Bisnis  

Transaksi Digital Bank Melonjak Saat Ramadan dan Lebaran 2026

Tren Transaksi Digital Menjelang Ramadan dan Idulfitri

Banyak bank di Indonesia memproyeksikan peningkatan signifikan dalam transaksi digital menjelang bulan Ramadan hingga periode Idulfitri. Lonjakan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebutuhan belanja masyarakat, pengiriman dana antar keluarga, serta pembayaran zakat dan donasi secara digital.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Januari 2026 masih tumbuh. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi, meningkat sebesar 39,65% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan penerimaan pembayaran digital.

Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00% dan 23,25% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus mengalami pertumbuhan tinggi, yaitu sebesar 131,47% (yoy).

Selama periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2025 lalu, Bank Indonesia mencatat rata-rata pertumbuhan volume transaksi per pengguna melalui QRIS sebesar 111% (yoy), lebih tinggi dibandingkan RAFI 2024 yang hanya 76%.

Peningkatan Aktivitas Digital di CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk melihat tren peningkatan transaksi digital melalui platform OCTO, khususnya menjelang Ramadan. Budiman Tanjung, Chief of Network & Digital Banking CIMB Niaga, menyebutkan bahwa kenaikan transaksi tersebut terutama didorong oleh aktivitas konsumsi masyarakat.

“Tren transaksi digital melalui platform OCTO baik aplikasi maupun website mulai menunjukkan kenaikan dibandingkan periode normal menjelang Ramadan,” ujar Budiman.

Peningkatan tersebut berasal dari aktivitas belanja rumah tangga, transaksi online, pengiriman dana antar keluarga, serta top-up dompet digital. Selain itu, transaksi sosial seperti zakat, infak, dan donasi juga mulai meningkat.

Untuk periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan transaksi digital melalui OCTO sebesar 20% hingga 30% dibandingkan bulan sebelumnya. Target ini sejalan dengan pola historis, termasuk lonjakan transaksi saat pembagian THR, persiapan Lebaran, dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kontributor utama transaksi digital selama periode tersebut diperkirakan berasal dari transfer dana antarbank, pembayaran QRIS di merchant ritel dan makanan-minuman, serta top-up e-wallet dan transaksi e-commerce.

Peningkatan Transaksi Digital di BNI

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga mencatat peningkatan tren transaksi digital menjelang Ramadan, terutama didorong oleh penggunaan QRIS melalui aplikasi wondr by BNI. Mesah Roni Ginting, Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, menyebutkan bahwa transaksi QRIS melalui aplikasi tersebut tumbuh signifikan secara tahunan.

“Menyambut bulan Ramadan, tren transaksi digital menunjukkan peningkatan yang kuat. Untuk QRIS melalui wondr by BNI tumbuh 163% secara year on year,” ujar Mesah.

Dari sisi volume transaksi, QRIS juga mencatat pertumbuhan tinggi, yaitu sebesar 121% secara tahunan. Melihat tren tersebut, BNI menargetkan seluruh transaksi digital ritel selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini dapat meningkat sekitar 39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan transaksi dipicu oleh meningkatnya aktivitas belanja kebutuhan rumah tangga, pembayaran zakat dan donasi, serta pengiriman THR secara digital. Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi, BNI memperkuat infrastruktur teknologi informasi melalui capacity planning dan stress test agar sistem tetap stabil.

Selain itu, BNI juga mengoptimalkan kanal digital seperti wondr by BNI dan BNIdirect untuk berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, mulai dari pembayaran belanja, zakat, pembelian tiket perjalanan, hingga pengiriman THR digital. BNI juga memperluas ekosistem QRIS dengan mengaktifkan lebih banyak merchant di sektor ritel, makanan dan minuman, transportasi, hingga e-commerce.

Peningkatan Transaksi Digital di BTN

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga melihat tren peningkatan transaksi digital menjelang Ramadan. Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN, mengatakan hingga pertengahan Februari aktivitas transaksi digital BTN telah mencatatkan pertumbuhan lebih dari 10% secara bulanan.

“Menjelang Ramadan kami melihat akselerasi transaksi digital yang konsisten meningkat. Hingga pertengahan Februari aktivitas transaksi digital BTN tumbuh lebih dari 10% secara month to month,” kata Thomas.

Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan pembayaran dan belanja masyarakat, pembayaran tagihan, serta transaksi di merchant melalui aplikasi Bale by BTN dan QRIS. BTN menargetkan transaksi digital selama periode Ramadan hingga Idulfitri tahun ini dapat tumbuh lebih dari 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Thomas menambahkan bahwa target tersebut didukung oleh kesiapan kapasitas sistem, penguatan ekosistem merchant, serta pengawasan layanan yang lebih intensif selama periode puncak transaksi. Penggunaan aplikasi Bale by BTN diperkirakan menjadi kontributor terbesar transaksi digital selama Ramadan dan Lebaran, terutama untuk transfer dana antar keluarga, pembayaran zakat, transaksi QRIS, top-up e-wallet, hingga pembayaran berbagai tagihan rutin.

Untuk menjaga kelancaran transaksi selama periode Ramadan dan Lebaran, BTN juga menyiapkan berbagai program promosi, peningkatan kapasitas infrastruktur teknologi, serta monitoring sistem secara intensif guna memastikan keamanan transaksi nasabah tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *