Daerah  

Longsor Trenggalek Tutup Jalan, Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup untuk Bersihkan Material

Banjir dan Longsor Melanda Trenggalek, Akses Jalan Kembali Normal

Banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengakibatkan beberapa titik jalan tergenang air dan tertutup material tanah longsor. Peristiwa ini terjadi setelah hujan lebat dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (30/1/2026) sore hingga malam hari.

Wilayah Gandusari Terdampak Banjir Luapan

Di Kecamatan Gandusari, banjir luapan terjadi di Jalan Raya Gandusari-Kampak, tepatnya di RT 07/RW 04 Desa Sukorejo. Kejadian ini dimulai sekitar pukul 17.00 WIB ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Pada pukul 18.30 WIB, air mulai meluap dan menggenangi jalan raya dengan ketinggian 30-40 sentimeter. Genangan air juga masuk ke satu rumah warga dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi, menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Sebanyak satu kepala keluarga dengan lima anggota keluarga terdampak. BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor langsung melakukan pemantauan dan pembersihan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, kondisi air di jalan raya sudah surut total. Proses pembersihan dilanjutkan untuk mengembalikan kondisi jalan ke normal.

Longsor di Watulimo Menutup Akses Jalan

Selain di Gandusari, hujan lebat juga menyebabkan banjir disertai tanah longsor di Jalan Raya Bandung-Tulungagung-Watulimo. Material lumpur dan batuan dari tebing menutup badan jalan dengan ketinggian 40-50 sentimeter. Enam rumah warga di RT 04 dan RT 05 Desa Watulimo terendam lumpur dengan ketinggian 15-30 sentimeter.

Akibat longsoran ini, akses jalan sempat ditutup total. Untuk membuka kembali jalur tersebut, BPBD segera mengerahkan alat berat sejak pukul 23.00 WIB. Proses pembersihan berlangsung hingga pukul 01.00 WIB dini hari. Pukul 02.00 WIB, akses Kecamatan Watulimo-Bandung sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pagi hari, proses penyemprotan sisa lumpur dilakukan agar jalan tidak licin. Meski akses telah dibuka, petugas tetap mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati karena masih ada sisa tanah cair di beberapa titik.

Petugas Gabungan Bergotong Royong Bersihkan Jalan

Petugas gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, dan masyarakat setempat turun tangan membersihkan jalur penghubung antara Kecamatan Watulimo dan Bandung. Alat berat seperti ekskavator, mobil pemadam kebakaran, serta tangki air milik BPBD digunakan untuk mempercepat proses pembersihan.

Untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup. Kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan melewati jalur alternatif melalui perkampungan warga. Sementara itu, bus wisata dan kendaraan besar tetap diperbolehkan melintas di jalur utama dengan konsekuensi aktivitas pembersihan harus dihentikan sementara saat kendaraan melintas.

Kapolsek Watulimo, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa longsoran terjadi akibat tersumbatnya sebuah jembatan kecil oleh sampah dan ranting pohon. Air yang seharusnya mengalir ke sungai justru meluap dan membawa material tanah serta sampah ke badan jalan.

Meski akses jalan telah kembali normal, jalan masih licin akibat sisa lumpur. Oleh karena itu, pembersihan lanjutan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Exit mobile version