Kekesalan Habiburokhman usir pengembang dari rapat: langgar tata tertib

Ketua Komisi III DPR RI Marah, Usir Pengembang dari Ruang Sidang

Insiden yang terjadi dalam rapat DPR RI pada Kamis (26/2/2026) menarik perhatian publik. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, tiba-tiba meledak marah saat menghadapi pengembang perumahan PT Hasana Damai Putra (HDP). Aksi ini berawal dari perselisihan terkait akses warga ke Musala Ar Rahman di cluster Vasana dan Neo Vasana, Bekasi.

Pengembang dianggap melanggar tata tertib rapat resmi Dewan. Dalam suasana tegang, Habiburokhman meminta agar pihak pengembang segera meninggalkan ruang rapat. Aksi tersebut memicu reaksi dari anggota DPR lainnya, bahkan beberapa sempat bereaksi keras.

Persoalan Akses Musala

Masalah utama adalah penolakan pengembang untuk membuka akses menuju Musala Ar Rahman yang berada di luar kawasan perumahan. Akibatnya, warga terpaksa memutar cukup jauh untuk beribadah, merintangi segala resiko.

Rapat membahas tindak lanjut kasus penolakan akses ke musala. Ini merupakan kali ketiga RDPU soal persoalan tersebut. Habiburokhman awalnya mempertanyakan pengembang yang tidak menjalankan hasil keputusan rapat sebelumnya.

Pengembang mengatakan bahwa pihaknya tidak menolak keputusan Komisi III DPR RI. “Kami bukan tidak melaksanakan, kami tidak pernah menolak. Kami tidak pernah menolak keputusan hasil RDPU. Tapi keputusan tersebut sampai saat ini tidak bisa dijalankan karena ada kendala,” kata pengembang.

Kendala yang Diungkapkan Pengembang

Pengembang menjelaskan kendala yang dihadapi yakni adanya warga yang menolak pembukaan tembok untuk akses menuju musala. “Yang pertama adanya sebagian besar warga cluster menolak pembongkaran tembok dan menyatakan akan menuntut HDP secara hukum jika melakukan pembukaan tembok atau mengizinkan pihak lain membuka tembok cluster. Pernyataan penolakan tuntutan secara hukum dari warga disampaikan secara tertulis melalui surat tanggal 112 oktober 2024,” katanya.

Habiburokhman menilai kendala tersebut sama dengan yang sebelumnya. “Ya itu hal yang sama dengan point pertama, ya terus lanjutin,” katanya. Namun pengembang justru meminta agar Habiburokhman tidak memotong penjelasannya.

“Ada tambahan tapi. Saya minta jangan dihentiukan dulu ketua ya,” kata pengembang. Dari situlah Habiburokhman naik pitam. Dia langsung mengusir pengembang dari ruang sidang DPR RI.

Alasan Mengusir Pengembang

Habiburokhman menjelaskan dari hasil rapat sebelumnya sudah disepakati sejumlah solusi. Mulai dari memagar lingkup musala, sampai membuka tembok perumahan sebagai akses menuju musala. “Mereka sepakat waktu rapat kemarin. Tiba-tiba tadi menyampaikan hal yang waktu itu sudah disampaikan. Gak ada alasan siapapun keberatan terhadap pembangunan musala,” katanya.

Ia menjelaskan alasan mengusir pengembang karena telah melanggar tata tertib. “Tadi kita keluarkan karena sudah melanggar tatib. Di tatib itu kan pimpinan rapat mengatur lalu lintas persidangan tadi malah dia yang mengatur lalu lintas persidangan dan sudah tidak efektif,” katanya.

Penutup

Insiden ini mencuatkan sorotan publik terkait etika dan prosedur rapat DPR yang kerap dilanggar pihak eksternal. Sejumlah anggota dewan mengaku prihatin, sementara Habiburokhman menegaskan pentingnya disiplin dan aturan di ruang legislatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *