Iran Menyerang Pangkalan Udara Amerika Serikat di Bahrain
Iran dilaporkan telah melakukan serangan besar-besaran terhadap pangkalan udara Amerika Serikat di wilayah Sheikh Isa, Bahrain. Serangan ini terjadi setelah tiga hari konflik antara Iran dan Amerika Serikat, yang berawal dari serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan tersebut melibatkan pesawat tak berawak dan rudal yang menghancurkan gedung komando dan staf pangkalan udara AS. Dalam laporan kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), terlihat gelombang roket yang meledak ke sasaran jauh. Selain itu, tangki bahan bakar juga dilaporkan meledak akibat serangan tersebut.
Asap terlihat mengepul dari pangkalan angkatan laut yang dikelola AS di Bahrain sebelumnya. Dalam unggahan di X, kantor berita Fars menyebut bahwa gelombang keempat belas Operasi True Promise 4 oleh Angkatan Laut IRGC menargetkan pangkalan udara AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain, dengan serangan drone dan rudal besar-besaran pada subuh hari ini.
Respons Internasional
Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Bahrain, bersama dengan beberapa negara lain di Timur Tengah. Negara-negara yang menerima peringatan meliputi: Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman.
Presiden Donald Trump mengungkapkan kejutan terbesarnya dalam perang melawan Iran. Ia terkejut dengan respons Iran terhadap serangan udara gabungan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka. Trump mengatakan bahwa ia terkejut karena Iran membalas dengan menyerang negara-negara Arab lainnya di kawasan, termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
“Kami terkejut,” kata Trump. “Kami memberi tahu mereka, ‘Kami bisa mengatasi ini,’ dan sekarang mereka ingin melawan, dan mereka melawan dengan agresif.”
Trump juga mengatakan bahwa serangan awal berhasil dan mengancam akan ada serangan lanjutan. Ia menekankan bahwa militer AS adalah yang terhebat di dunia dan akan digunakan secara efektif.
Serangan Militer dan Target yang Dihancurkan
Militer AS mengatakan telah menghantam lebih dari 1.250 target dalam 48 jam pertama perang dengan Iran. Target tersebut termasuk pusat komando dan kendali, lokasi rudal balistik, kapal angkatan laut dan kapal selam Iran, serta posisi rudal anti-kapal.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman dua hari yang lalu tetapi tidak ada yang tersisa di sana. Mereka menambahkan bahwa kebebasan navigasi telah lama menjadi landasan keamanan AS dan global.
CENTCOM juga mengumumkan bahwa enam anggota militer AS tewas dalam operasi militer melawan Iran. Sejak Sabtu, serangan rudal telah saling dilancarkan antara pasukan AS dan Israel di satu sisi dan Iran di sisi lain.
Serangan Terhadap Kedutaan Besar AS
Dua drone menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh, kerusakan dilaporkan ringan. Kedutaan Besar AS di ibu kota Arab Saudi dihantam oleh dua drone, kata pihak berwenang Saudi pada hari Senin, menggambarkannya sebagai serangan terbatas yang menyebabkan kerusakan kecil. Pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan delapan drone tambahan di dekat kota Riyadh dan Al-Kharj.
Tensi Regional yang Meningkat
Serangan-serangan Iran terhadap beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan AS dan Israel terhadap wilayah Iran.
Suriah menyampaikan belasungkawa kepada Kuwait setelah dua tentara tewas. Kementerian Luar Negeri Suriah menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada pemerintah dan rakyat Kuwait atas “kematian para tentara”. Mereka juga mendoakan kesembuhan yang cepat bagi mereka yang terluka dan menyatakan “solidaritas penuh” Suriah kepada Kuwait.












