Kedatangan Presiden Jokowi ke Makassar
Presiden ke-7 Republik Indonesia (2014–2024), Joko Widodo (64), tiba di Kota Makassar pada Jumat (30/1/2026) pukul 9 malam (21.00 Wita). Ia diagendakan untuk memberikan orasi politik dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rekernas) I Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan berlangsung pada Sabtu (31/1/2026).
Jokowi tiba hanya tiga jam setelah aksi “Tolak Geng Solo” selesai. Massa aksi tersebut meninggalkan venue rakernas di Hotel Claro, sore pukul 17.30 Wita. Kelompok aksi protes ini menamai diri Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat). Jumlahnya puluhan dan dikawal oleh puluhan aparat Polri berseragam maupun sipil.
Ini adalah kedatangan pertama Jokowi ke Makassar sejak ia tidak lagi menjabat presiden, yaitu 20 Oktober 2024 lalu. Selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, Jokowi telah mengunjungi Sulawesi Selatan sebanyak 33 kali dan Makassar sebanyak 12 kali.
Inilah kehadiran pertama Jokowi dalam acara resmi PSI tahun 2026. Jokowi juga salah satu inisiator partai berusia 13 tahun ini. Putra bungsunya, Kaesang Pangarep (31), sejak 2024 menjabat ketua umum PSI. Tiga kader parpol berlambang Gajah ini, kini duduk sebagai menteri dan wakil menteri di kabinet Prabowo Subianto.
Gibran Rakabuming Raka (38), putra sulung Jokowi, kini menjabat wakil presiden. Jokowi tiba di Makassar disambut oleh ratusan elite, pengurus, dan kader PSI. Mereka sudah menunggu sejak lepas Sholat Magrib.
Siang kemarin, Jokowi masih melaksanakan Jumatan di Solo, Jawa Tengah, kampung halaman dan kediaman keluarganya. Kepada wartawan di Solo, Jokowi menegaskan kembali bahwa Prabowo dan putranya, Gibran, akan maju berpasangan di Pilpres 2029.
Dari Bandara Hasanuddin Makassar di Maros, Jokowi dikawal belasan iringan aparat dan kendaraan kader. Tak langsung menuju lokasi acara, Jokowi terlebih dahulu ke restoran Chinese food, di lantai dasar hotel bintang lima ini.
“Malam ini, Pak Jokowi istirahat dulu. Besok sore baru orasi,” kata Ketua Harian DPW PSI Sulsel, Rahman Syah, Jumat malam.
Jokowi mendarat pukul 20.31 Wita di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, menggunakan pesawat Lion Air JT-908 dari Semarang. Kedatangan eks Wali Kota Surakarta ini memenuhi undangan Rakernas perdana PSI 2026, di Hotel Claro, Jl AP Pettani.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tiba di ibu kota Provinsi Sulsel, tiga jam setelah massa Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) membubarkan diri usai demo, sekira pukul 18.00 Wita. Unjuk rasa menolak kedatangan Jokowi berlangsung di depan Hotel Claro. Mereka orasi sambil bakar ban di badan jalan.
Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Sulsel Tidak Tunduk Pada Raja Jawa, Menolak Dijadikan Kandang Gajah, Adili Jokowi.” Sejumlah tokoh hadir menjemput Jokowi di bandara, antara lain Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Kapoksahli Pangdam XIV/Hasanuddin, Brigjen Musa David Marolop Hasibuan.
Hadir juga Komandan Kodim 1422/Maros Letkol Arm Agung Yuhono, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya. Setelah tiba, Jokowi menuju Rammang-rammang VIP Room Pemprov Sulsel. Pukul 20.48 Wita, Jokowi meninggalkan Bandara Sultan Hasanuddin menuju Hotel Claro.
Ini tercatat kunjungan resmi pertama Jokowi setelah berstatus ‘mantan’. File Tribun mencatat, Jokowi sudah 35 kali datang terbuka dan diliput media di Sulsel, dalam 13 tahun terakhir. Ini tidak termasuk saat transit di bandara. Dua kali saat berstatus Gubernur DKI Jakarta dan 33 kali saat sepuluh tahun jabat presiden.
4 Oktober 2013, Jokowi meresmikan Bank DKI Cabang Makassar dan memberi kuliah umum di Unhas soal tata kelola pemerintahan. 11 Mei 2014, media visit ke . Malamnya ke kediaman ibunda Syahrul Yasin Limpo (70), lalu terima dukungan nyapres dari koalisi PDIP-Nasdem dan PKB di Aryaduta untuk tandem dengan M Jusuf Kalla.
Keesokan harinya, hadiri Jalan Santai Sahabat Rakyat yang diinisiasi Andi Amran Sulaiman (57) di Jl Jenderal Sudirman, Makassar.
Kehadiran Jokowi dalam Rakernas PSI 2026
Ketua Harian DPW PSI Sulsel, Rahman Syah, menyatakan Jokowi akan memberikan orasi politik pada puncak Rakernas PSI 2026. Ia menambahkan, kehadiran Jokowi paling dinantikan kader karena dia akan memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta Rakernas PSI.
“Besok malam (malam ini) kan materinya Pak Jokowi,” Rahman menambahkan. Sabtu (31/1), Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (31), akan memberikan arahan kepada seluruh kader sekaligus menutup secara resmi kegiatan tersebut.
Usai rangkaian Rakernas, PSI menggelar jalan santai pada Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini diikuti peserta Rakernas dari unsur DPP, DPW, hingga DPD PSI dari seluruh Indonesia. Namun, Rahman mengaku belum dapat memastikan apakah Jokowi akan turut mengikuti kegiatan jalan santai tersebut.
“Mungkin bermalam atau mungkin setelah beliau menyampaikan materi langsung pulang,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie juga memastikan kehadiran Jokowi.
“Insya Allah hadir,” ujarnya seusai pembukaan Rakernas PSI.
Aksi Protes di Depan Hotel Claro
Unjuk rasa menolak kedatangan Jokowi di depan Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Jumat sore. Massa menamakan diri Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) demo sambil membakar ban di badan jalan. Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan, “Sulsel Tidak Tunduk Pada Raja Jawa, Menolak Dijadikan Kandang Gajah, Adili Jokowi.”
Aksi ini menyebabkan kemacetan panjang hingga ke pertigaan Jl Sultan Alauddin-Jl AP Pettarani. Polisi di lokasi aksi tampak kewalahan mengurai arus lalu lintas. Awalnya, unjuk rasa berlangsung damai. Namun sekira 15 menit berorasi, puluhan kader PSI dari dalam hotel keluar dan mendekati massa aksi.
Ketegangan pun tak terhindarkan hingga terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan kader PSI. Beruntung, sejumlah kader PSI lainnya serta aparat kepolisian sigap menenangkan situasi.
“Ayo ayo, masuk aja bro. Jangan ada yang di luar kadernya. Yang pake (baju kaos) PSI masuk,” ujar Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron, menenangkan kader PSI.
Selain menolak kedatangan Jokowi, massa juga mendesak agar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dicopot dari jabatannya. Raja Juli yang menghadiri Rakernas PSI dinilai tidak mampu menjaga hutan, sehingga berdampak pada banjir di Aceh dan Sumatera.












