Siapa Luhut Pandjaitan, Mantan Menteri Prabowo yang Diperiksa dalam Kasus Nadiem Makarim

Nama Luhut Binsar Pandjaitan Muncul dalam Persidangan Kasus Pengadaan Chromebook

Nama Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, muncul dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menyeret mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim. Sidang lanjutan yang digelar pada Senin (9/2/2026) mengungkap fakta-fakta baru melalui kesaksian pihak vendor Chromebook.

Sosok yang memberikan kesaksian adalah Roni Dwi Susanto, mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) periode 2019–2022. Dalam kesaksiannya, ia menjelaskan bahwa dirinya pernah terlibat dalam sejumlah rapat dan forum komunikasi publik terkait rencana pengadaan perangkat Chromebook. Ia juga menyebut bahwa dirinya pernah menghadiri forum pembahasan bersama pejabat tinggi negara di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut pengakuannya di persidangan, pertemuan tersebut dihadiri oleh Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Nadiem Makarim selaku Mendikbudristek dan Agus Gumiwang Kartasasmita yang menjabat Menteri Perindustrian.

Pernyataan saksi ini menjadi bagian dari rangkaian fakta persidangan yang sedang didalami untuk mengurai proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek pengadaan laptop berbasis sistem operasi Chromebook. Hingga kini, persidangan masih terus bergulir dengan agenda pemerimeriksaan saksi-saksi lain guna memperjelas konstruksi perkara dan alur pengambilan kebijakan dalam proyek tersebut.

Profil Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan memiliki nama lengkap Jenderal TNI HOR Purn. Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. Ia adalah seorang purnawirawan TNI yang lahir dari pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Putra Batak ini adalah kakak dari Kartini Pandjaitan.

Luhut Binsar menikah dengan Dra. Devi Simatupang. Pernikahan mereka dikaruniai empat anak, yaitu Paulus, David, Paulina, dan Kerry.

Pendidikan dan Rekam Jejak

Luhut Binsar Pandjaitan masuk Akademi Militer Nasional (Akmil) yang dulu bernama Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1967. Di AKABRI, Luhut menjadi lulusan terbaik angkatan tahun 1970 dan mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah ia duduki, mulai dari Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat.

Selain itu, Luhut juga memiliki pendidikan lanjutan seperti Masters in Public Administration dari George Washington University, National Defense University, serta berbagai kursus spesialis di bidang militer.

Karier di Pemerintahan dan Militer

Di bidang pemerintahan, Luhut pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura (1999-2000), Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Abdurrahman Wahid (2000–2001), Kepala Staf Kepresidenan (Des 2014–Sept 2015), Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Kabinet Kerja (2014–2016), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi (2019–2024).

Di bidang militer, Luhut pernah menjabat sebagai Komandan Grup 3 Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) Batujajar, Bandung, serta berbagai posisi strategis lainnya seperti Asisten Operasi Komandan Komando Pasukan Khusus (Asops Dankopassus) dan Komandan Kodiklat TNI Angkatan Darat.

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 21 Maret 2025, Luhut Binsar Pandjaitan memiliki total kekayaan mencapai Rp 1 triliun lebih. Harta kekayaan Luhut terdiri dari berbagai aset yang mencakup tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, serta harta lainnya.

Dalam LHKPN tersebut, harta terbanyak yang dimiliki Luhut ada di aset surat berharga dengan total nilai SURAT BERHARGA Rp. 718.613.488.950. Masih dalam laporan tersebut, Luhut diketahui memiliki hutang sebesar Rp 18.817.891.503.

Berikut rincian harta kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan:

II. DATA HARTA

  • TANAH DAN BANGUNAN Rp. 287.338.051.090

    Rincian: 24 item tanah dan bangunan di berbagai wilayah.
  • ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 6.253.097.000

    Rincian: mobil dan motor dengan nilai beragam.
  • HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 3.382.794.000
  • SURAT BERHARGA Rp. 718.613.488.950
  • KAS DAN SETARA KAS Rp. 185.352.311.820
  • HARTA LAINNYA Rp. 327.012.009.636

Sub Total: Rp. 1.527.951.752.496

III. HUTANG

Rp. 18.817.891.503

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III)

Rp. 1.509.133.860.993

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *