Daerah  

Pembangunan kantor wali kota Gorontalo: Desain hijau, proyek mulai Desember 2026

Pembangunan Kantor Wali Kota Gorontalo Baru di Kawasan Eks Terminal 42 Andalas

Pemerintah Kota Gorontalo sedang mempersiapkan pembangunan Kantor Wali Kota baru yang akan berlokasi di kawasan Eks Terminal 42 Andalas, Kecamatan Sipatana. Lokasi ini secara administratif berada di Jl. John Ario Katili, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Dengan menggunakan fitur Google Maps, lokasi baru ini berjarak sekitar 5,9 kilometer dari Kantor Wali Kota yang saat ini berada di Jl. Nani Wartabone No.03, Kelurahan Biawao, Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Proyek ini menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan strategis daerah dan direncanakan untuk memasuki tahap pembangunan fisik pada akhir tahun 2026 atau awal 2027. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meydi Novie Silangen, menjelaskan bahwa pembangunan kantor wali kota merupakan bagian dari dua proyek prioritas infrastruktur pemerintahan yang harus direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Yang kedua adalah pembangunan kantor wali kota baru. Ini juga sudah disampaikan oleh beliau bahwa gedung kantor wali kota baru ini harus dilaksanakan,” ujar Novi.

Lokasi pembangunan kantor wali kota dipilih di kawasan Sipatana yang sedang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan kawasan bisnis dan pemerintahan baru. “Dari perencanaan kita, kawasan ini akan menjadi pusat bisnis,” katanya.

Tahapan Perencanaan Mulai Dilakukan Tahun 2026

Pemerintah daerah mulai mempersiapkan tahapan pembangunan sejak tahun 2026 melalui pengalokasian anggaran untuk kegiatan perencanaan dan persiapan teknis. “Ini juga mulai tahun ini kami diberi anggaran untuk mulai dari persiapan-persiapan termasuk DED, pembebasan lahan dan mungkin nanti fisiknya akan mulai dari tahun depan,” jelasnya.

Total kebutuhan lahan untuk pengembangan kawasan perkantoran diperkirakan mencapai 4,5 hektare. Namun, pemerintah daerah memutuskan memulai pembangunan pada lahan seluas 1,8 hektare yang difokuskan untuk pembangunan gedung induk kantor wali kota. “Mestinya pembebasan itu 4,5 hektar. 1,8 hektar ini saja kurang lebih 16 sampai 20 miliar barangkali,” ungkap Novi.

Tahapan pembangunan diawali dengan penyusunan feasibility study, proses appraisal lahan, pembebasan lahan, hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED). Pemerintah menargetkan seluruh tahapan perencanaan dapat selesai sebelum akhir tahun 2026. “Beliau targetkan di akhir tahun atau awal tahun depan groundbreaking untuk fisiknya,” ujarnya.

Perencanaan Kawasan Perkantoran Terpadu

Selain pembangunan gedung induk, Pemerintah Kota Gorontalo juga menyiapkan perencanaan kawasan perkantoran terpadu yang akan mengatur penempatan organisasi perangkat daerah di sekitar kantor wali kota. “Untuk kawasan itu, bangunan utama 1,8 hektar itu nanti akan juga ada site plan-nya akan dibuat di situ, jadi mungkin pengembangan kantor-kantor lainnya akan nanti masuk di sana,” katanya.

Ia menegaskan, kantor wali kota akan menjadi pusat orientasi tata ruang kawasan pemerintahan yang sedang dikembangkan tersebut. “Kantor wali kota tetap jadi center point. Itu yang kita kaji sampai detail-detail itu,” tuturnya.

Desain Disayembarakan Secara Nasional

Terkait desain, Pemkot Gorontalo berencana menggelar sayembara desain tingkat nasional. Sayembara tersebut dirancang untuk memperoleh desain terbaik yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan pemerintahan daerah. Novi mengatakan ide sayembara desain muncul sebagai upaya membuka ruang partisipasi para arsitek dan perencana dari berbagai daerah. “Saya bilang, Pak, boleh tidak bikin sayembara? Jadi ide-ide orang itu bisa kita lihat. Jadi nanti untuk desain kantor wali kota ini akan disayembarakan,” ujarnya.

Wali kota menyetujui pelaksanaan sayembara desain secara nasional dan menargetkan peluncuran program tersebut dilakukan pada 20 Februari 2026. “Beliau setuju disayembarakan dan sayembaranya secara nasional. Dan ini kesempatan itu kami ini kerja tayang target tanggal 20 insyaallah kalau tidak ada halangan dengan beliau satu tahun kita akan launching untuk sayembara dibuka secara nasional tahun ini, 20 Februari,” katanya.

Sayembara desain direncanakan berlangsung selama 40 hingga 70 hari sebelum dilanjutkan dengan proses penyusunan Detail Engineering Design. “Sayembaranya kurang lebih 40 sampai 70 hari. Saya harus berhitung di situ karena kemudian DED harus saya hitung selesai yang tadi saya sampaikan harus sebelum 20 Desember sudah selesai,” jelas Novi.

Konsep Green Building untuk Kantor Wali Kota

Novie pun memberikan petunjuk bahwa nantinya merancang pembangunan Kantor Wali Kota baru dengan konsep bangunan ramah lingkungan dan terbuka bagi masyarakat. Konsep tersebut diharapkan menciptakan bangunan pemerintahan yang efisien sekaligus mendekatkan pelayanan kepada publik. Ia menjelaskan bahwa kantor wali kota akan menggunakan konsep green building. “Green building itu salah satu adalah gedung kantor yang betul-betul bisa berintegrasi dengan lingkungan. Jadi misalnya dari pencahayaan, tidak boros air, tidak boros energi, ada penggunaan-penggunaan kembali untuk pelaksanaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan konsep bangunan hijau harus dirancang sejak tahap awal pembangunan. “Menuju green building itu harus dari perencanaan. Nah, ini yang kami konsep,” katanya.

Selain ramah lingkungan, konsep kantor wali kota juga dirancang agar menciptakan ruang pelayanan publik yang lebih terbuka. “Kalau diskusi dengan Pak Wali beliau lebih suka gedung yang terbuka untuk rakyat. Artinya kadang-kadang gedung pemerintah itu terlalu megah, terlalu kaku sampai orang takut mau datang. Jadi ini memang bangunan untuk rakyat,” jelas Novi.

Dalam perencanaan fungsi bangunan, beberapa organisasi perangkat daerah strategis direncanakan berkantor di gedung induk untuk memudahkan koordinasi pemerintahan. “Mungkin nanti ada beberapa dinas yang strategis yang selalu Pak Wali butuhkan yang harus ada berkantor dengan beliau di kantor induk itu. Misalnya badan keuangan, badan pendapatan, Bappeda,” ujarnya.


Exit mobile version