Daerah  

23 Jalan Raya Sulsel Rawan Macet Saat Mudik, Ini Daftarnya

Pemetaan Titik Rawan Macet Saat Mudik Lebaran 1447 H di Sulawesi Selatan

Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan (Sulsel) telah melakukan pemetaan terhadap 23 ruas jalan yang rawan kemacetan selama periode mudik Lebaran 1447 H. Hasil pemetaan ini menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik tahun ini.

Kabupaten Maros mendominasi titik-titik rawan macet, khususnya di poros Maros-Makassar dan Maros-Bone. Di jalan poros Maros-Makassar, terdapat empat titik yang menjadi perhatian, yaitu:

  • depan pasar Maccopa Km 3-4
  • pasar Batangase Km 5-6
  • depan Grand Mall Maros Km 5-6
  • titik putaran Latimojong Km 8-9

Sementara itu, di jalan poros Maros-Bone, dua titik lainnya berada di Kappang dan Tompoladang.

Di Kota Makassar sendiri, terdapat lima ruas jalan yang rawan kemacetan, antara lain:

  • Jl Urip Sumoharjo
  • Jl Perintis Kemerdekaan
  • Jl Barombong
  • Jl Ir Sutami
  • Jl Nusantara

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, menyatakan bahwa pihaknya akan menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan. “Sama dengan tahun lalu, posko itu di Pelabuhan, Bandara, Simpang 5. Begitu juga titik rawan kemacetan di Maros simpang 3. Kalau mudik seperti ini luar biasa kemacetan bisa beberapa jam disana,” ujarnya.

Sebanyak 210 personel Dishub Sulsel akan bergabung bersama pihak kepolisian dalam tugas pengamanan selama masa mudik Lebaran 1447 H.

Peta Titik Rawan Macet di Sulawesi Selatan

Berikut adalah peta titik rawan macet di Sulawesi Selatan:

  1. Kota Makassar
  2. Jl. Urip Sumoharjo
    • Koordinat: -5.139.357. 676.332.770
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Jalan sempit
  3. Jl. Perintis Kemerdekaan
    • Koordinat: -5.144.321, 175.369.900
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Jalan sempit
  4. Jl. Barombong
    • Koordinat: -51.932. 067.854.973.900
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Jalan sempit
  5. Jl. Ir Sutami (Frontage)
    • Koordinat: -5.090044, 119.4575579
    • Panjang: 500 m
    • Penyebab: Jalan sempit
  6. Jl. Nusantara

    • Koordinat: -5.121694, 119.409522
    • Panjang: 500 m
    • Penyebab: Padat saat kapal Pelni sandar di Pelabuhan Makassar, parkir badan jalan
  7. Kabupaten Barru

  8. Pekkae Kecamatan Tanete Rilau

    • Koordinat: 4.482.4491, 119.6072024
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Parkir badan jalan, pasar tradisional
  9. Kabupaten Bone

  10. Jl. Besse Kajuara

    • Koordinat: -4.5436876,120.3222235
    • Panjang: 250 m
    • Penyebab: Jalan sempit (pasar tumpah), parkir sembarangan
  11. Kabupaten Bulukumba

  12. Jl. Sam Ratulangi (Kel. Caile)

    • Koordinat: -5.541229, 120.1927432
    • Panjang: 500 m
    • Penyebab: Jalan sempit, bongkar muat, pasar tradisional
  13. Kabupaten Enrekang

  14. Jl. Poros Enrekang – Toraja (Pasar Sudu) Kelurahan Kabiolangi Kecamatan Alla

    • Koordinat: -3.325056228554473, 119.82546578007741
    • Panjang: 500 m
    • Penyebab: Parkir sembarangan
  15. Kabupaten Gowa

  16. Poros Sungguminasa – Pallangga, Jl Usman Salengke Kecamatan Somba Opu (Jembatan Kembar)

    • Koordinat: -5.211288508289581, 119.45467158842457
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Jalan sempit, parkir sembarangan, pasar tradisional
  17. Kabupaten Maros

  18. Jl. Poros Maros – Makassar Km 3-4 (Poros Maccopa)
    • Koordinat: -5.0363087, 119.5710449
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Pasar tumpah
  19. Jl. Poros Maros – Makassar Km 5-6 (Pasar Batangase)
    • Koordinat: -5.0485851, 119.5563582
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Penyeberangan, pasar
  20. Jl. Poros Maros – Makassar Km 5-6 (Grand Mall Maros)
    • Koordinat: -5.0490594, 119.5525923
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Parkir sembarangan, pusat perbelanjaan
  21. Jl. Poros Maros – Makassar Km 8-9 (Putaran Latimojong)

    • Koordinat: -5.0599512, 119.5312772
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Penyeberangan
  22. Kota Parepare

  23. Jl. Bau Massepe – Kel. Sumpang Minangae

    • Koordinat: -4.044278, 119.626190
    • Panjang: 700 m
    • Penyebab: Ruas jalan sempit
  24. Kabupaten Pinrang

  25. Jl. Sultan Hasanuddin Depan Pasar Sore

    • Koordinat: -3.79422269110155, 119.65163906656869
    • Panjang: 700 m
    • Penyebab: Pasar sore, padat arus lalu lintas, pasar tradisional
  26. Kabupaten Sidrap

  27. Jl. Poros Sengkang Kel Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue

    • Koordinat: -3.897788,119.995514
    • Panjang: 750 m
    • Penyebab: Pasar Sentral, ruas jalan sempit dan padat arus lalulintas
  28. Kabupaten Soppeng

  29. Tettikanrarae, Kecamatan Marioriwawo

    • Koordinat: -4.457973455781046, 119.94885687906911
    • Panjang: 1 Km
    • Penyebab: Pasar tradisional
  30. Kabupaten Wajo

  31. Jl Jenderal Sudirman
    • Koordinat : -4134619, 120.030339
    • Panjang : 700 m
    • Penyebab : Parkir sembarangan
  32. Jl. Andi Malingkaan
    • Koordinat: -4.129482, 120.029138
    • Panjang: 700 m
    • Penyebab: Pasar Sentral, ruas jalan sempit, kepadatan arus lalu lintas, parkir sembarangan
  33. Jl Veteran

    • Koordinat : -4127527, 120.032038
    • Panjang : 700 m
    • Penyebab : Ruas jalan sempit, parkir sembarangan
  34. Kabupaten Maros

  35. Jl Poros Maros Bone (Kappang – Camba)
  36. Jl Poros Maros Bone (Tompoladang)

Pergerakan Mudik di Sulawesi Selatan

Pergerakan mudik di Sulawesi Selatan pada tahun 2026 masuk dalam jajaran terbesar secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan pemudik, baik yang berangkat dari maupun menuju Sulsel, tergolong tinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

“Sulsel itu merupakan daerah yang cukup padat dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, khususnya transportasi udara dan laut,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat ditemui dalam Rapat Koordinasi Persiapan Mudik Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, pada Jumat (27/2/2026).

Dalam kategori provinsi asal pemudik, Sulsel menempati urutan keenam secara nasional. Lima besar ditempati oleh Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Dengan posisi tersebut, Sulsel menjadi provinsi asal pemudik terbesar di luar Pulau Jawa.

Jumlah warga yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik dari Sulsel ke wilayah lainnya mencapai 3,92 juta orang atau sekitar 2,7 persen dari total pergerakan nasional. Sementara itu, dari sisi provinsi tujuan mudik, Sulsel berada di peringkat kelima nasional. Empat besar ditempati oleh Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Artinya, Sulsel kembali menjadi provinsi tujuan mudik terbesar di luar Pulau Jawa. Jumlah pergerakan orang dengan tujuan ke Sulsel diperkirakan mencapai 5,36 juta orang atau sekitar 3,40 persen dari total nasional.

Data ini menunjukkan Sulsel bukan hanya daerah pengirim pemudik dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi salah satu tujuan utama arus mudik di Indonesia.

Exit mobile version