Negara yang Pernah Dibom AS, Indonesia Juga Termasuk



BANDA ACEH — Amerika Serikat tercatat melakukan operasi pengeboman atau serangan udara sebanyak 30 kali di berbagai negara sejak tahun 1945. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber internasional hingga tahun 2026, mencakup operasi udara, penggunaan drone, dan dukungan pengeboman dalam konflik lintas dekade. Informasi ini hanya merujuk pada serangan udara yang terkonfirmasi, bukan operasi darat murni.

Berikut adalah daftar lengkap negara yang pernah menjadi target operasi udara AS sejak Perang Dunia II:

Negara yang Dibom oleh Amerika Serikat Sejak 1945

  • Jepang (1945)
  • Jerman (1945)
  • Tiongkok (1945–1946, 1950–1953, 1999) – tiga kali operasi
  • Korea Utara (1950–1953)
  • Guatemala (1954)
  • Indonesia (1958)
  • Kuba (1961)
  • Laos (1964–1973)
  • Vietnam (1965–1973)
  • Kamboja (1969–1973)
  • Lebanon (1983–1984)
  • Libya (1986, 2011) – dua kali operasi
  • Iran (1987–1988, 2025, 2026) – tiga kali operasi
  • Nikaragua (1980)
  • Irak (1991, 1993, 1996, 1998, 2003–2011, 2014+) – enam kali operasi
  • Kuwait (1991)
  • Somalia (1993, 2007+, 2025) – tiga kali operasi
  • Bosnia dan Herzegovina (1995)
  • Sudan (1998)
  • Afghanistan (1998, 2001–2021+) – dua kali operasi
  • Yugoslavia/Serbia (1999)
  • Pakistan (2004–2018)
  • Yaman (2002+, 2024–2025) – dua kali operasi
  • Suriah (2014+, 2025) – dua kali operasi
  • Nigeria (2025)
  • Venezuela (2026)

Negara yang Dibom di Era Trump (Periode Terbaru)

Selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump, AS memperluas penggunaan kekuatan militer dalam beberapa konflik luar negeri. Berikut adalah beberapa negara yang menjadi target operasi militer AS:

  1. Iran

    Serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran pada 2026 menewaskan sedikitnya 201 orang menurut laporan Palang Merah Iran. Trump menyebut operasi tersebut sebagai “major combat operations” yang menargetkan fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan ini terjadi saat Iran sedang melakukan pembicaraan diplomatik dengan AS.

  2. Venezuela

    Pada Januari 2026, pemerintahan Trump melakukan serangan terhadap Caracas. Menteri Pertahanan Venezuela melaporkan 83 korban jiwa, termasuk aparat keamanan dan warga sipil. Laporan juga menyebut bahwa Presiden Nicolas Maduro diculik dalam operasi tersebut.

  3. Nigeria

    Trump mengintensifkan operasi militer dengan dalih kontra-terorisme. Pada Desember 2025, ia mengumumkan serangan terhadap target yang disebut sebagai afiliasi ISIL di Nigeria barat laut.

  4. Somalia

    AS meningkatkan serangan udara secara signifikan pada 2025. Menurut New America Foundation, setidaknya 111 serangan udara dilakukan dalam satu tahun.

  5. Yaman

    Puluhan serangan udara dan laut dilakukan antara Maret–Mei 2025 terhadap kelompok Houthi. Human Rights Watch melaporkan satu serangan di Pelabuhan Ras Isa menewaskan lebih dari 80 warga sipil.

  6. Suriah

    Serangan dilakukan pada Desember 2025 terhadap target ISIL setelah dua tentara AS tewas di Palmyra.

  7. Irak

    Pada Maret 2025, AS melancarkan serangan yang menewaskan komandan senior ISIL Abdallah “Abu Khadijah” al-Rifai.

Indonesia Pernah Dibom Amerika Serikat (1958)

Indonesia juga pernah menjadi target operasi udara AS pada 1958 dalam konteks pemberontakan Permesta. Pada April–Mei 1958, pilot CIA Allen Lawrence Pope menerbangkan pesawat pembom B-26 dalam operasi mendukung pemberontakan di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Pada 18 Mei 1958, pesawat Pope ditembak jatuh di Ambon oleh tembakan kapal ALRI.

Menurut informasi dari ADST dan situs Mahkamah Agung RI, Pope terlibat dalam pengeboman desa dan pelabuhan di Indonesia timur. Kedutaan Besar AS melaporkan ratusan warga sipil tewas akibat serangan tersebut. Meski secara terbuka dibantah oleh pemerintah AS saat itu, laporan tersebut menunjukkan keterlibatan langsung AS dalam operasi tersebut.

Pope akhirnya ditangkap dan diadili. Dalam otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Presiden Sukarno menyatakan, “Aku 99,9% yakin bahwa Pope seorang agen CIA.”

Peristiwa tersebut menjadi salah satu bab penting dalam sejarah hubungan Indonesia–Amerika Serikat, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam daftar negara yang pernah mengalami pengeboman oleh AS.

Eskalasi terbaru di Iran yang kembali memicu perhatian global menunjukkan panjangnya jejak operasi udara Amerika Serikat sejak Perang Dunia II hingga 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *