein. Oleh karena itu, Mama tidak boleh mengonsumsi teh hitam dan teh hijau secara berlebihan. -
Teh daun lemon
Hingga saat ini, studi terkait konsumsi teh daun lemon masih menunjukkan berbagai sudut pandang pendapat. Penelitian dari American Academy of Family Physicians menunjukkan bahwa teh daun lemon aman untuk dikonsumsi selama kehamilan dalam jumlah sedang. Namun, dokter dari Mount Sinai justru merekomendasikan untuk menghindari konsumsi teh tersebut selama kehamilan. Meski demikian, teh ini dapat memberikan beberapa efek positif bagi ibu hamil, seperti mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, hingga meredakan gangguan pencernaan.
Jenis Teh yang Perlu Dihindari Selama Kehamilan

Penyedia layanan kesehatan umumnya memberikan rekomendasi bagi Mama untuk menghindari beberapa jenis teh tertentu selama masa kehamilan. Beberapa jenis teh yang perlu dihindari antara lain:
- Teh chamomile
- Teh timi
- Teh fenugreek
- Teh jelatang
- Teh sage
- Teh akar manis
Meskipun beberapa jenis teh tersebut belum sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah untuk dihindari, langkah pencegahan tetap diperlukan demi menjaga kesehatan mama dan janin.
Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Masa Kehamilan

Selama masa kehamilan, tubuh mama cenderung lebih sensitif terhadap kandungan kafein yang ada dalam teh, terutama terhadap plasenta. Oleh karena itu, Mama perlu berhati-hati dan bijak dalam mengonsumsi teh selama masa kehamilan. Jika Mama mengonsumsi teh yang mengandung kafein dalam jumlah kecil dan merasa mudah gelisah atau khawatir dibanding biasanya, sebaiknya Mama menghentikan konsumsi teh tersebut.
Nah, itu tadi penjelasan mengenai minum teh saat hamil dan kaitannya pada perkembangan kognitif anak. Pastikan Mama lebih selektif dalam memilih jenis teh tertentu serta rutin berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar kesehatan dan kebutuhan janin tetap terjaga, ya, Ma.












