, DENPASAR –
Aparat kepolisian kembali menggelar aksi gotong royong bersih-bersih pantai di wilayah Bali, Rabu 4 Februari 2026.
Polda Bali melaksanakan aksi bersih-bersih tidak hanya di zona wisatawan mancanegara di Bali yang populer seperti Pantai Kuta atau Seminyak, Kabupaten Badung.
Kali ini, ratusan personel kepolisian dikerahkan serentak menyisir pantai-pantai dari Denpasar hingga Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Aksi ini merupakan gerak cepat Polri dalam menindaklanjuti arahan Presiden RI. Presiden RI, Prabowo Subianto, menyentil Gubernur dan Bupati mengenai kondisi pantai Bali yang kotor.
Teguran tersebut disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat Senin 2 Februari 2026.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyampaikan hal ini bertujuan untuk memastikan setiap wilayah di Bali tetap nyaman dan layak dinikmati wisatawan dunia.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjaga marwah Bali sebagai destinasi kelas dunia.
“Hari ini (kemarin) kami bergerak serentak. Ratusan personel turun langsung ke lapangan untuk memastikan sampah plastik, kayu, dan limbah lainnya tidak lagi mengganggu kenyamanan wisatawan,” ujar Kombes Sandy.
Ratusan personel Sat Brimobda Bali berkolaborasi dengan Polsek Denpasar Timur dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menyisir area pantai yang kerap mendapat kiriman sampah laut di Pantai Padanggalak Denpasar.
Kemudian jajaran Polres Badung fokus pada area yang kini menjadi primadona baru bagi peselancar dan wisatawan mancanegara di Pantai Pererenan.
Di Jembrana Ujung Barat Bali aksi meluas hingga ke tiga titik strategis di wilayah hukum Polres Jembrana, yakni Pantai Samiana Gilimanuk, Pantai Pangkung Dedari Melaya dan Pantai Delod Berawah.
Di lapangan, pemandangan tidak biasa terlihat saat seragam cokelat Polri membaur dengan petugas kebersihan dan masyarakat lokal.
Mereka bahu-membahu memunguti sampah plastik dan material kayu yang merusak estetika pantai.
Langkah ini diambil setelah adanya laporan bahwa tumpukan sampah di beberapa titik mulai membuat wisatawan merasa kurang enjoy saat menikmati liburan mereka di Bali.
Polda Bali menegaskan bahwa kegiatan positif ini akan terus berlanjut secara berkala di berbagai tempat umum di wilayah hukum Bali.
Namun, polisi juga mengingatkan bahwa peran masyarakat adalah kunci utama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Bali, mari kita jaga kelestarian lingkungan. Bali adalah destinasi dunia, kenyamanan wisatawan adalah reputasi kita bersama. Jika lingkungan asri, wisatawan akan betah dan terus kembali ke Bali yang kita cintai,” kata Kombes Sandy.
Pihaknya menegaskan Polda Bali komitmen mengawal perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Momentum bersih-bersih Pantai Kedonganan yang digelar serentak kemarin bukan sekadar aksi seremonial sehari.
Kombes Sandy menyatakan bahwa aksi nyata TNI-Polri adalah pemantik bagi masyarakat agar tidak lagi abai terhadap kelestarian ekosistem laut.
Menurut Kombes Sandy, aksi serentak di lapangan adalah untuk memberikan contoh nyata.
Namun, kunci utama perubahan ada pada kepedulian masyarakat setiap harinya.
“Yang lebih penting adalah apa yang kita lakukan hari ini dan seterusnya agar lebih peduli terhadap lingkungan khususnya kebersihan pantai, sehingga aktivitas ekonomi dan pariwisata berjalan baik,” kata dia.
Kombes Sandy menekankan tiga poin utama mengapa ajakan peduli lingkungan karena sampah plastik dan limbah kayu yang dibiarkan akan langsung memukul sektor pariwisata dan kuliner.
Menurutnya, sampah bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga bisa meracuni sumber pangan laut yang menjadi mata pencaharian nelayan.
“Kebersihan Bali adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan atau aparat yang melakukan aksi incidental,” tutur dia.
Polda Bali berharap gerakan yang dimulai dari kawasan pesisir Badung ini menular ke seluruh wilayah di Bali.
Kepolisian tidak ingin aksi kemarin hanya menjadi seremonial belaka, melainkan awal dari gerakan masyarakat yang lebih masif.
“Lingkungan yang bersih adalah investasi. Jika lingkungan sehat, aktivitas ekonomi berjalan lancar, dan wisatawan nyaman,” pungkasnya.
Aksi Bersih-Bersih di Wilayah Gianyar
Sementara itu, Polres Gianyar melalui Polsek Blahbatuh, Gianyar, dan Sukawati menggelar aksi bersih pantai di beberapa lokasi di Kabupaten Gianyar.
Di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Polsek Blahbatuh bersama Pemerintah Desa Saba, TNI, dan unsur masyarakat melaksanakan kegiatan kurve atau bersih-bersih sampah plastik di areal Pantai Saba.
“Kegiatan ini menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata Bali,” ujar Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini.
Sementara itu, di Pantai Lebih, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Polsek Gianyar bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat melaksanakan kegiatan kurve.
“Melalui kegiatan kurve ini, kami bersama unsur terkait dan masyarakat berhasil mengumpulkan puluhan kilogram sampah plastik di pesisir Pantai Lebih,” ujar Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan.
Di Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Polsek Sukawati bersama seluruh unsur terkait juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasca hujan besar yang melanda wilayah Kecamatan Sukawati,” ujar Kapolsek Sukawati Kompol I Nyoman Wiranata.
Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C Kesuma berharap, kegiatan yang dilaksanakan ini dapat memantik rasa kepedulian semua pihak untuk peduli terhadap kebersihan pantai.
Terlebih lagi, pantai merupakan salah satu daya tarik wisata di Bali.
“Kami harap gerakan ini berkelanjutan, diikuti semua pihak, termasuk masyarakat. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam menjaga pariwisata Bali tetap nyaman untuk dikunjungi,” ujarnya.
Sampah Plastik Dominasi Area Pantai
Didominasi Sampah Plastik
Satu per satu sampah terutama plastik yang ditemukan di pesisir Pantai Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dipungut oleh tim gabungan dari Polres Jembrana serta aparat desa, Rabu 4 Februari 2026.
Menurut pantauan Tribun Bali, kegiatan ini juga melibatkan siswa sekolah dasar terdekat sebagai upaya menumbuhkan rasa kesadaran atau kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Satu per satu sampah plastik kemudian diambil dan dikumpulkan dan diangkut menggunakan truk hijau milik Dinas Lingkungan Hidup Jembrana.
Terpantau, sampah yang didominasi plastik ini hampir memenuhi truk sampah yang datang.
Selain di Delod Berawah, aksi bersih pantai juga dilaksanakan di dua lokasi lainnya. Diantaranya Pantai Lingkungan Samiana Kelurahan Gilimanuk dan Pesisir Pantai Banjar Pangkung Dedari, Desa/Kecamatan Melaya dengan melibatkan personel Polri, TNI, pemerintah desa/kelurahan, Brimob, serta masyarakat setempat.
Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Wayan Suastika menyebutkan, salah satu titik aksi bersih-bersih ini dilakukan di Pantai Delod Berawah.
Mengingat, Pantai ini dikenal sebagai ikon bagi wisatawan lokal khususnya di Jembrana.
Menurutnya, pesisir Pantai di Jembrana cukup panjang.
Sehingga masing-masing wilayah memiliki tanggung jawab untuk tetap menjaga kebersihan termasuk pembersihan yang dilakukan oleh Polsek masing-masing dari Pekutatan hingga Gilimanuk.
Kompol Suastika menegaskan, aksi bersih-bersih ini menjadi salah satu wujud nyata menjaga kebersihan lingkungan terutama Pantai.
“Tentunya nanti kita tetap mengimbau pengunjung untuk menjaga pantai di Jembrana dari sampah terutama sampah plastik,” tandasnya.
Perlu Proses untuk Ubah Perilaku Masyarakat
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengaku kegiatan gotong royong kebersihan di lingkungan sekitar, sejatinya rutin dilakukan.
Namun perlu proses, sebab berkaitan dengan mengubah perilaku masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Sutjidra, saat disinggung mengenai teguran dari Presiden RI, Prabowo Subianto ihwal kebersihan pantai.
Sutjidra mengatakan Buleleng sudah melaksanakan kegiatan kebersihan setiap Jumat.
Kegiatan ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Demikian pula setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) bertanggungjawab membersihkan lingkungan wilayah binaan masing-masing.
“Tak hanya itu, setiap hari Sabtu seluruh anak sekolah dari jenjang SD hingga SMP, melaksanakan kegiatan bersih-bersih selama satu jam sebelum dimulainya proses belajar mengajar,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Kendati terus digalakkan, Sutjidra mengaku pemahaman ini harus dilakukan secara intensif. Sebab menurutnya, perubahan perilaku butuh waktu.
“Kadang-kadang kita menganggap satu wilayah desa/kelurahan sudah bersih, tetapi pekan depannya kembali kotor. Memang mengubah perilaku itu perlu waktu. Tidak bisa (seperti) makan cabai yang langsung terasa pedas. Harus ada proses,” ucapnya.
Terkait kebersihan, Sutjidra mengaku pihaknya akan kembali mempertegas sanksi kepada oknum yang ketahuan membuang sampah sembarangan. Terlebih sudah ada aturan berupa Perda yang mengatur.
“Kita ada perdanya. Kalau melanggar ya kena Rp 250 ribu,” sebutnya.
Pelindo dan Stakeholder Lakukan Aksi Bersih-Bersih
Di sisi lain, Pelindo bersama stakeholder terkait melakukan aksi bersih-bersih pantai sebagai tindaklanjut instruksi presiden.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu 4 Februari 2026, pukul 08.00 WITA, bertempat di area pantai belakang kantor Pelabuhan Celukan Bawang, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Aksi bersih-bersih pantai diikuti oleh sekitar 60 peserta. Mulai dari Pelindo, KSOP Pelabuhan Celukan Bawang, Kanit Samapta Polsek Celukan Bawang beserta anggota, Perbekel Desa Pengulon, BBKK Wilker Celukan Bawang, Babinsa Desa Pengulon, serta unsur pemangku kepentingan lainnya.
General Manager Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengungkapkan kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah di sepanjang kurang lebih satu kilometer garis pantai Desa Pengulon.
Prioritasnya berupa pengumpulan sampah plastik dan sampah anorganik lainnya yang tidak dapat didaur ulang.
“Tujuan kegiatan ini untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pesisir di sekitar kawasan pelabuhan. Dari kegiatan ini, kami berhasil mengumpulkan total 15 kantong kresek sampah,” ucapnya.
Kegiatan bersih-bersih pantai berakhir pada pukul 09.00 WITA. Melalui kegiatan ini, Imron berharap mampu meningkatkan kesadaran kolektif seluruh pihak akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat sinergi antar instansi dan masyarakat, serta mendukung implementasi instruksi Presiden dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
DLHK Badung Catat 3.000 Ton Sampah Laut Tertangani
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mencatat, hingga awal Februari 2026, sedikitnya sudah 3.000 ton sampah laut telah ditangani di kawasan Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran.
Jumlah sampah itu pun dinilai meningkat signifikan karena diperkirakan sampah kiriman akan terus menepi sampai bulan Maret 2026 mendatang.
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Kabupaten Badung, Anak Agung Dalem mengatakan lonjakan sampah laut merupakan fenomena tahunan yang terjadi pada periode September hingga Maret.
Arus laut dari wilayah barat Indonesia, seperti Jawa dan Sumatera, membawa sampah dari daerah berpenduduk padat dan kemudian terdampar di pesisir Bali.
“Setiap tahun rata-rata kita menerima sampah laut antara 4.000 sampai 7.000 ton. Tahun 2021 menjadi yang tertinggi, mencapai 7.000 ton. Saat ini saja sudah sekitar 3.000 ton yang kita tangani, dan jumlah itu masih berpotensi bertambah sampai Maret,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Untuk menghadapi peningkatan tersebut, DLHK Badung mengerahkan 12 unit alat berat di pantai-pantai strategis guna mempercepat proses pengumpulan dan pengangkutan sampah.
Selain itu, sekitar 300–350 tenaga penyapuan dikerahkan secara rutin, dan dapat ditambah hingga 800 personel apabila kondisi semakin berat.
“Begitu sampah terdampar, langsung kita kumpulkan dan angkut keluar dari pantai. Fokus kami agar timbunan tidak menumpuk dan mengganggu aktivitas pariwisata,” kata Anak Agung Dalem.
Birokrat asal Klungkung itu mengaku komposisi sampah pantai saat ini didominasi material organik berupa kayu sekitar 70 persen, sedangkan 30 persen lainnya merupakan sampah plastik.
Sampah plastik bernilai dipilah dan disalurkan ke mitra pengolah, sementara plastik campuran dibawa ke TPA.
Kayu gelondongan dipotong dan digerus menggunakan mesin wood chipper untuk dijadikan serbuk yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos atau urugan.
DLHK Badung juga menggandeng berbagai pihak dalam penanganan sampah pantai, mulai dari NGO lingkungan, pelaku usaha pariwisata, hingga TNI dan Polri melalui kerja sama resmi dengan Pemerintah Kabupaten Badung.
“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat, sekaligus mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (PSEL). Dengan begitu, peningkatan volume sampah laut bisa ditangani lebih optimal dan berkelanjutan,” kata dia.
